Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Slow Jogging? Tren Lari yang Viral di Korea Selatan
pexels.com/Aleksander Dumała
  • Slow jogging adalah teknik lari santai dengan kecepatan 3–5 km/jam yang memungkinkan pelari tetap bisa mengobrol tanpa kelelahan, namun tetap memberi manfaat seperti olahraga intensitas ringan.

  • Metode ini dikembangkan oleh Profesor Hiroaki Tanaka dari Jepang dan mulai populer di Korea Selatan setelah kerja sama pendirian Korea Slow Jogging Association pada 2016.

  • Slow jogging bermanfaat meningkatkan stamina, menjaga kesehatan jantung dan tulang, membakar kalori lebih banyak dari jalan kaki, serta membantu mengurangi stres dan memperbaiki kualitas tidur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan, tren slow jogging makin diminati karena dianggap tidak menyiksa fisik dan ramah bagi semua usia. Berbeda dengan lari berintensitas tinggi, slow jogging dilakukan dengan kecepatan santai, bahkan orang-orang masih bisa mengobrol tanpa terengah-engah selama berlari.

Menariknya, teknik lari yang viral di Korea Selatan ini tetap memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, lho. Buat kamu yang belum tahu apa itu slow jogging, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, ya.

1. Apa itu slow jogging?

pexels.com/Hugo Polo

Slow jogging adalah teknik berlari dengan tempo lambat sehingga seseorang masih bisa mengobrol santai, bahkan tertawa bersama teman tanpa merasa kelelahan.

Kecepatan slow jogging umumnya hanya sekitar 3-5 kilometer per jam (km/jam). Angka tersebut nyaris setara dengan ritme jalan kaki santai, namun tetap memberikan manfaat dari aktivitas berlari.

2. Sejarah slow jogging yang viral di Korea Selatan

pexels.com/Kirill Lazarev

Melansir Slow Jogging Korea, metode olahraga slow jogging dikembangkan oleh Profesor Hiroaki Tanaka dari Universitas Fukuoka, Jepang, melalui penelitian selama lebih dari 40 tahun. Olahraga ini mulai dikenal dunia setelah ditayangkan oleh stasiun TV Jepang, NHK, pada 2009.

Pada 2015, Jung Ra Hye dari Korea Selatan datang langsung ke Jepang untuk mempelajari teknik dan metode pengajaran slow jogging dari Prof. Tanaka. Langkah tersebut menjadi awal penyebaran slow jogging di Korea Selatan.

Setahun kemudian, Korea dan Jepang menandatangani kerja sama pendirian Korea Slow Jogging Association. Sejak saat itu, pelatihan instruktur dan edukasi slow jogging mulai dikembangkan secara resmi. Memasuki periode 2023-2026, popularitas slow jogging terus meningkat berkat liputan media, televisi, majalah, dan surat kabar. Kini, olahraga tersebut makin dikenal sebagai salah satu tren gaya hidup sehat.

3. Manfaat slow jogging

pexels.com/Daigoro Folz

Setelah mengetahui apa itu slow jogging, lantas manfaat apa saja yang bisa kamu dapatkan dari olahraga ini? Berikut beberapa manfaatnya:

  • Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh
    Slow jogging bisa membangun kemampuan aerobik sehingga tubuh siap melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang lebih berat. Jika dilakukan secara rutin selama sekitar 4-6 minggu, stamina dan daya tahan tubuh akan meningkat.

  • Menjaga kesehatan jantung dan paru-paru
    Sebagai olahraga aerobik, slow jogging membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih efektif dalam mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan berlari dengan intensitas ringan bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

  • Membantu membakar kalori
    Meski dilakukan dengan tempo lambat, slow jogging tetap efektif membakar kalori karena melibatkan otot-otot besar, seperti paha dan punggung bawah. Bahkan, pengeluaran energi dan pembakaran kalori dari aktivitas ini mencapai dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan jalan kaki biasa. Jika kamu sedang berjuang menurunkan berat badan, olahraga tersebut bisa menjadi solusi yang menyenangkan, lho.

  • Menjaga kesehatan tulang dan sendi
    Slow jogging termasuk latihan weight bearing yang dapat merangsang pembentukan tulang baru dan meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, olahraga ini juga memperkuat otot penyangga sendi sehingga bisa mengurangi risiko osteoporosis dan keluhan nyeri sendi di kemudian hari.

  • Meningkatkan kualitas hidup
    Rutin melakukan slow jogging tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kualitas tidur. Kombinasi manfaat tersebut tentunya akan membuat tubuh terasa lebih bugar dan mendukung gaya hidup sehat.

Demikian penjelasan tentang apa itu slow jogging dan segudang manfaatnya untuk tubuh. Jadi, apakah kamu tertarik mencoba olahraga ini, Bela?

FAQ seputar slow jogging

Apa itu slow jogging?

Slow jogging adalah teknik berlari dengan kecepatan rendah yang memungkinkan seseorang tetap bisa berbicara dengan nyaman tanpa terengah-engah.

Apakah slow jogging cocok untuk pemula?

Intensitasnya yang rendah membuat slow jogging cocok untuk pemula, lansia, maupun orang yang baru mulai rutin berolahraga.

Apa manfaat utama slow jogging?

Meningkatkan kebugaran, menjaga kesehatan jantung, membakar kalori, memperkuat otot dan tulang, dan mengurangi risiko cedera dibanding lari berintensitas tinggi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article