Anyma kembali ke Coachella di weekend 2 setelah penampilannya di minggu pertama dibatalkan akibat angin kencang. Dalam kondisi cuaca yang lebih tenang, ia akhirnya memperkenalkan pertunjukan barunya yang berjudul ÆDEN untuk pertama kalinya di dunia.
Tampil sedikit lewat tengah malam, Anyma naik ke panggung dengan balutan serba putih, sementara layar raksasa sepanjang panggung utama menyala di belakangnya. Visual pertunjukan dibuka dengan deretan kolom digital yang runtuh lalu kembali berdiri, menjadi pengantar dunia visual yang terus berubah sepanjang set.
Panggung juga menjadi bagian dari pengalaman imersif, dengan platform tempat Anyma berdiri yang naik dan turun, menciptakan ilusi seolah ia melayang atau berada di tengah pusaran efek visual seperti api dan elemen digital lainnya.
Pertunjukan ini kemudian menghadirkan karakter yang terinspirasi dari patung David karya Michelangelo, yang menghancurkan kolom-kolom tersebut sebelum memperlihatkan elemen robotik di balik bentuk batu.
Sepanjang set, visual lain juga muncul, mulai dari figur menyerupai Medusa dengan ular yang bergerak mengikuti beat, hingga sosok-sosok mitologis dengan tubuh menyerupai akar pohon, iblis perempuan, dan akhirnya malaikat.
Perpaduan antara seni klasik dan teknologi modern menjadi konsep utama dunia visual Anyma, melanjutkan pendekatan yang sebelumnya diperkenalkan dalam residensi End of Genesys di Sphere Las Vegas.
Beberapa visual lama juga kembali dihadirkan, termasuk mata digital dari segmen “Voices In My Head” yang kini tampil lebih gelap dengan efek darah hitam.
Sejumlah tamu spesial turut meramaikan penampilan ini. Ellie Goulding muncul secara visual dalam lagu “Hypnotized”, dengan wajah yang ditampilkan menyerupai patung marmer. Anyma juga menghadirkan Matt Bellamy dan Swae Lee sebagai tamu panggung.
Momen paling ditunggu terjadi saat LISA tampil membawakan “Bad Angel”, kolaborasi yang baru dirilis pada 8 April. Ia tampil dengan gaun transparan berkilau, sementara visual dirinya sebagai sosok malaikat muncul di layar. Dalam penampilan tersebut, ia menyebut dirinya “terlalu nakal untuk seorang malaikat”, disambut antusias penonton.
Di bagian akhir, Joji tampil membawakan “Beautiful”, menutup pertunjukan dengan visual dirinya dalam bentuk patung, kembali menegaskan kontras antara manusia, seni klasik, dan teknologi digital.