Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur, Benarkah Bisa Bikin Susah Terlelap?

6 min read
Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur, Benarkah Bisa Bikin Susah Terlelap?
Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Alexandra Gorn)
  • Kafein menghambat reseptor adenosin sehingga otak tetap waspada, terutama bila dikonsumsi dekat waktu tidur, dan membuat seseorang lebih sulit terlelap.
  • Meta-analisis 24 studi mengaitkan kafein dengan berkurangnya durasi serta efisiensi tidur, meningkatnya waktu untuk tertidur, tidur dangkal, dan lebih sering terjaga.
  • Kafein juga berasal dari teh, minuman energi, dan cokelat; waktu, jumlah, serta sensitivitas individu perlu diperhatikan, dengan jeda konsumsi sebelum tidur disesuaikan respons tubuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buat sebagian orang, secangkir kopi di pagi hari sudah menjadi bagian dari rutinitas. Ada yang membutuhkannya untuk mengusir rasa kantuk, menemani bekerja, atau sekadar menikmati waktu santai. Namun, kebiasaan minum kopi ternyata perlu diperhatikan, terutama kalau kamu sering mengonsumsinya menjelang sore atau malam.

Kafein memang dikenal sebagai zat yang dapat membuat tubuh terasa lebih alert. Masalahnya, efek tersebut justru bisa terbawa sampai waktu tidur. Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin, yaitu senyawa yang berperan dalam munculnya rasa kantuk. Akibatnya, otak tetap berada dalam kondisi lebih waspada meski tubuh sebenarnya sudah membutuhkan istirahat.

Lantas, seperti apa dampak kafein terhadap kualitas tidur? Apakah cukup dengan menghindari kopi sebelum tidur, atau perlu membatasi konsumsi sejak sore? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

  1. 1. Kafein menghambat sinyal kantuk di otak

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Nathan Dumlao)

    Rasa kantuk yang muncul setelah tubuh beraktivitas sepanjang hari bukan tanpa alasan. Salah satu zat yang berperan dalam proses tersebut adalah adenosin. Kadarnya akan meningkat selama seseorang terjaga dan membantu memberikan sinyal bahwa tubuh membutuhkan tidur.

    Kafein memiliki kemampuan untuk berikatan dengan reseptor adenosin tanpa memberikan efek kantuk yang sama. Sederhananya, kafein seperti "menghalangi" adenosin untuk menyampaikan sinyal lelah kepada otak. Inilah salah satu alasan mengapa setelah minum kopi, kamu bisa merasa lebih segar dan sulit mengantuk.

    Efek tersebut memang bisa membantu ketika kamu membutuhkan konsentrasi tambahan. Namun, jika kafein dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kondisi otak yang masih alert dapat membuat proses untuk benar-benar terlelap menjadi lebih sulit.

  2. 2. Efek kafein bisa bertahan berjam-jam

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Nathan Dumlao)

    Mungkin kamu berpikir, "Saya minum kopi sore, tapi sudah tidak merasa efeknya saat malam." Padahal, hilangnya rasa melek bukan berarti kafein sudah sepenuhnya keluar dari tubuh.

    Lama kafein bertahan dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk metabolisme dan kebiasaan konsumsi. Karena itu, waktu konsumsi menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan jika kamu memiliki masalah tidur.

    Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analysis terhadap 24 studi menemukan bahwa konsumsi kafein dapat mengurangi total waktu tidur dan efisiensi tidur, sekaligus meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk mulai tertidur. Artinya, meski kamu tetap bisa tidur setelah minum kopi, bukan berarti kualitas tidurmu tidak terpengaruh.

  3. 3. Bisa membuat kamu lebih sulit untuk tertidur

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Solving Healthcare)

    Salah satu dampak yang paling mudah dirasakan setelah mengonsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur adalah sulit terlelap. Kondisi ini terjadi karena efek stimulasi kafein membuat otak tetap aktif ketika seharusnya mulai memasuki fase istirahat. Kamu mungkin sudah berbaring di tempat tidur, tetapi pikiran masih terasa segar dan tubuh belum menunjukkan rasa kantuk yang cukup.

    Dalam penelitian yang dirangkum pada meta-analysis 2023, konsumsi kafein rata-rata meningkatkan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk tertidur sekitar sembilan menit. Angka tersebut mungkin terdengar kecil, tetapi efeknya bisa menjadi lebih terasa jika terjadi secara rutin atau disertai durasi tidur yang memang sudah terbatas.

  4. 4. Tidur bisa menjadi lebih dangkal

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Isabella Fischer)

    Bukan hanya membuatmu lebih lama terlelap, kafein juga dapat memengaruhi kedalaman tidur. Padahal, tidur yang berkualitas bukan hanya tentang berapa lama kamu berada di tempat tidur, tetapi juga bagaimana tahapan tidur berlangsung.

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat mengurangi durasi dan proporsi tidur dalam atau deep sleep. Pada saat yang sama, durasi tidur ringan dapat meningkat.

    Akibatnya, kamu mungkin merasa sudah tidur cukup lama, tetapi ketika bangun tubuh belum benar-benar terasa segar. Kondisi ini tentu kurang ideal, terutama jika keesokan harinya kamu harus bekerja, belajar, atau menjalani aktivitas yang membutuhkan konsentrasi.

  5. 5. Kafein bisa membuatmu lebih sering terbangun

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Mike Kenneally)

    Kualitas tidur juga dapat terganggu ketika kamu lebih mudah terbangun di tengah malam. Gangguan seperti ini terkadang tidak terlalu disadari karena seseorang bisa kembali tertidur dalam waktu singkat.

    Namun, tidur yang sering terputus tetap dapat memengaruhi kualitas istirahat secara keseluruhan. Dalam meta-analysis terhadap berbagai penelitian, konsumsi kafein dikaitkan dengan peningkatan waktu terjaga setelah seseorang mulai tidur.

    Kalau kamu sering merasa tidur tetapi seperti tidak benar-benar pulas, kebiasaan mengonsumsi kopi, teh, minuman energi, atau sumber kafein lainnya pada sore dan malam hari bisa menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi.

  6. 6. Kurang tidur akibat kafein bisa berpengaruh ke esok hari

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Greg Pappas)

    Efeknya tidak berhenti ketika malam berakhir. Tidur yang terganggu dapat membuatmu bangun dalam kondisi kurang bugar dan akhirnya memengaruhi aktivitas pada hari berikutnya.

    Kamu mungkin merasa lebih sulit berkonsentrasi, cepat mengantuk, atau tidak seproduktif biasanya. Di sinilah muncul siklus yang cukup umum: merasa lelah pada siang hari, kemudian minum kopi untuk kembali berenergi, lalu kesulitan tidur pada malam berikutnya.

    Penelitian mengenai kafein dan tidur memang menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kafein dengan berkurangnya durasi serta efisiensi tidur. Besarnya dampak juga dapat berbeda tergantung dosis, waktu konsumsi, kebiasaan minum kafein, dan sensitivitas masing-masing orang.

  7. 7. Bukan cuma kopi, kafein juga ada di minuman lain

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Drew Jemmett)

    Ketika membicarakan kafein, kopi biasanya menjadi minuman pertama yang terlintas di pikiran. Padahal, sumber kafein tidak terbatas pada kopi.

    Teh, minuman energi, cokelat, serta sejumlah produk dan minuman lainnya juga dapat mengandung kafein. Karena itu, kalau kamu sedang mencoba memperbaiki kualitas tidur, penting untuk memperhatikan seluruh asupan kafein dalam sehari, bukan hanya jumlah kopi yang diminum.

    Terlebih lagi, kandungan kafein dapat berbeda-beda tergantung jenis produk dan porsinya. Jadi, jangan sampai kamu sudah mengurangi kopi sore, tetapi tetap mendapatkan asupan kafein dari minuman lain tanpa disadari.

  8. 8. Beri jeda kafein sebelum waktu tidur

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Pariwat Pannium)

    Lalu, kapan sebaiknya berhenti minum kopi? Batas waktunya tidak sama untuk setiap orang. Namun, semakin dekat konsumsi kafein dengan waktu tidur, semakin besar kemungkinan tidurmu terganggu. Penelitian meta-analysis 2023 bahkan memperkirakan bahwa secangkir kopi dengan sekitar 107 mg kafein sebaiknya dikonsumsi setidaknya sekitar 8,8 jam sebelum waktu tidur untuk menghindari pengurangan total waktu tidur.

    Jadi, aturan "enam jam sebelum tidur" bisa menjadi titik awal yang cukup praktis, tetapi bukan jaminan bahwa semua orang akan bebas dari efek kafein. Kalau kamu termasuk orang yang sensitif terhadap kafein, memberi jarak lebih panjang bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

    Misalnya, jika biasanya tidur pukul 22.00, kamu bisa mulai menghindari minuman berkafein sejak sore. Kalau setelah melakukan perubahan tersebut kualitas tidur masih terganggu, pertimbangkan untuk memajukan lagi waktu konsumsi kafein.

  9. 9. Perhatikan reaksi tubuhmu sendiri

    Dampak Kafein terhadap Kualitas Tidur
    Dampak Kafein Terhadap Kualitas Tidur (Dok. unsplash.com/Kinga Howard)

    Setiap orang bisa memberikan respons yang berbeda terhadap kafein. Ada yang masih bisa minum kopi setelah makan malam dan tetap tidur seperti biasa, sementara orang lain bisa sulit terlelap hanya karena minum kopi pada sore hari.

    Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh dosis, waktu konsumsi, kebiasaan mengonsumsi kafein, serta faktor biologis dan metabolisme individu. Penelitian juga menunjukkan adanya variasi sensitivitas seseorang terhadap efek kafein pada tidur.

    Karena itu, tidak perlu langsung menganggap bahwa kamu harus berhenti minum kopi sepenuhnya. Coba perhatikan pola sederhana: kapan kamu minum kafein, berapa banyak yang dikonsumsi, kapan mulai tidur, dan bagaimana kondisi tubuh saat bangun.

    Kopi dan minuman berkafein sebenarnya tidak harus menjadi musuh. Yang perlu diperhatikan adalah waktu, jumlah, dan bagaimana tubuhmu meresponsnya. Jika kamu sering mengalami kesulitan tidur, tidur terasa tidak nyenyak, atau bangun dalam kondisi masih lelah, kebiasaan mengonsumsi kafein terutama pada sore dan malam hari layak menjadi salah satu hal yang diperiksa. Bukti penelitian menunjukkan bahwa kafein memang dapat memengaruhi waktu tidur, efisiensi tidur, serta kedalaman tidur.

    Jadi, kalau secangkir kopi pagi bisa membuat hari terasa lebih menyenangkan, pastikan kebiasaan tersebut tidak berlanjut hingga mengorbankan waktu istirahat malam. Sebab, tubuh yang mendapatkan tidur cukup tetap menjadi modal penting untuk menjalani hari berikutnya dengan lebih segar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More