Tips Merawat Kulit Saat Long Flight agar Tetap Sehat dan Terhidrasi

- Udara kabin pesawat yang kering membuat kulit mudah kehilangan kelembapan, sehingga penting menjaga hidrasi dan perawatan kulit sebelum serta selama penerbangan.
- Gunakan skincare yang fokus pada hidrasi, hindari makeup tebal, dan semprotkan face mist secara berkala agar kulit tetap segar di udara kering.
- Perbanyak minum air putih dan hindari produk dengan bahan aktif kuat seperti retinol atau AHA-BHA untuk mencegah iritasi selama long flight.
Perjalanan dengan pesawat dalam waktu lama atau long flight sering kali membuat kenyamanan kulit terganggu. Setelah penerbangan panjang, biasanya kulit terasa lebih kering, kusam, bahkan muncul kemerahan atau jerawat. Hal ini terjadi karena kelembapan udara di dalam kabin pesawat sangat rendah, sehingga kulit lebih mudah kehilangan kadar airnya.
Selain itu, perubahan tekanan udara, kurangnya asupan cairan, dan waktu istirahat yang kurang maksimal juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara merawat kulit selama penerbangan agar wajah tetap segar selama liburan. Ini lima tips merawat kulit saat long flight yang bisa membantu menjaga kesehatan dan kelembapan kulit selama perjalanan!
1. Gunakan skincare yang melembapkan kulit

Persiapan kulit sebaiknya dimulai sebelum naik pesawat. Salah satu langkah penting adalah menggunakan produk perawatan yang berfokus pada hidrasi agar kulit memiliki cadangan kelembapan yang cukup selama perjalanan.
Sebelum berangkat, bersihkan wajah menggunakan gentle cleanser yang tidak membuat kulit terasa kering. Setelah itu, aplikasikan toner hydrating, serum dengan kandungan humektan seperti hyaluronic acid, dan pelembap yang mampu mengunci hidrasi.
Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih tahan terhadap kondisi udara kering di dalam kabin pesawat. Sebaliknya, jika kulit sudah dalam kondisi kering sebelum terbang, risiko mengalami dehidrasi kulit selama perjalanan akan semakin besar.
2. Hindari makeup tebal selama penerbangan

Banyak orang yang tetap menggunakan makeup tebal saat bepergian menggunakan pesawat. Padahal, penggunaan makeup yang terlalu tebal saat long flight dapat membuat kulit lebih sulit bernapas dan berisiko memperparah kondisi kulit yang sedang mengalami dehidrasi.
Foundation dengan coverage tinggi, bedak, atau produk matte yang berlebihan dapat membuat kulit terasa semakin kering. Selain itu, kombinasi udara kabin yang kering dan makeup tebal membuat tampilan wajah terlihat cakey. Jika memungkinkan, gunakan makeup seminimal mungkin. Pilihan lain adalah hanya memakai sunscreen, skintint, atau cushion dapat memberikan tampilan natural.
3. Banyak minum air putih

Salah satu penyebab utama kulit terlihat kusam setelah long flight adalah dehidrasi. Tidak hanya terjadi pada permukaan kulit, tubuh secara keseluruhan juga dapat kehilangan cairan lebih cepat saat berada di dalam pesawat. Karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur selama penerbangan. Jangan menunggu hingga merasa haus karena rasa haus sering kali muncul ketika tubuh sudah mulai mengalami kekurangan cairan.
Usahakan membawa botol minum yang dapat diisi ulang setelah melewati pemeriksaan keamanan bandara. Minumlah sedikit demi sedikit tetapi rutin sepanjang perjalanan. Sebaliknya, batasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol karena keduanya dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Ketika tubuh terhidrasi dengan baik, kulit juga akan tampak lebih segar, kenyal, dan tidak mudah kusam.
4. Gunakan face mist atau pelembap secara berkala

Udara di dalam kabin pesawat memiliki tingkat kelembapan yang jauh lebih rendah dibandingkan lingkungan normal. Kondisi ini membuat air pada lapisan kulit lebih cepat menguap. Untuk membantu menjaga kelembapan kulit, kamu bisa membawa face mist berukuran travel-friendly.
Semprotkan secara berkala setiap beberapa jam untuk memberikan sensasi segar dan membantu menambah hidrasi pada kulit. Langkah sederhana ini dapat membuat kulit terasa lebih nyaman dan mengurangi risiko munculnya rasa tertarik atau kering setelah berjam-jam berada di dalam pesawat.
5. Hindari skincare dengan kandungan aktif sebelum berpergian

Saat long flight, kondisi kulit cenderung lebih rentan karena sedang menghadapi lingkungan yang kering dan tidak biasa. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari penggunaan produk dengan kandungan aktif yang berpotensi memicu iritasi selama perjalanan.
Misalnya, retinol, exfoliating acid seperti AHA dan BHA dengan konsentrasi tinggi, atau produk yang baru pertama kali dicoba. Kandungan tersebut dapat membuat kulit lebih sensitif, terutama ketika skin barrier sedang mengalami tekanan akibat udara kabin yang kering. Jika ingin menggunakan bahan aktif tertentu, sebaiknya dilakukan setelah tiba di tujuan dan kondisi kulit sudah kembali stabil.
Merawat kulit saat long flight sangat penting untuk mencegah kulit menjadi kering, kusam, dan tidak nyaman setelah perjalanan panjang. Dengan perawatan yang tepat, kulit dapat tetap terjaga kelembapannya meskipun harus berada di dalam kabin pesawat. Hasilnya, kamu bisa tiba di tujuan dengan kondisi kulit yang lebih segar, sehat, dan siap menjalani berbagai aktivitas selama perjalanan!


















