Dahulu, ketika saya masih menduduki sekolah dasar standar kecantikan seorang perempuan dalam pandangan saya ialah, berkulit putih, memiliki tubuh yang semampai, kaki jenjang, serta rambut panjang. That's why saya sempat mengalami rasa ketidakpuasan serta insecure dengan fisik yang dimilikinya. Namun, saat beranjak dewasa saya pun mulai berpikir, kecantikan sesorang nggak cuma dinilai dari "fisiknya" saja. 

#IAMREAL: Percaya Diri & Selalu Positif Jadi Kunci Hidup Neysa SoediroPopbela.com/Ila Schaffer

Nah, memasuki issue ke-7 dari #IAMREAL diangkatnya tema "PoWerpuff Beauty", dimana Popbela ingin menyadarkan para perempuan yang masih sering merasa insecure ataupun nggak percaya diri. Yup, karena makna "Cantik" itu luas, Bela! 

Dalam issue "PoWerpuff Beauty" ini sosok inspiratif yang saya pilih sebagai narasumber ialah Neysa Soediro. Seorang PR, Head Sales & Marketing dari salah satu art gallery yang terletak di Jakarta Selatan yakni, RUCI Art Space yang juga berprofesi sebagai disc jockey (DJ). Di Popbela.com ia ingin mengajak seluruh perempuan untuk bisa mencintai dan menerima diri apa adanya. "Jangan jadikan kekurangan yang kamu miliki sebagai hal yang negatif!"

Mulai dari body positivity, body shaming yang pernah dialaminya, hingga pesan positif untuk perempuan yang sering merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya. Simak kisah Neysa Soediro kepada Popbela di bawah ini ya. Keep scrolling, Bela!

"Body Positivity" di mata Neysa Soediro

Seperti yang kita ketahui makna body positivity itu sendiri ialah bagaimana cara kita menerima diri dan merasa bangga dengan diri kita apa adanya. Oleh karena itu menurut Neysa, persepsi orang lain terhadap kita itu merupakan prioritas kedua. Sedangkan prioritas utama sendiri adalah kita wajib merasa positif terhadap diri kita. 

"Body positivity menurut saya adalah sebuah pola pikir yang harus dilatih dan disadari karena seseorang yang memiliki pandangan positif terhadap dirinya akan sadar bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri, bukan pandangan orang lain terhadap kita."

#IAMREAL: Percaya Diri & Selalu Positif Jadi Kunci Hidup Neysa Soediro

Sempat mengalami Body Shaming....

"Hmm badan lo gemukan deh, lo nggak mau mencoba untuk diet?" Salah satu pernyataan yang cukup sering saya dengar. Meski terdengar halus atau pun bertujuan baik, namun pernyataan tersebut bisa dikatakan body shaming lho.Kepada Popbela, Neysa pun bercerita seputar body shaming pernah dialaminya dalam dunia sosial. Nggak ambil pusing, ia memilih untuk menghiraukannya. "hanya saya baca dan lupakan aja. Masuk kuping kiri keluar kuping kanan lah."

"Tentunya saya pernah mengalami body shaming, apalagi di dunia media sosial sekarang ini. Namun saya bukan tipe orang yang terlalu memikirkan hal tersebut. Tidak ada gunanya juga jika terus-menerus saya pikiri, apalagi menanggapi komentar orang-orang tersebut yang juga nggak ada pengaruhnya bagi saya, hubungan saya dengan orang-orang terdekat saya, ataupun pekerjaan saya. Buang-buang waktu saja."

Cara Neysa Melawan "Rasa tidak percaya dirinya"

"Saya hanya akan memikirkan segala hal yang sudah saya lakukan dan sudah dicapai. Jadi harus digeser titik pandangnya dari “what I see” ke “what I do”. Dengan mensyukuri apa yang sudah dicapai, pola pikir saya sendiri akan terbentuk ke arah yang lebih positif dan rasa kurang percaya diri tersebut akan hilang dengan sendirinya."

#IAMREAL: Percaya Diri & Selalu Positif Jadi Kunci Hidup Neysa SoediroPopbela.com/Ila Schaffer

3 kata untuk penampilanmu!

"Confident, bold, smart!"

#IAMREAL: Percaya Diri & Selalu Positif Jadi Kunci Hidup Neysa SoediroPopbela.com/Ila Schaffer

Tanggapan + pesan buat para perempuan yang merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya

"Tentunya semua orang ingin dirinya berkembang dalam segala aspek, termasuk aspek visual. Namun, yang disayangkan adalah apabila rasa 'kurang' tersebut mempengaruhi aspek-aspek lain, yang nantinya mungkin dapat menghalangi mereka terhadap hal-hal yang seharusnya bisa mereka raih. Semoga pada akhirnya mereka menyadari bahwa rasa 'kurang puas' tersebut tidak akan memberikan apa-apa kepada mereka, hanya hal negatif saja. Jadi menurut saya just embrace and love your body, no matter the size and don't let your mind bully your body!"

Photo credit:


Photographer: Ila Schaffer
Makeup & Hair: Yuliyana Lesmana
Stylist: Nisya Wiliardi
Fashion Editor: Michael Richards
Wardrobe: Sweater H&M, Printed shirt Uniqlo

Baca Juga: #IAMREAL: Rendha Rais “Skill Itu Nggak Dilihat dari Bentuk Badan”