Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, banyak orang mulai mempertanyakan kembali arti “cukup”. Tidak lagi sekadar tentang pencapaian atau apa yang terlihat di permukaan, tetapi tentang hal-hal yang lebih dalam, yakni bagaimana seseorang merasa utuh, dan pada akhirnya, muncul keinginan untuk memberi. Dari sini, makna merawat diri pun perlahan berubah. Ia tidak lagi berhenti pada ritual personal, melainkan berkembang menjadi fondasi untuk hadir lebih luas bagi orang lain.
Sebagai seseorang yang cukup sering mengamati bagaimana perempuan hari ini menjalani keseharian, baik melalui percakapan, konten, maupun cerita-cerita kecil yang dibagikan, saya melihat satu benang merah yang sama: ada keinginan untuk tidak hanya merasa baik untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi berarti bagi sekitar. Perubahan cara pandang ini kemudian mendorong munculnya inisiatif yang tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada dampak yang bisa dirasakan bersama. Salah satu yang konsisten melakukannya adalah program Umroh Bareng Scarlett, yang kini memasuki tahun kelima.
