Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Kulit Kepala Kering? Begini Cara Mengatasinya! 

freepik.com/freepik
freepik.com/freepik
Intinya sih...
  • Aplikasikan minyak atsiri seperti minyak kelapa untuk melembapkan kulit kepala dan mengatasi jamur serta bakteri yang menempel.
  • Konsultasikan dengan dokter dan gunakan salep kortikosteroid jika kulit kepala kering disebabkan oleh penyakit seperti eksim.
  • Keramas menggunakan shampo anti ketombe untuk meredakan gatal dan berkerak pada kulit kepala yang kering, terutama akibat eksim dan psoriasis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketombe bukan satu-satunya masalah rambut yang mengganggu, masalah rambut lain yang membuat seseorang merasa tidak nyaman adalah kulit kepala kering. Tidak cocok dengan shampo atau produk perawatan rambut lain yang tengah digunakan juga bukan satu-satunya faktor yang memicu timbulnya masalah ini. 

Eksim, psoriasis hingga dermatitis seboroik juga dipercaya bisa membuat kulit kepala kering. Namun, kamu tidak perlu khawatir, sebab kulit kepala kering ini bisa diatasi dengan berbagai cara di bawah ini!

Table of Content

Apa itu kulit kepala kering dan kenapa perlu ditangani?

Apa itu kulit kepala kering dan kenapa perlu ditangani?

Kulit kepala kering adalah kondisi saat area kulit di kepala kehilangan kelembapan, jadi terasa ketarik, gatal, atau mudah mengelupas. Masalah ini sering bikin kamu salah paham karena tampilannya mirip ketombe, padahal penyebab dan perawatannya bisa berbeda. Kalau kamu paham konteksnya dari awal, kamu jadi lebih gampang menentukan cara yang tepat buat mengatasi kulit kepala kering.

Kulit kepala kering juga nggak cuma soal rasa nggak nyaman, tapi bisa mengganggu mood dan bikin kamu jadi insecure saat pakai baju warna gelap. Karena itu, menanganinya lebih cepat akan bantu kulit kepala kembali tenang dan rambut terasa lebih sehat. Semakin kamu telat memperbaiki kebiasaan perawatan, biasanya keluhannya makin gampang kambuh.

Penyebab kulit kepala kering

Kulit kepala kering bisa muncul karena banyak faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari sampai kondisi kulit tertentu. Kadang masalahnya bukan cuma dari satu hal, tapi kombinasi yang bikin kulit kepala jadi overwhelmed. Karena itu, langkah paling masuk akal adalah mencari penyebabnya dulu sebelum kamu memilih produk.

Saat kamu tahu pemicunya, kamu bisa menghindari hal yang bikin kondisi makin parah dan fokus pada perawatan yang tepat. Ini juga yang bikin hasilnya lebih cepat terasa, bukan cuma bersaih sementara lalu kambuh lagi. Jadi, jangan buru-buru menyalahkan shampo yang nggak cocok, ya, karena penyebabnya bisa lebih luas.

1. Keramas terlalu sering bikin kulit kepala kehilangan kelembapan

Keramas memang penting, tapi terlalu sering bisa bikin minyak alami kulit kepala ikut terkikis. Akibatnya kulit kepala terasa kering, gatal, dan ketarik setelah rambut kering. Kalau kamu tipe yang gampang kering, frekuensi keramas perlu lebih diperhatikan.

2. Shampo dengan kandungan terlalu keras bikin kulit kepala stres

Beberapa formula shampo bisa terlalu kuat untuk kulit kepala sensitif, apalagi kalau kamu punya kecenderungan kulit kepala kering. Efeknya bisa muncul seperti kulit terasa perih, gatal, atau muncul serpihan halus. Karena itu, kulit kepala kering biasanya butuh formula yang lebih lembut.

3. Kebiasaan mandi air panas bikin skin barrier melemah

Air panas bisa bikin kulit kepala kehilangan kelembapan lebih cepat dari yang kamu kira. Kalau kamu sering mandi air panas, kulit kepala cenderung lebih gampang kering dan terasa perih. Akhirnya kulit jadi lebih sensitif dan gampang bereaksi pada produk.

4. Cuaca dingin dan ruangan ber-AC bikin kulit kepala makin kering

Lingkungan yang dingin atau terlalu sering kena AC bisa mempercepat penguapan kelembapan dari kulit. Kulit kepala pun jadi terasa gatal dan kadang muncul sisik halus. Makanya, kulit kepala kering sering terasa lebih “rewel” saat cuaca lagi nggak bersahabat.

5. Styling berlebihan bikin kulit kepala gampang iritasi

Kalau kamu sering pakai alat panas atau produk styling terlalu dekat ke kulit kepala, area itu bisa ikut terdampak. Panas dan residu produk bisa memicu kulit terasa kering atau gatal. Ini alasan kenapa scalp care juga penting, bukan cuma hair care.

6. Eksim dan psoriasis bisa jadi pemicu kulit kepala kering

Beberapa kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis bisa bikin kulit kepala mudah mengelupas, gatal, dan tampak berkerak. Kalau kamu merasa gejalanya berat dan sering kambuh, kamu perlu lebih hati-hati dalam memilih perawatan. Di titik ini, cek ke dokter bisa jadi pilihan yang lebih aman.

7. Dermatitis seboroik bisa membuat kulit kepala terasa tidak nyaman

Meski sering dikira ketombe biasa, dermatitis seboroik juga bisa memunculkan rasa gatal dan sisik di kulit kepala. Kondisinya bisa campur antara kering dan meradang, jadi perawatannya perlu lebih tepat. Kalau salah langkah, kulit kepala justru makin gampang iritasi.

Cara mengatasi kulit kepala kering

Cara mengatasi kulit kepala kering paling efektif adalah fokus ke tiga hal, yaitu menenangkan, mengembalikan kelembapan, dan menjaga kebersihan kulit kepala dengan cara yang lembut. Ini penting karena kulit kepala kering biasanya terjadi saat pelindung kulit melemah, jadi kamu perlu bantu memperbaikinya pelan-pelan. Semakin konsisten kamu melakukan perawatan yang tepat, hasilnya biasanya lebih stabil. Simak caranya di bawah, ya, Bela!

1. Aplikasikan minyak atsiri

cara mengatasi kulit kepala kering dengan minyak atsiri
pexels.com

Langkah pertama nan sederhana yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengaplikasikan minyak atsiri di area kulit kepala yang terdampak. Kamu bisa aplikasikan minyak atsiri ke telapak tangan, lalu usap merata ke area kulit kepala dan pijat perlahan-lahan agar minyak atsiri menyerap sempurna.

Untuk hasil yang maksimal, kamu bisa gunakan minyak atsiri yang mampu melembapkan area kulit kepala, seperti minyak kelapa misalnya. Tak hanya mengembalikan kelembapan kulit kepala, minyak kelapa juga dipercaya mampu mengatasi jamur dan bakteri yang menempel.

2. Mengaplikasikan salep yang diperuntukkan bagi kulit kepala kering

mengoleskan salep khusus kulit kepala
Pexels.com/rawpixel

Seperti yang kamu ketahui, kulit kepala kering juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, salah satunya eksim. Apabila kulit kepalamu kering akibat eksim, maka tak ada salahnya untuk berobat ke dokter dan melakukan konsultasi agar masalah yang satu ini bisa teratasi dengan baik.

Umumnya, dokter menyarankan penderita eksim yang mengalami kulit kepala kering untuk mengaplikasikan salep yang mengandung kortikosteroid. Perlu kamu ketahui kortikosteroid ini berfungsi meredakan peradangan.

3. Keramas dengan sampo yang tepat

freepik.com/jcomp
freepik.com/jcomp

Keramas dengan sampo bukan cuma soal membersihkan rambut, tapi juga membantu mengatasi masalah kulit kepala yang memicu gatal dan sisik. Kondisi seperti seborrheic dermatitis, yaitu bentuk eczema kronis di kulit kepala, sering menyebabkan kulit tampak merah, bersisik, dan terasa gatal. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini umumnya ditangani dengan medicated shampoos untuk membantu mengontrol gejala seperti kulit bersisik dan rasa tidak nyaman di area scalp.

Selain itu, psoriasis kulit kepala juga kerap terlihat mirip ketombe biasa, padahal termasuk gangguan peradangan kronis. Mayo Clinic menjelaskan bahwa psoriasis membuat pergantian sel kulit terjadi lebih cepat, sehingga sisik menumpuk dan terasa gatal. Karena gejalanya bisa tumpang tindih dengan seborrheic dermatitis, penggunaan medicated shampoos yang sesuai biasanya dipilih berdasarkan kondisi kulit kepala masing-masing.

4. Aplikasikan lidah buaya

freepik.com/freepik
freepik.com/freepik

Jika kamu memiliki tanaman lidah buaya di rumah, maka tak ada salahnya untuk mengaplikasikan lidah buaya ke kulit kepalamu yang kering. Perlu kamu ketahui bahwa lidah buaya dipercaya mampu mengembalikan kelembapan rambutmu. Tidak hanya itu, lidah buaya juga bisa mengatasi inflamasi di area kulit kepala.

Cara mengaplikasikannya juga mudah. Kamu bisa aplikasikan buah lidah buaya di area kulit kepala yang kering, lalu diamkan selama kurang lebih 10 menit, kemudian bilas dengan bersih.

5. Hindari kebiasaan menggaruk

ilustrasi orang menggaruk kepala (freepik.com/kues1)
freepik.com/kues1

Saat rasa gatal menyerang, refleks pertama yang sering muncul adalah menggaruk kulit kepala. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat kondisi kulit kepala semakin sensitif dan tidak nyaman. Semakin sering digaruk, risiko iritasi pun jadi lebih besar.

Garukan berulang bisa memicu luka kecil yang terasa perih dan memperlambat proses pemulihan kulit kepala. Dalam beberapa kasus, iritasi ini malah membuat kulit kepala jadi lebih kering dan gampang bermasalah. Karena itu, menahan diri untuk tidak menggaruk bisa membantu kulit kepala pulih lebih cepat dan stabil.

6. Jangan sering gonta-ganti sampo

Ilustrasi wanita sedang keramas.
pexels.com/Kampus Production

Saat kulit kepala kering dan sensitif, terlalu sering gonta-ganti sampo justru bisa memperparah kondisinya. Kulit kepala butuh waktu untuk beradaptasi, sehingga mengganti produk terlalu cepat bikin kamu sulit menilai mana yang benar-benar cocok dan mana yang memperburuk keadaan scalp-mu.

Lebih baik gunakan satu sampo secara konsisten selama beberapa kali pemakaian terlebih dulu. Dari situ, kamu bisa melihat apakah kulit kepala terasa lebih nyaman atau justru makin kering, lalu baru mengevaluasi perlu lanjut atau ganti produk.

7. Bilas rambut sampai bersih supaya residu produk nggak menumpuk

ilustrasi seseorang sedang keramas
unsplash.com/LindsayCash

Bilas rambut sampai bersih supaya residu produk nggak menumpuk. Residu sampo, conditioner, atau produk styling yang tertinggal bisa menempel di kulit kepala dan membentuk lapisan yang mengganggu, sehingga kulit jadi lebih mudah iritasi dan terasa gatal. Saat kulit kepala sudah kering dan sensitif, gangguan kecil seperti ini bisa membuatnya makin rewel karena skin barrier jadi makin iritasi.

Jadi, pastikan kamu bilas dengan teliti terutama di bagian belakang kepala dan garis rambut yang sering terlewat. Kalau perlu, bilas sedikit lebih lama sampai rambut terasa benar-benar bersih dan tidak licin. Dengan begitu, kulit kepala punya ruang untuk pulih tanpa pemicu tambahan dari penumpukan produk.

Kapan kulit kepala kering harus kamu cek ke dokter?

Kulit kepala kering yang ringan biasanya bisa membaik dengan perubahan kebiasaan dan perawatan yang tepat. Namun, kalau kondisinya makin parah, kamu perlu tahu kapan harus berhenti coba-coba dan mulai cari bantuan profesional. Ini penting supaya kamu nggak salah langkah dan malah memperburuk kondisi kulit.

Kalau kamu merasa keluhannya sudah nggak bisa teratasi dengan cara di atas atau terlalu mengganggu aktivitas, lebih aman untuk konsultasi. Kulit kepala kering yang dipicu kondisi tertentu seperti eksim atau psoriasis sering butuh penanganan yang lebih spesifik. Jadi, tujuan kamu bukan cuma mengurangi serpihan, tapi memastikan kulit kepala kamu pulih dengan aman.

1. Kalau gatalnya parah sampai bikin kamu susah fokus

Gatal yang intens dan terus muncul bisa jadi tanda bahwa kulit kepala kamu sedang meradang. Kalau kamu sudah coba perawatan basic tapi tetap mengganggu, kamu sebaiknya cek lebih lanjut. Ini bisa membantu kamu mendapat solusi yang lebih tepat.

2. Kalau ada luka, perih, atau kerak yang makin tebal

Kalau kamu mulai melihat luka kecil atau area yang terasa perih saat disentuh, itu bisa berarti iritasi sudah makin berat. Kerak tebal juga bisa jadi sinyal ada kondisi kulit tertentu. Di tahap ini, penanganan profesional biasanya lebih aman.

3. Kalau kulit kepala kering nggak membaik walau sudah ganti rutinitas

Kadang kamu sudah ganti shampo, mengurangi air panas, dan lebih hati-hati, tapi tetap belum membaik. Ini bisa menandakan penyebabnya bukan sekadar masalah kelembapan biasa. Cek ke dokter bisa mempercepat kamu menemukan akar masalahnya.

4. Kalau kamu curiga ada eksim atau psoriasis di kulit kepala

Eksim dan psoriasis bisa muncul dengan gejala gatal, merah, dan mengelupas yang lebih ekstrem. Kalau kamu punya riwayat kondisi kulit tertentu, kamu perlu lebih waspada. Dengan diagnosis yang jelas, kamu jadi nggak salah treatment.

5. Kalau rambut terasa makin rontok karena kulit kepala tidak nyaman

Kulit kepala yang stres bisa membuat kamu lebih sering menggaruk atau merasa perih, yang akhirnya memengaruhi kondisi rambut. Rontoknya bisa terasa lebih banyak, meski penyebab utamanya tetap perlu dicek. Kalau kamu khawatir, konsultasi adalah langkah yang paling aman.

6. Kalau kamu butuh rekomendasi obat atau salep khusus

Beberapa kondisi kulit kepala kering bisa perlu salep tertentu, dan ini sebaiknya berdasarkan saran medis. Kamu nggak perlu nebak-nebak sendiri karena kulit kepala termasuk area sensitif. Dengan arahan yang tepat, kamu bisa lebih cepat pulih tanpa risiko tambah parah.

Penutup

Kulit kepala kering memang bikin nggak nyaman, tapi kabar baiknya kondisi ini bisa kamu atasi dengan langkah yang tepat dan konsisten. Dengan mengenali penyebabnya, kamu jadi tau perawatan apa yang paling sesuai, mulai dari memilih produk yang lembut sampai menerapkan rutinitas yang lebih ramah untuk kulit kepala. Kalau keluhannya terasa berat atau nggak kunjung membaik, jangan ragu cari bantuan profesional supaya kulit kepala kering kamu bisa pulih lebih cepat dan aman.

FAQ tentang kulit kepala kering

Kulit kepala kering apakah sama dengan ketombe?

Kulit kepala kering dan ketombe terlihat mirip karena sama-sama mengelupas. Bedanya, kulit kepala kering lebih terkait kurang lembap, sedangkan ketombe lebih sering dipengaruhi minyak dan faktor lain. Karena itu, cara mengatasinya juga bisa berbeda.

Kulit kepala kering apakah bisa bikin rambut rontok?

Kulit kepala yang tidak nyaman bisa memicu kamu lebih sering menggaruk atau mengalami stres di area scalp. Itu bisa membuat rambut terasa lebih gampang rontok sementara. Kalau rontoknya parah dan lama, sebaiknya kamu cek lebih lanjut.

Kulit kepala kering boleh keramas setiap hari nggak?

Kalau kulit kepala kamu kering, keramas setiap hari cenderung bikin kondisi makin memburuk. Kamu bisa coba kurangi frekuensinya dan lihat apakah kulit kepala terasa lebih nyaman. Yang penting, sesuaikan dengan aktivitas kamu juga.

Kulit kepala kering bisa hilang permanen atau bisa kambuh lagi?

Kulit kepala kering bisa membaik dan terasa normal lagi kalau kamu konsisten merawatnya. Namun,  kondisi ini bisa kambuh kalau pemicunya muncul lagi, seperti cuaca ekstrem atau produk yang tidak cocok. Jadi, kuncinya adalah menjaga kebiasaan yang baik dalam jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jennifer Alexis Tanjung
Shavira Annisa
3+
Jennifer Alexis Tanjung
EditorJennifer Alexis Tanjung
Follow Us

Latest in Beauty

See More

Kulit Kepala Kering? Begini Cara Mengatasinya! 

27 Jan 2026, 23:05 WIBBeauty