Anggapan yang Salah Seputar Vaksin COVID-19 untuk Kesehatan Perempuan

Yang belum vaksin, wajib baca!

Anggapan yang Salah Seputar Vaksin COVID-19 untuk Kesehatan Perempuan

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Pandemi COVID-19 memang belum berakhir, namun saat ini sudah tersedia cukup banyak lokasi vaksin untuk meminimalisir seseorang terpapar virus yang dikabarkan dapat menyebabkan kematian tersebut. Namun ternyata tidak semua orang lho dengan sukarela melakukan vaksin, bahkan masih ada yang menolak dengan alasan-alasan tertentu.

Ternyata dengan kemunculan vaksin, juga muncul anggapan-anggapan yang salah seputar vaksin COVID-19 untuk kesehatan perempuan. Mau tahu apa saja anggapan yang salah seputar vaksin untuk kesehatan perempuan? Baca artikel ini sampai habis dan dapatkan informasi yang lebih relevan dari artikel ini ya, Bela!

1. Nggak Boleh Vaksin Kalau Menstruasi

Memang sih ada sebagian perempuan yang mengklaim bahwa siklus menstruasi berubah setelah mendapatkan vaksin dosis pertama, tetapi anggapan bahwa saat menstruasi tidak diperbolehkan vaksin itu salah ya, Bela. Selama pandemi ini tentu tidak jarang ada perempuan yang mengalami tekanan batin sehingga membuat siklus menstruasi pun berubah. Oleh karena itu, vaksin COVID-19 tidak ada kaitannya dengan perubahan siklus menstruasi.

2. Vaksin COVID-19 Bikin Mandul

Nah, anggapan ini mulai muncul sejak viralnya sebuah laporan palsu yang disebar di media sosial. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa lonjakan virus COVID-19 sama seperti protein lonjakan lain (Synictin-1) yang hubungannya cukup erat dengan pertumbuhan janin dan juga perlekatan plasenta saat kehamilan. Tapi faktanya, kedua hal itu sangatlah berbeda lho Bela! John Hopkins University telah melakukan tes vaksin Pfizer dan ternyata 23 sukarelawan yang dites tetap dapat mengalami kehamilan.

  • Share Artikel

TOPIC

    trending

    Trending

    This week's horoscope

    horoscopes

    ... read more

    See more horoscopes here