Gigi yang goyang terjadi karena rusaknya dukungan tulang alveolar yang menyangga gigi. Apabila kerusakan jaringan penyangga gigi sudah moderate, cara mengatasi gigi goyang agar kuat kembali yang bisa dilakukan adalah tindakan bedah periodontal lanjutan. Jenis prosedurnya beragam, dapat berupa flap periodontal surgery yang dapat disertai bone graft (cangkok tulang).
Terapi regeneratif dengan cangkok tulang ini bertujuan untuk mengisi defek tulang alveolar, meregenerasi jaringan penyangga gigi, eliminasi kantong gusi yang dalam dan membersihkan area infeksi pada jaringan penyangga gigi. Terapi bedah periodontal ini dapat efektif dilakukan pada kondisi kerusakan tulang alveolar yang belum parah sehingga masih ada sisa tulang alveolar yang memadai dan adekuat.
Itulah beberapa cara mengatasi gigi goyang agar kuat kembali yang dapat dilakukan sesuai penyebabnya.
Selain menjalani perawatan dari dokter gigi, penting juga untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, menghindari kebiasaan menggertakkan gigi, serta rutin melakukan kontrol agar kesehatan jaringan penyangga tetap terjaga.
Semakin cepat gigi goyang mendapatkan penanganan, semakin besar pula peluang gigi tersebut dapat dipertahankan.
Referensi:
Graetz C, Ostermann F, Woeste S, Sälzer S, Dörfer CE, Schwendicke F. Long-term Survival and Maintenance Efforts of Splinted Teeth in Periodontitis Patients. Journal of Dentistry. 2019;80:49–54. doi:10.1016/j.jdent.2018.10.009. (Diakses 30 Juni 2026)
Cleveland Clinic. Loose Tooth. Terakhir ditinjau 18 Juni 2024. Diakses 30 Juni 2026.
Sternlicht HC. Principles and Techniques for the Stabilization of Loose Teeth. Dental Clinics of North America. 1969;13(1).
TruCare Dentistry. How to Strengthen Loose Teeth: Causes and Remedies. Dipublikasikan 31 Mei 2026. (Diakses 30 Juni 2026)