Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Fase Tapering Lari Sebelum Race Day
magnific.com/@benzoix

Hari-hari menjelang race, kadang bisa bikin cemas. Pertanyaan seperti ‘apakah latihan sudah cukup? Harus tambah sesi? Atau mungkin harus kurangi sesi dulu?’ Kadang suka muncul di pikiran. Nggak sedikit juga yang malah makin intens latihan menjelang hari perlombaan. Padahal, itu bisa jadi bumerang buat tubuh kamu, lho. 

Oleh karena itu, penting buat ambil fase tapering atau fase pemulihan sebelum lomba lari. Di periode ini, coba kurangi volume latihan agar tubuh bisa memulihkan dirinya, memperbaiki otot, sekaligus menyimpan energi tanpa menghilangkan kebugaran yang telah dibangun selama masa latihan. 

Tapering sendiri bisa menghindari risiko kelelahan, cedera, hingga performa yang kurang maksimal saat race day. Nah, Running Coach dari adidas Runners Jakarta, Aditya M. Pamungkas spill hal yang perlu kamu perhatikan saat memasuki fase tapering supaya latihanmu juga nggak sia-sia.

1. Hindari panic training

pexel.com/airamdphoto

Panic training seringkali datang menjelang race day. Akhirnya, nggak sedikit yang tergoda buat melakukan sesi latihan yang mungkin sebelumnya terlewat atau sekedar menambah latihan agar terasa tenang. Nah, hal ini sebenarnya cukup berisiko. Tambahan latihan berat mungkin memberikan rasa percaya diri sesaat, tetapi juga dapat menciptakan kelelahan baru yang terbawa hingga race day. Oleh karena itu, kamu perlu mempercayai program yang telah dijalankan sebelumnya.

2. Kurangi volume latihan, bukan berarti berhenti berlari

pexels.com/yeimzfx

Tapering bukan berarti kamu benar-benar nggak berlari, tapi kurangi volumenya. Kamu bisa melakukan easy run, recovery run, atau beberapa repetisi singkat pada race pace sesuai dengan programnya. Tujuannya adalah menjaga tubuh tetap aktif dan mempertahankan sensasi berlari, tanpa membuatmu menjadi makin lelah.

Angka penurunan volumenya pun nggak sama antara satu orang dengan orang lainnya. Jadi, ikuti saja arahan pelatihmu dan mempertimbangkan respons tubuh masing-masing, ya.

3. Anggap recovery sebagai bagian dari latihan

pexel.com/Karola G

Selanjutnya, kamu bisa menganggap periode ini sebagai bagian dari latihan juga, sehingga kamu tak merasa bersalah saat menjalankannya. Ketika volume latihan berkurang, kamu dapat mengalihkannya untuk tidur, hidrasi, nutrisi, dan pemulihan otot, hal-hal yang kurang diperhatikan saat peak training.

Jaga pula asupan makan dan cairan secara konsisten. Kamu bisa meningkatkan konsumsi karbohidrat menjelang lomba untuk menjaga ketersediaan energi, tetapi bukan berarti makan secara berlebihan atau mencoba menu yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya. Berdiskusilah dengan pelatihmu atau dengan ahli gizi. 

4. Jangan mencoba hal baru menjelang lomba

pexel.com/airamdphoto

Ada satu prinsip sederhana yang hampir selalu berlaku dalam marathon, yakni jangan ada hal baru di race day. Sepatu, pakaian, sarapan, gel, hidrasi, hingga perlengkapan yang dibawa sebaiknya sudah pernah dicoba sebelumnya, idealnya saat long run. Ini akan membantu untuk mengurangi munculnya masalah yang tidak terduga saat lomba. Jadi, kalau kamu mau beli sepatu baru atau baju baru, belilah beberapa waktu sebelum kamu mulai latihan.

5. Persiapkan mental seperti persiapan fisik

pexel.com/Jonathan Borba

Fase tapering juga dapat memunculkan race anxiety. Ketika waktu latihan berkurang, kamu mungkin jadi overthinking tentang target waktu, cuaca, kondisi rute, atau masalah-masalah lain saat lomba. Nah, di momen ini, coba untuk mempersiapkan dan menguatkan mentalmu lagi. Buatlah strategi untuk race day, sehingga  pada pagi hari lomba kamu dapat berdiri di garis start dengan mental yang lebih siap.

Itulah hal penting yang perlu diperhatikan saat fase taring lari sebelum race day.

Curated For You

Editorial Team

Related Article