Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Apakah Boleh Mendoakan Orang Meninggal Setiap Hari dalam Islam?
pexels.com/Zeynep Sude Emek
  • Dalam Islam, mendoakan orang meninggal setiap hari diperbolehkan dan menjadi amalan mulia yang pahalanya terus mengalir bagi almarhum maupun yang mendoakan.

  • Doa dari orang hidup dapat sampai kepada yang telah wafat, membawa kebahagiaan besar bagi mereka sebagaimana dijelaskan dalam hadis dan pendapat ulama, seperti Ibnu Taimiyah.

  • Cara mendoakan antara lain berdoa langsung, membaca Al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya, bersedekah atas nama almarhum, berziarah kubur, serta memperbanyak doa di waktu mustajab.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendoakan orang yang sudah meninggal dunia merupakan tindakan yang dianjurkan dalam agama Islam. Islam mengajarkan bahwa doa dari orang yang masih hidup bisa menjadi hadiah terbaik bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Nabi Muhammad sa pun bersabda ada tiga amalan yang tidak akan terputus saat seseorang meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. Lantas, apakah boleh mendoakan orang meninggal setiap hari? Yuk, simak jawabannya berikut ini.

1. Apakah boleh mendoakan orang meninggal setiap hari?

pexels.com/Dwi Setyo

Dalam Islam, mendoakan orang yang telah meninggal dunia tidak hanya sebagai bentuk kasih sayang, tetapi juga amalan mulia yang dianjurkan. Hal ini ditegaskan dalam surah Al-Hasyr ayat 10, Allah swt berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌࣖ

Artinya:

"Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثِ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ » يُنتفع به، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya:

"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim, no. 1631)

Hadis di atas menegaskan bahwa doa dari orang yang masih hidup, terutama anak, bermanfaat bagi orang yang telah wafat. Oleh karena itu, pertanyaan tentang apakah boleh mendoakan orang meninggal setiap hari? Jawabannya boleh-boleh saja jika kamu hendak mendoakan orang meninggal setiap hari. Justru, doa itu menjadi amalan yang terus mengalir pada orang yang sudah meninggal.

2. Apakah doa yang dipanjatkan sampai pada orang yang sudah meninggal?

pexels.com/Ega Morgan

Setelah mengetahui penjelasan terkait apakah boleh mendoakan orang meninggal setiap hari, mungkin akan terlintas juga di benakmu apakah doa tersebut akan sampai ke orang yang didoakan? Rasulullah saw bersabda:

"Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang tepercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya, itu lebih ia sukai daripada dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka." (HR Ad-Dailami).

Dari hadis tersebut bisa disimpulkan bahwa orang yang telah meninggal tetap bisa menerima pahala dari doa kebaikan yang dipanjatkan oleh keluarga atau kerabatnya. Bahkan, kebahagiaan yang dirasakan karena kiriman doa itu digambarkan melebihi kegembiraan saat memperoleh kekayaan sebesar dunia dan seluruh isinya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menjelaskan bahwa pahala yang dihadiahkan kepada orang yang sudah meninggal akan benar-benar sampai kepadanya. Penjelasan ini disebutkan dalam kitab Hukm al-Syari'ah al-Islamiyah fi Ma'tam al-Arba'in, halaman 36, sebagai berikut:

قال شيخ الأسلام تقي الدين احمد بن تيمية في فتاويه، الصحيح أن الميت ينتفع بجميع العبادات البدنية من الصلاة والصوم والقراءة كما ينتفع بالعبادات المالية من الصدقة ونحوها باتفاق الأئمة وكما لو دعي له واستغفر له (حكم الشريعة الإسلامية في مأتم الأربعين: ٣٦).

Artinya:

"Syaikh Islam Ibnu Taimiyah mengatakan dalam kitab Fatawanya bahwa pendapat yang benar dan sesuai dengan kesepakatan para imam adalah bahwa mayit dapat memperoleh manfaat dari semua ibadah, baik ibadah badaniyah seperti shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, ataupun ibadah maliyah seperti sedekah dan lain-lainnya. Hal yang sama juga berlaku untuk orang yang berdoa dan membaca istighfar untuk mayit." (Hukm al-Syari’ah al-Islamiyah fi Ma’tam al-Arba’in halaman, 36).

3. Cara mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal dunia

pexels.com/Anastasia Shuraeva

Berikut beberapa cara mendoakan orang yang sudah meninggal sesuai dengan tuntunan agama Islam.

  1. Berdoa langsung untuk almarhum/almarhumah
    Cara pertama yang bisa kamu lakukan ialah berdoa langsung kepada Allah swt setelah salat dengan niat khusus menghadiahkan doa tersebut untuk almarhum atau almarhumah. Doa bisa berisi permohonan ampunan dosa, kelapangan kubur, maupun harapan agar ditempatkan di surga. Doa tersebut bisa menggunakan bahasa Arab atau Indonesia, sebab yang terpenting adalah keikhlasan, keyakinan, dan kekhusyukan dalam berdoa. Adapun salah satu doa yang bisa kamu lafalkan, sebagai berikut:
    Allahummaghfir lahu warhamhu, wa ‘afihi wa‘fu ‘anhu.
    Artinya:
    "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakan, dan maafkan segala kesalahannya."

  2. Membaca Al-Qur'an dan mengirimkan pahalanya
    Banyak ulama membolehkan menghadiahkan pahala membaca Al-Qur'an pada orang yang telah meninggal dunia. Caranya dengan membaca ayat atau surat seperti Al-Fatihah, Yasin, atau surat pendek, lalu berdoa agar pahalanya sampai kepada almarhum. Amalan ini menjadi wujud bakti dan cinta yang pahalanya diharapkan terus mengalir meskipun orang tersebut sudah tiada.

  3. Bersedekah atas nama almarhum/almarhumah
    Sedekah menjadi salah satu amalan yang pahalanya dapat terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Sedekah bisa diniatkan atas nama almarhum/almarhumah, baik berupa harta, wakaf, maupun bantuan sosial lainnya. Setelah itu, panjatkan doa agar pahala sedekah tersebut menjadi cahaya, ampunan, dan penolong bagi orang yang telah meninggal di alam kubur serta akhirat.

  4. Memanjatkan doa saat berziarah kubur
    Doa juga bisa dipanjatkan saat berziarah ke makam. Ziarah kubur dianjurkan karena akan mengingatkan kita pada kematian dan kehidupan akhirat. Ketika berziarah, bacalah doa untuk ahli kubur sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw. Lalu, lanjutkan dengan doa khusus untuk almarhum/almarhumah.

  5. Perbanyak doa di waktu yang mustajab
    Doa akan lebih utama jika dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab, seperti setelah salat wajib, sepertiga malam terakhir, di antara adzan dan iqamah, serta pada hari Jumat. Dengan memperbanyak doa di waktu tersebut, kita mengharapkan Allah swt mengabulkan permohonan dan memberikan pahala bagi orang yang telah meninggal.

Itu dia penjelasan terkait apakah boleh mendoakan orang meninggal setiap hari dan bagaimana cara mendoakannya. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

FAQ seputar mendoakan orang meninggal setiap hari

Apakah boleh mendoakan orang yang sudah meninggal setiap hari?

Boleh. Bahkan dianjurkan karena doa dari orang yang masih hidup dapat menjadi kebaikan yang terus mengalir bagi yang telah meninggal.

Apakah harus di waktu tertentu untuk mendoakan?

Tidak harus. Doa bisa dipanjatkan kapan saja, namun waktu-waktu mustajab lebih dianjurkan.

Selain doa, apa lagi yang bisa dilakukan untuk orang yang sudah meninggal?

Bisa dengan bersedekah atas namanya, membaca Al-Qur’an, atau melakukan amal baik dengan niat pahalanya untuknya.

Editorial Team

Related Article