Dalam Islam, mendoakan orang yang telah meninggal dunia tidak hanya sebagai bentuk kasih sayang, tetapi juga amalan mulia yang dianjurkan. Hal ini ditegaskan dalam surah Al-Hasyr ayat 10, Allah swt berfirman:
وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌࣖ
Artinya:
"Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."
Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثِ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ » يُنتفع به، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya:
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim, no. 1631)
Hadis di atas menegaskan bahwa doa dari orang yang masih hidup, terutama anak, bermanfaat bagi orang yang telah wafat. Oleh karena itu, pertanyaan tentang apakah boleh mendoakan orang meninggal setiap hari? Jawabannya boleh-boleh saja jika kamu hendak mendoakan orang meninggal setiap hari. Justru, doa itu menjadi amalan yang terus mengalir pada orang yang sudah meninggal.