Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengatasi Gigi Goyang agar Kuat Kembali, Jangan Buru-Buru Dicabut
magnific.com/pressfoto
  • Gigi goyang pada orang dewasa tidak selalu harus dicabut karena masih bisa dipertahankan sesuai penyebab dan kondisi jaringan penyangganya.

  • Cara mengatasi gigi goyang agar kuat kembali dapat meliputi scaling, root planing, splinting, penggunaan night guard, hingga tindakan periodontal sesuai indikasi.

  • Pemeriksaan dokter gigi penting untuk mengetahui penyebab kegoyangan sekaligus menentukan perawatan yang tepat agar kondisi gigi tidak semakin parah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gigi goyang pada orang dewasa sering kali menimbulkan rasa cemas karena dianggap sebagai tanda bahwa gigi harus segera dicabut. Dalam beberapa kondisi tertentu, kondisi ini tidak selalu berakhir dengan cabut gigi. Banyak kasus gigi yang mulai goyang masih memiliki peluang untuk dipertahankan apabila penyebabnya diketahui dan ditangani dengan tepat sesuai dengan indikasi. 

Berbagai sumber menunjukkan bahwa penanganan yang sesuai dapat membantu mempertahankan gigi goyang dalam jangka panjang. Kondisi ini juga akan membaik terutama bila disertai perawatan gigi yang rutin dan kebersihan mulut yang terjaga. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab gigi goyang serta cara mengatasi gigi goyang agar kuat kembali. 

Apa penyebab gigi goyang?

vecteezy.com/Praewpailyn Srijaroen

Gigi permanen pada dasarnya ditopang oleh jaringan penyangga yang terdiri dari gusi, ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Ketika salah satu atau beberapa jaringan tersebut mengalami kerusakan, kemampuan gigi untuk tetap stabil akan berkurang sehingga gigi mulai terasa goyang.

Melansir Principles and Techniques for the Stabilization of Loose Teeth karya Harold C. Sternlicht, mobilitas gigi bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda klinis yang menunjukkan adanya gangguan pada jaringan penyangga gigi. Kondisi ini paling sering berkaitan dengan penyakit periodontal yang menyebabkan berkurangnya tulang alveolar sehingga gigi kehilangan penyangga alaminya.

Gigi goyang terjadi disebabkan penumpukan plak dan karang gigi sehingga membentuk kantong gusi dan meningkatkan infeksi pada gusi dan jaringan penyangga. Hal ini akan memicu kerusakan tulang alveolar yang menyangga gigi. Jika sudah ada defek dan penurunan pada tulang alveolar, maka gigi bisa menjadi goyang. 

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko gigi goyang antara lain cedera karena terjatuh, kebiasaan buruk seperti bruksism dan hubungan penyakit sistemik seperti Diabetes Mellitus. Maka dari itu, kondisi gigi goyang harus diperiksa secara komprehensif untuk mengetahui penyebab dan kondisi dari masing-masing pasien.

1. Menjalani scaling dan root planing

pexels.com/Andrea Piacquadio

Terapi awal untuk mengatasi gigi goyang agar kuat kembali adalah dengan menjalani scaling dan root planing. Scaling adalah proses pembersihan plak dan karang gigi yang menempel di permukaan gigi. Sementara itu, root planing adalah proses pembersihan dan penghalusan permukaan akar gigi yang letaknya tersembunyi jauh di bawah gusi. Tindakan ini baru dilakukan jika infeksi gusi sudah parah dan merusak jaringan dalam.

Melansir Cleveland Clinic, scaling dan root planing merupakan terapi awal yang umum dilakukan pada pasien dengan infeksi jaringan penyangga atau yang dapat disebut periodontitis. Periodontitis adalah infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.

Plak dan kalkulus merupakan etiologi utama penyebab penyakit periodontal karena kolonisasi bakteri di dalam plak dan kalkulus. Perawatan di atas bertujuan eliminasi plak dan kalkulus sebagai faktor utama penyebab perkembangan infeksi sehingga gigi goyang tidak semakin memburuk. Journal of Clinical Periodontology mencatat survival rate gigi goyang di atas 85% setelah 5 tahun, asal pasien rutin menjaga kebersihan mulut dan mengontrol faktor risiko dengan cara ini

2. Melakukan splinting gigi

pexels.com/Andrea Piacquadio

Jika gigi masih dapat dipertahankan tetapi mobilitasnya cukup tinggi, dokter gigi dapat menyarankan prosedur splinting. Tindakan ini dilakukan dengan menghubungkan gigi yang goyang dengan gigi di sebelahnya menggunakan bahan komposit, wire atau serat khusus sehingga posisinya menjadi lebih stabil. Tindakan splinting dapat dilakukan setelah pemeriksaan secara klinis dan radiograf untuk mengevaluasi kondisi gusi dan tulang yang ada,  sehingga tindakan splinting dapat dilakukan sesuai indikasi. 

Melansir penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dentistry, splinting tidak meningkatkan risiko kehilangan gigi dibandingkan gigi yang tidak menjalani prosedur tersebut. Sebaliknya, tindakan ini dapat membantu mengurangi mobilitas gigi sehingga pasien merasa lebih nyaman saat mengunyah maupun berbicara. Namun, splint tetap memerlukan kontrol dan perawatan berkala agar kondisinya tetap optimal.

3. Menggunakan night guard bila mengalami bruxism

reepik.com/wavebreakmedia-micro

Kebiasaan menggertakkan atau mengatupkan gigi saat tidur dapat memberikan tekanan berlebih pada jaringan penyangga gigi. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi membuat gigi menjadi goyang. Lebih lanjut pada kondisi gigi yang telah goyang, kebiasaan buruk ini bisa memperburuk keadaan. 

Dokter gigi dapat menyarankan penggunaan night guard untuk melindungi gigi dari tekanan berlebihan selama tidur. Dengan begitu, jaringan penyangga memiliki kesempatan untuk pulih sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah.

4. Melakukan penyesuaian gigitan

pexels.com/Kaboompics

Pada beberapa orang, posisi gigitan yang tidak seimbang menyebabkan satu atau beberapa gigi menerima tekanan lebih besar dibandingkan gigi lainnya. Kondisi ini dapat memperparah kegoyangan apabila dibiarkan.

Pada kondisi ini, dokter gigi dapat melakukan occlusal bite adjustment. Proses ini dilakukan dengan mengurangi sedikit permukaan email gigi tertentu agar tekanan saat menggigit menjadi lebih merata dan ringan. Langkah ini membantu mengurangi beban pada gigi yang goyang sehingga proses penyembuhannya menjadi lebih optimal.

5. Menjalani operasi periodontal bila diperlukan

unsplash.com/Caroline LM

Gigi yang goyang terjadi karena rusaknya dukungan tulang alveolar yang menyangga gigi. Apabila kerusakan jaringan penyangga gigi sudah moderate, cara mengatasi gigi goyang agar kuat kembali yang bisa dilakukan adalah tindakan bedah periodontal lanjutan. Jenis prosedurnya beragam, dapat berupa flap periodontal surgery yang dapat disertai bone graft (cangkok tulang).

Terapi regeneratif dengan cangkok tulang ini bertujuan untuk mengisi defek tulang alveolar, meregenerasi jaringan penyangga gigi, eliminasi kantong gusi yang dalam dan membersihkan area infeksi pada jaringan penyangga gigi. Terapi bedah periodontal ini dapat efektif dilakukan pada kondisi kerusakan tulang alveolar yang belum parah sehingga masih ada sisa tulang alveolar yang memadai dan adekuat. 

Itulah beberapa cara mengatasi gigi goyang agar kuat kembali yang dapat dilakukan sesuai penyebabnya.

Selain menjalani perawatan dari dokter gigi, penting juga untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, menghindari kebiasaan menggertakkan gigi, serta rutin melakukan kontrol agar kesehatan jaringan penyangga tetap terjaga.

Semakin cepat gigi goyang mendapatkan penanganan, semakin besar pula peluang gigi tersebut dapat dipertahankan. 

Referensi:

Graetz C, Ostermann F, Woeste S, Sälzer S, Dörfer CE, Schwendicke F. Long-term Survival and Maintenance Efforts of Splinted Teeth in Periodontitis Patients. Journal of Dentistry. 2019;80:49–54. doi:10.1016/j.jdent.2018.10.009. (Diakses 30 Juni 2026)

Cleveland Clinic. Loose Tooth. Terakhir ditinjau 18 Juni 2024. Diakses 30 Juni 2026.

Sternlicht HC. Principles and Techniques for the Stabilization of Loose Teeth. Dental Clinics of North America. 1969;13(1).

TruCare Dentistry. How to Strengthen Loose Teeth: Causes and Remedies. Dipublikasikan 31 Mei 2026. (Diakses 30 Juni 2026)

Curated For You

Editorial Team

Related Article