BeautyFest Asia kembali hadir pada tahun ketiga ini di Ciputra Artpreneur Lt.11, dari tanggal 29-31 Maret 2019. Selama 3 hari, #BFA2019 menjadi ajang pertemuan para beauty enthusiast. Mulai dari diskon produk kecantikan besar-besaran, makeup demo bagi yang mau belajar makeup, and last but not least segmen-segmen talkshow.

Salah satu talkshow adalah sesi “Building a Sustainable Beauty Business” yang turut mengundang 3 beautypreneur nusantara yaitu Lizzie Parra (Founder BLP Beauty), Naya Tinanda (Co-Founder Rollover Reaction), dan Priscilla Pangemanan (Founder SASC).

Berikut ini Popbela rangkum hasil diskusi seru tersebut, simak baik-baik ya!

1. Titik balik mereka dalam bisnis kecantikan

#BFA2019 Indonesia Diprediksi Masuk 10 Besar Industri Kosmetik Global popbela.com

“Aku dulu sempat bekerja di perusahaan kosmetik, sempet juga jadi makeup artist kemudian pensiun di tahun 2017. Dan, akhirnya, BLP muncul di tahun 2016,” tutur Lizzie.

Naya, Co Founder dari Rollover Reaction juga menceritakan pengalaman awal bisnisnya. “Kita mulai di tahun 2014, tim kami ber-4 saat itu. Kami menemukan masalah tentang bagaimana market kita didominasi oleh produk-produk kosmetik import,” ujar Naya.

Berbeda dari kedua rekannya, Priscilla menemukan titik baliknya ketika menyadari kehebohan penjaualan Kylie Lip Kit. Priscilla mengatakan, “Why not kita bikin produk lokal sendiri yang berkonsep social interprese.”

2. Ada yang lebih penting dari uang

#BFA2019 Indonesia Diprediksi Masuk 10 Besar Industri Kosmetik Global popbela.com

Priscilla bercerita tentang masa kecilnya yang seringkali terekspos dengan kegiatan bakti sosial yang dilakukan kedua orangtuanya. “If we gonna make cosmetics, I don’t just wanna make cosmetics,” katanya.

Sedangkan, Naya, seperti yang ia tuturkan di poin sebelumnya merasa dunia bisnis kecantikan di Indonesia memerlukan gebrakan dari para pengusaha lokal.

Lizzie Parra pun menambahkan, “Aku cuma ingin melakukan apa yang aku suka dan aku ingin menularkan positivity. Bahwa, ketika kita menggunakan makeup itu lebih ke esensi tambahan, yang terpenting tetap inner beauty itu sendiri.”

3. Masalah? No worries!

#BFA2019 Indonesia Diprediksi Masuk 10 Besar Industri Kosmetik Global popbela.com

Salah satu halangan utama dari perjalanan bisnis mereka adalah rasa ketidakpercayaan diri, hal ini diakui oleh Priscilla.

“Waktu kita mau mulai kan udah ada brand-brand lokal yang lain juga. Tapi, ya I think kita harus commited and we gonna do it. Dari situ mungkin kita harus mulai berpikir we have to dream big. Karena masing-masing dari kita memiliki unique selling propotion juga,” tutur Priscilla.

Selain halangan yang muncul dari dalam diri sendiri, Naya dan Lizzie juga bercerita masalah yang dihadapi mereka ketika memulai bisnis kecantikannya. Naya menuturkan kisahnya di awal perjalanan bisnisnya. "Pas bisnisnya pertama kali launching, kita bukannya lewat online. Kendalanya adalah masyarakat belom terbiasa buat beli online saat itu," ujar Naya.

Digital memang jadi salah satu tantangan dalam perjalanan bisnis di era ini. Lizzie Parra menyetujui itu seraya menambahkan, "Waktu awal kita nggak punya investor, jadi budget-nya very limit. Kita harus cari suplier yang bisa memproduksi dengan limit yang kita mampu untuk bayar. Kemudian, tahap kedua adalah kepercayaan konsumen karena kita adalah brand baru. Kita harus cari jalan yaitu jualan lewat online.

Kita nggak sadar bahwa kekuatan online itu besar sekali. Semua orang yang punya akses ke internet bisa menggapainya. Pada saat kita pertama kali launching, website kita crash karena nggak kuat dan saat itu kita bingung dan belajar dari sana."

4. Tren kecantikan berubah dengan cepat, up to date it's a must!

#BFA2019 Indonesia Diprediksi Masuk 10 Besar Industri Kosmetik Global popbela.com

Karena tren kecantikan bergerak dengan sangat cepat, setiap orang yang bergelut di dalamnya perlu terus mempelajari perkembangannya. Naya mengatakan, "Kita harus terus terus belajar dan nggak bisa merasa cepat puas. Karena tren kecantikan itu berubahnya cepat sekali, apalagi sekarang udah era digital ya."

Priscilla menuturkan hal yang serupa, "Sekarang itu dengan dunia digital yang fast moving kita harus selalu tau tren yg terkini di belahan dunia lain. Kita harus jadi very flexible in adapting changes."

Last but not least, Lizzie menambahkan, "Kita harus cari tahu langkah selanjutnya apa supaya kita bisa scalling up. Sebuah perusahaan bisa berkembang tapi belum tentu bisa membawa timnya."

5. Bisnis kosmetik jadi salah satu agenda pemerintah lho!

#BFA2019 Indonesia Diprediksi Masuk 10 Besar Industri Kosmetik Global popbela.com

Lizzie mengatakan bahwa bidang bisnis kecantikan yang dia geluti ini menjadi salah satu dari 10 agenda pemerintah. Menurut Naya, hal itu didukung oleh banyak faktor. "Negara yg pertumbuhannya paling seksi. Untuk kosmetik, industrinya masih kecil. Jadi kesempatannya masih sangat luas. Kita diprediksi jadi salah satu negara top 10 biggest global cosmetic industry."

Priscilla juga menyampaikan data yang mendukung bahwa di tahun 2017 industri kecantikan memiliki masa depan yang positif dan mencapai 4 kali lipat.

Begitulah lima poin penting dari segmen diskusi kali ini. Hope it's inspire you, Bela!

Baca Juga: #BFA2019: Suka Duka Tasya Farasya Jadi Beauty Influencer di Tahun Ini