5 Area Wajah yang Sebaiknya Tidak Diberi Highlighter, Sudah Tahu?

- Highlighter sebaiknya tidak diaplikasikan merata di dahi; bila diperlukan, gunakan terbatas di sisi dekat pelipis agar dahi tidak tampak terlalu menonjol.
- Hindari highlighter pada ujung dan sisi hidung serta bawah mata, karena kilau dapat menonjolkan bentuk hidung, garis halus, dan tekstur kulit.
- Jangan gunakan highlighter pada jerawat, bekas menonjol, tekstur kulit, garis senyum, dan lipatan sekitar bibir; pilih hasil akhir lembut untuk tampilan rapi.
Highlighter dapat memberi dimensi sekaligus efek glowing pada wajah.
Namun, mengaplikasikannya di banyak area sekaligus justru bisa membuat makeup terlihat berlebihan.
Karena fungsinya untuk menonjolkan bagian tertentu dengan pantulan cahaya, penggunaannya perlu disesuaikan dengan bentuk wajah dan kondisi kulit.
Berikut area wajah yang sebaiknya tidak diberi highlighter agar hasil makeup tetap natural dan rapi.
1. Seluruh bagian dahi

pexels.com/ROCKETMANN TEAM Dahi sebenarnya bisa diberi sedikit efek kilau, tetapi tidak perlu diaplikasikan merata dari tengah hingga ke seluruh permukaannya.
Vogue India menyarankan jika ingin menambahkan highlighter di area dahi, aplikasikan secara terbatas di bagian samping dekat pelipis, bukan memenuhi bagian tengah dahi.
Memberikan highlighter terlalu luas di dahi juga dapat membuat area tersebut terlihat lebih menonjol.
Untuk hasil yang lebih natural, cukup pertahankan hasil base makeup yang rapi dan biarkan kilau kulit muncul secara halus.
2. Ujung dan sisi hidung

pexels.com/matthias Highlighter memang sering digunakan di batang hidung untuk memberikan dimensi, tetapi tidak perlu dibawa hingga ke seluruh bagian hidung.
Kilau pada ujung atau sisi hidung dapat membuat area tersebut terlihat lebih menonjol.
Untuk hasil yang lebih natural, cukup gunakan sedikit produk pada bagian batang hidung jika memang diperlukan.
3. Bawah mata

freepik.com Area bawah mata umumnya lebih cocok dengan hasil akhir yang halus daripada kilau yang intens.
Partikel reflektif dapat menarik perhatian pada garis halus dan tekstur kulit di sekitar mata.
Oleh karena itu, untuk area bawah mata, concealer atau produk dengan hasil akhir yang lebih lembut biasanya sudah cukup tanpa tambahan highlighter yang terlalu berkilau.
4. Area dengan jerawat atau tekstur kulit yang terlihat

pexels.com/Polina Tankilevitch Highlighter sebaiknya tidak digunakan pada bagian yang memiliki jerawat aktif, bekas jerawat yang menonjol, atau tekstur kulit yang cukup terlihat.
Efek pantulan cahaya dari highlighter justru dapat membuat permukaan tersebut semakin tampak.
Jika ingin menyamarkan tekstur, gunakan produk dengan hasil akhir yang lebih lembut dan minim kilau.
5. Garis senyum dan lipatan sekitar bibir

pexels.com/Andrea Piacquadio Area di sekitar garis senyum juga tidak membutuhkan tambahan kilau yang intens.
Highlighter dapat membuat perhatian lebih mudah tertuju pada lipatan yang muncul ketika wajah bergerak.
Untuk mendapatkan tampilan yang tetap segar, lebih baik aplikasikan highlighter pada titik wajah lain yang ingin ditonjolkan, seperti tulang pipi.
Nah, sekarang kamu sudah tahu area wajah yang tidak perlu diberi highlighter kan?
Penggunaan highlighter bukan berarti membuat seluruh wajah tampak berkilau.
Aplikasi yang lebih terarah justru membantu menonjolkan dimensi wajah secara natural dan membuat hasil makeup terlihat lebih rapi.





















