Menyambut musim liburan 2026, Dior memperkenalkan kampanye bertajuk The Sweet Atelier of Dreams.
Kali ini, rumah mode asal Prancis tersebut menghadirkan suasana perayaan yang terinspirasi dari dunia gingerbread atau kue jahe, dengan sentuhan khas Dior melalui berbagai detail dekoratif yang identik dengan estetika couture.
Konsep tersebut mengambil inspirasi dari alamat ikonis Dior di 30 Avenue Montaigne, Paris.
Untuk merayakan musim liburan, lokasi bersejarah yang memiliki kedekatan dengan Christian Dior ini disulap menjadi sebuah atelier pembuatan kudapan manis yang dipenuhi dekorasi menyerupai gingerbread.
Berbagai ikon dan hadiah Dior pun dihadirkan dalam bentuk kreasi yang terinspirasi dari aneka permen dan kue khas perayaan Natal.
Nuansa manis juga terlihat pada desain kotak hadiah Dior tahun ini.
Kemasan ikonisnya dihiasi detail menyerupai lapisan gula, taburan warna emas, serta tepian bergelombang.
Sebagai pelengkap, Médaillon khas Dior hadir dengan sentuhan emas yang memberikan karakter elegan pada keseluruhan desain.
Salah satu kreasi yang mencuri perhatian adalah Malle des Rêves, sebuah koleksi edisi terbatas dan bernomor yang dirancang menyerupai kotak vanity dengan tampilan seperti rumah boneka.
Bagian dalamnya menampilkan miniatur atelier dengan dekorasi menyerupai gingerbread, lengkap dengan replika gaun Junon dari lini haute couture Fall-Winter 1949 bertajuk Mid-Century.
Kreasi ini juga dilengkapi 24 laci yang menyimpan berbagai kejutan eksklusif dari Dior.
Koleksi hadiah lainnya mencakup 30 Montaigne Advent Calendar yang menghadirkan 24 produk ikonis Dior dari kategori parfum, skincare, makeup, hingga produk lifestyle.
Kalender ini dirancang dengan bentuk bintang Dior dan menampilkan miniatur dekorasi yang terinspirasi dari bangunan 30 Avenue Montaigne.
Setelah seluruh lacinya dibuka, kalender ini dapat dialihfungsikan menjadi kotak perhiasan.
Dior juga menghadirkan L'Or de J'adore Music Box, sebuah kotak musik yang menampilkan miniatur atelier bertema gingerbread.
Saat dibuka, dekorasi di dalamnya berputar mengelilingi botol L'Or de J'adore diiringi alunan musik, menciptakan tampilan yang terinspirasi dari dunia konveksi.
Tak hanya koleksi hadiah, musim liburan kali ini juga diramaikan dengan kreasi wewangian eksklusif.
Francis Kurkdjian, Director of Perfume Creation Dior, menghadirkan lilin beraroma bernama Dior Délice. Kreasi ini menawarkan aroma gourmand yang terinspirasi dari gingerbread, dengan perpaduan kayu manis, cengkih, madu, dan vanila.
Ada pula lilin eksklusif berbentuk bangunan 30 Avenue Montaigne yang dibuat dari material porcelain biscuit.
Kreasi ini memiliki tiga tingkat yang dapat dilepas dan digunakan sebagai tiga lilin terpisah.
Untuk melengkapi dekorasi Natal, Dior kembali menghadirkan ornamen pohon Natal beraroma untuk tahun kedua.
Set ini terdiri dari delapan produk ikonis Dior yang dikreasikan menyerupai kue jahe, lengkap dengan wewangian Dior Délice yang dapat disemprotkan langsung pada pita hiasannya.
Sebagai pelengkap, terdapat ornamen berbentuk bintang jahe yang dapat ditempatkan di bagian puncak pohon Natal.
Kemeriahan The Sweet Atelier of Dreams juga dihadirkan melalui kampanye yang dibintangi oleh dua duta Dior, Anya Taylor-Joy dan Deva Cassel.
Keduanya tampil mengenakan riasan bertajuk Cinnamon Glaze karya Peter Philips, Creative and Image Director Dior Makeup.
Kampanye ini menampilkan suasana perayaan di 30 Montaigne yang dipenuhi musik, tarian, serta para perajin Dior yang mempersiapkan berbagai kreasi hadiah.
Melalui The Sweet Atelier of Dreams, Dior menghadirkan interpretasi musim liburan yang memadukan inspirasi kudapan manis, dunia fantasi, dan warisan couture rumah mode tersebut.
Suasana perayaan ini juga akan dihadirkan di berbagai butik Dior di seluruh dunia melalui dekorasi jendela, pohon Natal bertema gingerbread, serta instalasi yang menampilkan ikon-ikon House.