Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Dampak Abu Vulkanik pada Kulit yang Wajib Kamu Waspadai, Jangan Anggap Remeh!

5 Dampak Abu Vulkanik pada Kulit yang Wajib Kamu Waspadai, Jangan Anggap Remeh!
Pexels.com/Yunuen Zempoaltecati
  • Hujan abu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 6 September 2026 berisiko mengganggu kulit karena partikel silika tajam dan kandungan asam yang abrasif.
  • Paparan abu dapat memicu iritasi, gatal, kemerahan, serta merusak skin barrier sehingga kulit lebih sensitif, perih, dan reaktif terhadap produk perawatan harian.
  • Partikel halus abu bisa menyumbat pori, menyebabkan bruntusan atau jerawat, mengeringkan kulit ekstrem, serta memicu dermatitis kontak dengan sensasi panas pada kulit sensitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Fenomena hujan abu yang melanda beberapa wilayah akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu, 6 September 2026, sukses bikin panik. Bukan cuma mengganggu jarak pandang dan pernapasan, abu vulkanik juga bisa jadi musuh bebuyutan buat kesehatan kulit kamu. Berbeda dari debu jalanan biasa, abu vulkanik punya kandungan partikel silika tajam dan asam yang sifatnya abrasif. Kalau sampai menempel di kulit dalam waktu lama, efeknya nggak main-main, lho!

Lalu, apa saja dampak dari abu vulkanik bagi kulit? Simak selengkapnya berikut ini.

  1. 1. Iritasi dan Rasa Gatal Membandel

    Dampak Abu Vulkanik pada Kulit
    Pexels.com/Towfiqu Barbhuiya

    Dampak paling umum yang akan kamu rasakan jika terpapar abu vulkanik adalah iritasi dan rasa gatal yang cukup mengganggu. Partikel tajam mikroskopis dalam abu vulkanik bisa langsung memicu reaksi peradangan pada lapisan luar kulit. Akibatnya, kulit bakal terasa gatal, perih, dan muncul bercak kemerahan.

  2. 2. Kerusakan Skin Barrier

    Dampak Abu Vulkanik pada Kulit
    Pexels.com/Cottonbro

    Abu vulkanik punya sifat asam dan cenderung mengikis kelembapan alami kulit dengan sangat cepat. Saat abu menempel terlalu lama, benteng pertahanan alias skin barrier kamu bakal rusak secara perlahan. Efek jangka panjangnya, kulit mendadak jadi jauh lebih sensitif, gampang perih, bahkan reaktif saat diusap atau diolesi produk skincare harian yang biasanya aman.

  3. 3. Pori-pori Tersumbat

    Dampak Abu Vulkanik pada Kulit
    Pexels.com/Angela Roma

    Berbeda dari debu jalanan yang ukurannya relatif lebih besar, partikel abu vulkanik berukuran super halus sehingga gampang menyelinap masuk ke dalam pori-pori. Begitu bercak abu ini bercampur dengan minyak alami wajah (sebum) dan keringat, penumpukan kotoran tak terhindarkan. Hasil akhirnya sudah pasti bisa ditebak, muncul bruntusan merata di area wajah hingga jerawat batu yang meradang.

  4. 4. Kulit jadi Kering Secara Ekstrem

    Dampak Abu Vulkanik pada Kulit
    Pexels.com/Sora Shimazaki

    Abu vulkanik bekerja mirip seperti spons penyerap cairan yang sangat kuat. Begitu menempel di permukaan kulit wajah maupun area tubuh lainnya, abu ini akan menyerap habis kadar air dan minyak alami kulit. Nggak heran kalau cuma dalam waktu singkat, tekstur kulit kamu bakal terasa sangat kasar, kusam, bersisik, hingga mengelupas karena dehidrasi parah.

  5. 5. Sensasi Kulit Panas seperti Terbakar

    Dampak Abu Vulkanik pada Kulit
    Pexels.com/Karola G

    Erupsi gunung berapi membawa kandungan senyawa kimia aktif seperti sulfur yang cukup pekat. Kalau kamu punya riwayat kulit sensitif, eksim, atau psoriasis, paparan racun dan asam dari abu ini bisa memicu dermatitis kontak. Gejalanya bukan cuma gatal biasa, tapi muncul sensasi panas menyengat seperti terbakar (burning sensation) yang bikin sangat tidak nyaman.

    Jika kamu merasakan tanda di atas, segera mencari pertolongan pertama atau menghubungi dokter terdekat. Stay safe, Bela!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More