JTBC, selaku stasiun televisi yang menayangkan drama Korea Insider, akhirnya buka suara terkait kontroversi episode perdananya yang tayang pada tanggal 8 Juni 2022.

Sebelumnya, diketahui bahwa pada tanggal 9 Juni kemarin, komite keagamaan bernama The Jogye Order of Korean Buddhism telah menuntut pembatalan penayangan drama comeback Kang Ha Neul tersebut.

Salah satu adegannya secara terang-terangan menghina agama Buddha. Terlihat aksi para penjudi yang berpakaian seperti biksu, termasuk Kim Yo Han (Kang Ha Neul), yang sedang berjudi di dalam kuil. 

Selain menggambarkan para biksu yang sedang berjudi, kuil suci tempat berdoa bagi umat Buddha juga digambarkan sebagai tempat perjudian. 

Pihak JTBC Buka Suara Mengenai Kontroversi Agama dari Drakor 'Insider'kdramastars.com

Drama ini lantas menerima kecaman dari komunitas agama. Pihak JTBC yang terlibat dengan drama Insider akhirnya merilis sebuah pernyataan resmi dan permintaan maaf kepada komunitas agama Buddha.

Pada tanggal 15 Juni kemarin,  mereka merilis sebuah pernyataan yang menunjukkan bahwa seluruh tim drama Insider mengunjungi The Jogye Order of Korean Buddhism, menurut kdramastars.com. Mereka dengan tulus meminta maaf atas gangguan yang disebabkan oleh penayangan drama tersebut.

Sebagai permintaan maaf, pihak produksi juga telah menghapus semua adegan dalam drama tersebut yang menyesatkan. 

Pihak JTBC Buka Suara Mengenai Kontroversi Agama dari Drakor 'Insider'hancinema,net

Meskipun sempat terlibat kontroversi, namun penayangan drama yang dilakoni Kang Ha Neul ini akan terus berlanjut. Pihak produksi kali ini akan lebih berhati-hati dalam menayangkan konten yang bersifat sensitif. 

Ikuti terus kisah kelanjutan dari drakor Insider, ya, Bela! Insider tayang setiap hari Rabu dan Kamis di JTBC pukul 22:30 KST atau 20:30 WIB. 

Baca Juga: Baru Tayang, Episode Perdana 'Insider' Dikecam Karena Menghina Agama 

Baca Juga: 7 Fakta Drama Korea 'Insider', Kang Ha Neul Bersiap Balas Dendam

Baca Juga: Imbas Skandal Lama, Seo Ye Ji Dituntut Ganti Rugi Perusahaan Iklan