7 Penyebab Milia di Bawah Mata, Faktor Apa Saja?

- Milia adalah kista kecil berwarna putih di bawah kulit, sering muncul di area bawah mata dan bukan termasuk jenis jerawat.
- Penyebab utama milia meliputi penumpukan sel kulit mati, cedera kulit, paparan sinar UV berlebih, kebersihan wajah yang kurang, serta penggunaan kosmetik atau krim steroid tertentu.
- Faktor genetik juga berperan dalam munculnya milia, namun menjaga kebersihan kulit dan memilih produk perawatan yang tepat dapat membantu meminimalkan risikonya.
Milia merupakan kista kecil berwarna putih berisi cairan di bawah permukaan kulit. Milia ini bisa muncul di area sekitar kelopak mata maupun bawah mata. Selain itu, benjolan kecil tersebut sering dianggap sebagai salah satu jenis jerawat, yakni komedo putih oleh sebagian besar orang, padahal milia bukanlah jerawat.
Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, milia dapat mengganggu penampilan wajah seseorang. Tak heran jika banyak orang ingin menghilangkannya. Lantas, apa saja penyebab milia di bawah mata? Cari tahu jawabannya di bawah ini.
Table of Content
1. Penumpukan sel kulit mati

Melansir Ceveland Clinic, penumpukan sel kulit mati bisa menjadi penyebab milia di bawah mata. Sel kulit mati seharusnya memang terangkat secara alami sebagai bagian dari proses regenerasi kulit. Namun, area bawah mata memiliki kulit yang tipis dan sensitif sehingga proses ini terkadang bisa terhambat.
Akibatnya, sel kulit mati atau keratin bisa menumpuk dan terjebak di bawah permukaan kulit. Kondisi inilah yang kemudian memicu munculnya benjolan kecil di area bawah mata.
2. Cedera pada kulit
Cedera pada kulit ternyata juga bisa memicu munculnya milia sekunder. Kondisi ini bisa terjadi setelah luka bakar, perawatan laser, dermabrasi, atau radioterapi yang merusak lapisan kulit.
Saat kulit dalam proses penyembuhan, regenerasi kulit bisa terganggu sehingga keratin terjebak di bawah permukaan kulit. Akibatnya, muncul benjolan kecil yang dikenal sebagai milia.
3. Paparan sinar matahari yang berlebihan

Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dapat merusak kulit secara perlahan, terutama jika kamu tidak menggunakan perlindungan seperti sunscreen.
Paparan tersebut bisa membuat kulit menebal dan kurang optimal dalam mengangkat sel kulit mati. Hal ini yang menyebabkan keratin bisa terjebak di bawah permukaan kulit dan membentuk benjolan bernama milia.
4. Kurang menjaga kebersihan kulit
Rutin membersihkan kulit wajah menjadi hal yang perlu dilakukan untuk mencegah penumpukan sel kulit mati dan kotoran.
Pasalnya, kebersihan kulit yang kurang baik, terutama di area bawah mata dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. Penyumbatan tersebut kemudian mempercepat penumpukan sel kulit mati dan berpotensi memicu milia.
5. Penggunaan kosmetik atau skincare yang menyumbat pori-pori

Penyebab milia di bawah mata berikutnya bisa diakibatkan oleh penggunaan kosmetik berbahan dasar minyak atau produk perawatan kulit yang menyumbat pori-pori.
Jika produk itu digunakan di area bawah mata, maka dapat memerangkap sel kulit mati dan minyak sehingga meningkatkan risiko milia.
6. Penggunaan krim steroid jangka panjang
Penggunaan krim topikal berbahan kortikosteroid dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi alami kulit. Kandungan steroid di dalamnya bisa memengaruhi proses regenerasi sel kulit, bahkan dapat merusak lapisan epidermis.
Hal ini tentunya memicu penipisan kulit sehingga kulit akan mudah sensitif. Dari sinilah kandungan steroid bisa menyebabkan terbentuknya milia, terutama pada area yang sering diolesi krim tersebut, termasuk bawah mata.
7. Faktor genetik

Milia di bawah mata juga bisa disebabkan oleh faktor genetik. Beberapa orang memang memiliki kecenderungan alami mengalami milia karena tipe kulit, struktur pori, atau kemampuan regenerasi kulit yang diturunkan dari orang tua.
Oleh karena itu, jika ada anggota keluarga yang sering mengalami milia, maka kemungkinan besar kamu juga punya risiko serupa. Meskipun tidak bisa dicegah sepenuhnya, selalu menjaga kebersihan kulit dan memilih produk perawatan yang tepat mampu meminimalkan kemunculannya.
Itu dia beberapa penyebab milia di bawah mata yang perlu kamu ketahui. Jika kamu ingin menghilangkan milia, pastikan konsultasi langsung ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat, ya.
FAQ seputar penyebab milia di bawah mata
| Apa penyebab utama milia di bawah mata? | Milia biasanya muncul akibat keratin atau sel kulit mati yang terjebak di bawah permukaan kulit. |
| Apakah penggunaan skincare tertentu dapat memicu milia? | Ya, terutama produk yang terlalu berat atau penggunaan krim steroid dalam jangka panjang. |
| Bagaimana cara mencegah milia di bawah mata? | Rutin membersihkan wajah, menggunakan skincare yang sesuai, serta memakai sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. |

















