Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mencegah Bahaya Paparan Blue Light Berlebih

5 Cara Mencegah Bahaya Paparan Blue Light Berlebih
Freepik.com
  • Paparan blue light dari ponsel, terutama pada malam hari, dapat mengganggu ritme tidur dan memicu mata lelah atau tidak nyaman akibat penggunaan berkepanjangan.
  • Aktifkan mode malam dan gunakan kacamata berlensa penyaring cahaya biru untuk meminimalkan paparan yang mencapai mata saat memakai ponsel.
  • Batasi ponsel sebelum tidur, sesuaikan pencahayaan ruangan, serta atur kecerahan layar agar tidak terlalu terang maupun terlalu redup sesuai kondisi sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Blue light adalah salah satu spektrum cahaya dengan gelombang pendek dan tingkat energi yang tinggi. Paparan blue light bisa terjadi ketika kamu menggunakan ponsel, dan tahukah kamu bahwa paparan blue light, terutama pada malam hari, dapat memengaruhi ritme tidur, sementara penggunaan ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah hingga menimbulkan rasa tidak nyaman?

Lepas dari ponsel memang bukan hal yang mudah, apalagi ketika aktivitas sehari-hari, dari pekerjaan hingga hiburan melibatkannya. Namun, ada cara untuk mengurangi dampak paparan blue light agar mata tetap nyaman dan jam tidur kamu tetap terjaga.

Lalu, bagaimana cara mengurangi dampak paparan blue light?

  1. 1. Terapkan fitur mode malam di ponsel

    ponsel
    Pexels.com/Sanket Mishra

    Seiring perkembangan di dunia teknologi, banyak fitur di dalam ponsel yang kini bisa membuat penggunaannya semakin nyaman, salah satunya adalah kehadiran fitur mode malam. Fitur satu ini diketahui dapat membantu mengurangi paparan blue light berlebih.

    Kamu bisa mengaktifkan fitur satu ini kapan saja, namun, yang paling penting adalah menggunakannya di malam hari agar paparan cahaya biru yang berpotensi mengganggu produksi melatonin dapat diminimalisir.

  2. 2. Menggunakan kacamata dengan lensa anti radiasi

    kacamata
    Pexels.com/Pao Dayag

    Selain mengatur fitur mode malam pada ponsel yang kamu gunakan, kamu bisa mengganti lensa kacamata dengan lensa yang memiliki kemampuan menyaring cahaya biru yang dihasilkan dari layar ponsel.

    Ya, kacamata dengan lensa penyaring cahaya biru ini bekerja dengan meminimalisir blue light yang sampai ke mata. Di samping itu, penggunaan kacamata dengan lensa tersebut juga diklaim dapat membantu mengurangi mata lelah.

  3. 3. Membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur

    pexels-pixabay-270283.jpg
    Pexels.com/Pixabay

    Apakah kamu pernah mendengar ungkapan tentang ponsel bisa mengganggu waktu tidur? Ungkapan ini bukan mitos belaka, sebab, blue light yang dihasilkan oleh ponsel yang kamu gunakan memang bisa mengganggu waktu tidur.

    Oleh karena itu, agar kamu bisa tidur lebih nyenyak tanpa gangguan, sebaiknya hindari menggunakan ponsel menjelang waktu tidur dan menggantinya dengan kegiatan bermanfaat lain seperti membaca buku atau mencoba teknik relaksasi, misalnya.

  4. 4. Mengatur pencahayaan ruangan yang tepat

    Tidur telentang
    Pexels.com/Artem Podrez

    Blue light tak hanya dihasilkan oleh ponsel yang kamu gunakan setiap hari. Paparan cahaya satu ini juga bisa berasal dari lampu jenis LED dan CFL yang umumnya digunakan untuk penerangan di dalam ruangan.

    Selain mematikan lampu saat tidur, mengatur penggunaannya ketika tengah bermain ponsel menjadi langkah bijak untuk meminimalkan kontras cahaya yang berlebihan agar mata tetap nyaman.

  5. 5. Atur kecerahan layar ponsel sesuai kondisi ruangan

    pexels-ron-lach-8367765.jpg
    Pexels.com/Ron Lach

    Hindari menggunakan kecerahan layar terlalu tinggi, terutama di ruangan gelap, karena bisa membuat mata lebih cepat terasa tidak nyaman. Sebaliknya, hindari juga membuat layar terlalu redup sampai harus menyipitkan mata untuk membaca.

    Itulah cara mencegah bahaya paparan blue light berlebih terutama ketika kamu tengah menggunakan ponsel, sebab, ketika hal ini tidak diperhatikan bukan hanya mata saja yang terganggu kenyamanannya, tapi juga kualitas tidurmu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More