5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Kulit Terasa Kering tapi Tetap Berminyak

- Kulit dapat terasa kering meski tetap berminyak karena gangguan kemampuan menahan air; produksi sebum dan hidrasi merupakan hal berbeda.
- Pelembap bertekstur ringan serta pembersih lembut tetap diperlukan; hindari mencuci wajah berlebihan atau cleanser keras yang memicu iritasi.
- Kurangi eksfoliasi saat kulit kering atau sensitif, dan pilih kandungan seperti ceramide untuk menjaga hidrasi serta mendukung skin barrier.
Kulit terasa kering, tertarik, atau bahkan mengelupas, tetapi di saat yang sama wajah tetap terlihat berminyak?
Kondisi ini bisa terasa membingungkan karena kulit tampak memiliki minyak berlebih, tetapi sebenarnya tetap membutuhkan hidrasi.
Rasa kering juga tidak selalu berarti kulit kekurangan minyak.
Ketika kemampuan kulit mempertahankan air terganggu, kulit dapat terasa kering meski produksi sebum tetap berjalan.
Agar tidak semakin memperburuk kondisinya, ada lima hal yang perlu diperhatikan saat kulit terasa kering tetapi tetap berminyak.
1. Jangan langsung mengurangi semua produk yang melembapkan

pexels.com/Yan Krukau Kulit berminyak bukan berarti tidak membutuhkan pelembap.
Justru, ketika kulit terasa kering, penggunaan pelembap dapat membantu mempertahankan air dan mendukung fungsi skin barrier.
Untuk kulit yang cenderung berminyak, pilih tekstur yang lebih ringan dan berlabel non comedogenic agar tetap nyaman digunakan tanpa terasa terlalu berat.
2. Perhatikan cara membersihkan wajah

pexels.com/ Miriam Alonso Kulit yang terasa berminyak mungkin membuat kamu ingin mencucinya sampai benar-benar kesat.
Padahal, membersihkan wajah secara berlebihan atau menggunakan cleanser yang terlalu keras justru dapat membuat kulit semakin kering dan mudah teriritasi.
Pilih pembersih dengan formula yang lembut dan tetap nyaman di kulit, terutama ketika wajah mulai terasa tertarik setelah dicuci.
3. Jangan berlebihan menggunakan eksfoliator

pexels.com/SHVETS production Saat kulit terasa kasar atau mengelupas, eksfoliasi mungkin terlihat seperti langkah yang bisa membantu.
Namun, terlalu sering mengeksfoliasi justru berisiko semakin mengganggu lapisan pelindung kulit.
Jika kulit sedang terasa kering, perih, atau sensitif, fokus terlebih dahulu pada menjaga kelembapan dan mengurangi penggunaan produk yang berpotensi mengiritasi.
4. Cari kandungan yang mendukung skin barrier

unsplash.com/Look Studio Ketika kulit terasa kering, tetapi produksi minyak masih cukup tinggi, jangan buru-buru memilih produk yang fokus mengontrol sebum.
Coba perhatikan skincare yang dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus mendukung skin barrier.
Kandungan seperti ceramide dapat menjadi salah satu pilihan karena membantu mempertahankan kelembapan kulit, sehingga wajah tidak hanya terasa lebih nyaman, tetapi juga tidak semakin kering.
5. Bedakan kulit berminyak dengan kulit yang sedang dehidrasi

unsplash.com/Laura Jaeger Kulit berminyak dan kulit dehidrasi bukan hal yang sama.
Minyak berkaitan dengan produksi sebum, sedangkan dehidrasi berkaitan dengan kurangnya kandungan air pada kulit.
Oleh karena itu, kulit tetap bisa terlihat shiny sekaligus terasa kencang atau kering.
Alih-alih hanya berusaha menghilangkan minyak, perhatikan juga apakah rutinitas skincare sudah membantu mempertahankan hidrasi dan menjaga skin barrier.
Nah, itu dia hal yang perlu diperhatikan saat kulit terasa kering tapi tetap berminyak. Kuncinya bukan hanya mengontrol minyak, tetapi juga menjaga hidrasi dan skin barrier agar kulit tetap seimbang dan nyaman.

























