Kenapa Foundation Mudah Oxidize? Ini 5 Penyebab yang Perlu Kamu Tahu

- Foundation bisa berubah warna karena produksi minyak berlebih di wajah yang bereaksi dengan formula produk, terutama pada area T-zone seperti dahi, hidung, dan dagu.
- Pigmen dalam foundation tertentu mudah teroksidasi saat terkena udara atau minyak kulit, sementara pemilihan shade yang salah sering disalahartikan sebagai oksidasi.
- Kombinasi skincare yang tidak cocok serta faktor lingkungan seperti panas, kelembapan, dan polusi dapat mempercepat oksidasi foundation dan membuat hasil makeup tampak kusam.
Setelah beberapa jam pemakaian, biasanya warna foundation akan berubah menjadi lebih gelap, kusam, atau bahkan terlihat orange dan kondisi ini dikenal dengan istilah oxidize. Foundation yang mengalami oksidasi tentu bisa mengganggu penampilan karena warna wajah menjadi tidak sesuai dengan warna leher atau bagian tubuh lainnya. Membuat hasil makeup yang awalnya terlihat sudah sesuai jadi nampak belang dan kurang natural.
Lalu, sebenarnya kenapa foundation mudah oxidize? Apakah penyebabnya berasal dari produk yang digunakan atau kondisi kulit? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
1. Produksi minyak berlebih pada wajah

Salah satu penyebab utama foundation mudah oxidize adalah produksi minyak atau sebum yang berlebihan. Minyak alami pada kulit dapat bercampur dengan formula foundation dan memicu perubahan warna lebih cepat.
Kulit berminyak biasanya lebih rentan mengalami masalah ini dibandingkan kulit normal atau kering. Ketika minyak mulai muncul di area wajah, terutama di zona T seperti dahi, hidung, dan dagu, foundation dapat mengalami reaksi yang membuat warnanya berubah menjadi lebih gelap.
Selain itu, minyak berlebih juga dapat membuat foundation mudah bergeser. Karena itu, kalau kamu punya kulit berminyak, baiknya menggunakan primer yang mampu mengontrol minyak sebelum mengaplikasikan foundation.
2. Formula foundation mengandung pigmen yang mudah teroksidasi

Tidak semua foundation memiliki tingkat ketahanan yang sama terhadap oksidasi. Beberapa produk mengandung pigmen atau bahan tertentu yang lebih mudah bereaksi dengan udara dan minyak kulit. Kandungan seperti iron oxides atau pigmen mineral memang umum digunakan dalam foundation untuk memberikan warna. Namun, pada beberapa formula, pigmen tersebut dapat mengalami perubahan warna ketika terkena oksigen dalam waktu lama.
Hal inilah yang menyebabkan sebagian foundation tetap stabil sepanjang hari, sementara produk lainnya berubah warna hanya dalam beberapa jam setelah digunakan. Jika kamu sering mengalami foundation oxidize, cobalah mencari produk dengan klaim non-oxidizing, long-lasting, atau khusus untuk kulit berminyak.
3. Salah memilih shade foundation

Banyak yang mengira foundation mengalami oksidasi padahal sebenarnya shade yang dipilih sejak awal sudah terlalu gelap atau memiliki undertone yang kurang sesuai. Ketika foundation mulai menyatu dengan kulit setelah beberapa saat, warna aslinya menjadi lebih terlihat sehingga tampak lebih gelap dari yang diharapkan. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai oksidasi.
Untuk menghindarinya, selalu lakukan swatch foundation di area rahang dan tunggu sekitar 15 hingga 30 menit sebelum memutuskan warna yang paling cocok. Cara ini membantu melihat apakah foundation mengalami perubahan warna setelah terkena udara dan minyak kulit. Banyak makeup artist bahkan menyarankan memilih foundation setengah tingkat lebih terang apabila produk tersebut memiliki kecenderungan oxidize.
4. Penggunaan skincare yang tidak cocok dengan foundation

Kombinasi antara produk skincare dan foundation juga dapat memengaruhi tingkat oksidasi. Beberapa kandungan dalam skincare bisa bereaksi dengan formula foundation sehingga mempercepat perubahan warna. Misalnya, penggunaan pelembap yang terlalu berminyak atau sunscreen dengan tekstur sangat berat dapat membuat foundation lebih cepat bercampur dengan sebum. Akibatnya, warna foundation berubah lebih cepat dibandingkan biasanya.
Selain itu, skincare yang belum terserap sempurna juga dapat mengganggu daya tahan foundation. Karena itu, sebaiknya beri jeda sekitar 5 hingga 10 menit setelah menggunakan skincare sebelum mulai mengaplikasikan makeup. Pastikan pula memilih produk dasar yang sesuai dengan jenis foundation yang digunakan. Contohnya, foundation berbasis air biasanya bekerja lebih baik dengan skincare berbasis air dibandingkan produk yang terlalu berminyak.
5. Lingkungan dan paparan udara

Udara, suhu panas, kelembapan tinggi, hingga polusi dapat memengaruhi performa foundation di wajah. Semakin sering foundation terpapar oksigen dan kondisi lingkungan yang ekstrem, semakin besar kemungkinan terjadinya oksidasi. Cuaca panas dapat meningkatkan produksi keringat dan minyak sehingga foundation lebih cepat berubah warna. Sementara itu, polusi dan debu dapat menempel pada lapisan foundation sehingga membuat wajah terlihat kusam.
Tidak heran jika foundation yang terlihat sempurna saat berada di ruangan ber-AC mulai berubah warna setelah beraktivitas di luar ruangan selama beberapa jam. Untuk meminimalkan risiko ini, gunakan setting powder atau setting spray yang dapat membantu menjaga foundation tetap flawless.
Foundation mudah oxidize dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, formula produk, kesalahan memilih shade, penggunaan skincare yang kurang sesuai, hingga kondisi lingkungan. Jadi sebaiknya kamu hindari agar tampilan tetap terlihat flawless dan natural sepanjang hari!


















