Pernah membicarakan atau menasihati seseorang mengenai tubuhnya, Bela? "Kamu terlalu kurus, jarang makan, ya?", "Ih badannya gemuk banget, diet dong!", "Pinggulmu besar banget, coba olahraga ini, deh." Jika ya, tandanya kamu pernah melakukan body shaming, sebuah tindakan saat seseorang dinilai secara negatif berdasarkan penampilan fisik mereka.  Meski hanya sekadar kata, atau bertujuan baik untuk mengingatkan teman untuk menjaga kesehatan tubuhnya, kalimat itu dapat menyakiti perasaannya, loh. Karena itu, tindakan ini perlu dihentikan!

7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Body Shaming

Mengutip dari Odyssey, tindakan body shaming dapat memicu rasa insecure pada seseorang. Ketika ada yang mengatakan dirinya terlalu gemuk atau terlalu kurus, orang itu akan merasa malu dan cemburu dengan temannya yang terlihat "lebih baik". Ia pun akan menilai seseorang yang "lebih buruk" dari dirinya secara negatif.

7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Body Shaming

Sebuah penelitian yang dikutip oleh Bullying Statistic mengungkapkan kalau seseorang yang menerima body shamming akan mengalami peningkatan risiko gangguan jantung dan metabolisme. Penelitian lain yang dikabarkan oleh The Huffington Post menunjukkan kalau body shaming dan penilaian negatif yang berhubungan dengan berat badan, memicu diabetes dan stroke 3x lipat pada seseorang. Kesimpulannya, body shaming dapat memicu gangguan kesehatan pada seseorang.

7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Body Shaming

Nggak hanya pada kesehatan fisik, body shaming juga memengaruhi kesehatan mental seseorang. Komentar negatif pada bentuk tubuh akan bertahan lama dalam diri seseorang, dan itu dapat memicu eating disorder, depresi, dan amarah pada orang lain.  

7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Body Shaming

Sebuah statistik menunjukkan kalau 94% remaja perempuan mengalami penilaian negatif pada tubuhnya. Namun, tindakan ini nggak hanya eksklusif untuk perempuan, loh. Remaja dan laki-laki dewasa juga mengalami hal yang sama, menerima komentar buruk mengenai berat badan dan bentuk tubuhnya. Sekitar 65% remaja laki-laki dilaporkan mengalami body shaming.

7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Body Shaming

Mungkin pada awalnya kamu ingin meminta teman untuk bisa menjaga gaya hidupnya lebih baik, atau dapat merawat kesehatan tubuhnya. Namun dengan kalimat yang menyinggung bentuk tubuhnya, itu sama sekali bukan sebuah nasihat yang dapat membuatnya lebih sehat, Bela. Faktanya, kondisi sehat nggak pernah berhubungan dengan bentuk tubuh seseorang, baik kurus maupun gemuk.

7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Body Shaming

Canggihnya teknologi dan tersedianya berbagai media sosial memengaruhi pandangan masyarakat tentang standar kecantikan yang "sempurna". Sosok model yang langsing, misalnya, semakin membuat masyarakat menepis keragaman bentuk tubuh yang ada. Selain itu, teknologi juga memudahkan seseorang untuk melakukan body shaming pada orang lain, nggak terkecuali pada artis yang belum tentu ia kenal.

7 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Body Shaming

Pada beberapa abad yang lalu, orang yang memiliki tubuh besar dan kelebihan berat badan justru dinilai sehat karena diyakini cukup sejahtera untuk dapat membeli makanan dan makan dengan baik. Namun di masa kini, memiliki tubuh kurus adalah lambang kesejahteraan dan olahraga.

Jika ingin mengajak sehat, lakukan tanpa menyinggung bentuk tubuh temanmu, Bela. Jika ingin menilai bentuk tubuh seseorang, tahan dan refleksikan tindakan itu pada dirimu sendiri. Pantaskah kita menilai tubuh orang lain saat diri sendiri pun nggak sempurna? Yuk, stop body shaming!

Baca Juga: Menginspirasi, Ini 7 Reaksi Artis Indonesia Melawan Body Shaming