Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan saat Styling Rambut yang Bisa Menyebabkan Kerusakan
freepik.com/diana.grytsku

Menata rambut sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang untuk menunjang penampilan sehari-hari. Mulai dari menggunakan hair dryer, catokan, curling iron, hingga berbagai produk styling, semua dapat membantu menciptakan tampilan rambut yang lebih rapi dan menarik.

Namun, di balik hasil yang terlihat indah, ada sejumlah kebiasaan saat styling rambut yang tanpa disadari justru dapat memicu kerusakan.

Paparan panas berlebih, penggunaan produk yang kurang tepat, hingga teknik styling yang keliru dapat membuat rambut menjadi kering, bercabang, mudah patah, bahkan kehilangan kilau alaminya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai kesalahan saat styling rambut yang bisa menyebabkan kerusakan agar rambut tetap sehat, kuat, dan indah meski sering ditata.

Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini. Yuk, simak!

1. Menggunakan alat styling dengan suhu terlalu tinggi

freepik.com/pabrikasimf

Paparan panas yang berlebihan dari catokan, curling iron, atau hair dryer dapat merusak lapisan kutikula dan mengganggu struktur protein keratin pada rambut, terutama jika digunakan pada suhu di atas 180-200°C.

Kondisi ini membuat rambut kehilangan kelembapan alami sehingga terasa lebih kering, kusam, rapuh, mudah patah, dan bercabang.

Karena kerusakan terjadi pada batang rambut yang telah tumbuh, kondisinya tidak dapat dipulihkan sepenuhnya dan hanya bisa diminimalkan dengan penggunaan alat styling yang lebih bijak.

2. Terlalu sering menggunakan alat styling rambut

pexels.com/RODNAE Productions

Frekuensi penggunaan alat styling panas juga perlu diperhatikan karena kerusakan rambut dapat terjadi secara bertahap.

Paparan panas dari catokan atau curling iron yang digunakan setiap hari membuat kelembapan alami rambut terus berkurang, sehingga batang rambut menjadi lebih kering, kehilangan elastisitas, serta mudah bercabang dan patah.

Risiko ini akan semakin tinggi pada rambut yang telah melalui proses pewarnaan atau bleaching, karena lapisan pelindungnya sudah lebih lemah sehingga lebih rentan mengalami kerusakan akibat panas berulang.

3. Menggunakan alat styling pada rambut yang masih basah

pexels.com/Gustavo Fring

Langsung menggunakan catokan atau alat styling panas pada rambut yang masih basah bukanlah kebiasaan yang baik.

Suhu tinggi dapat mengubah sisa air di dalam batang rambut menjadi uap, sehingga memberikan tekanan dari dalam dan merusak struktur rambut. Akibatnya, rambut lebih mudah menjadi kasar, rapuh, kehilangan elastisitas, hingga patah.

Oleh karena itu, pastikan rambut telah benar-benar kering sebelum mulai melakukan styling agar kerusakan dapat diminimalkan.

4. Tidak menggunakan heat protectant

freepik.com/freepik

Melewatkan penggunaan heat protectant sebelum menata rambut dengan alat panas dapat membuat rambut lebih rentan mengalami kerusakan.

Produk ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan batang rambut, sehingga panas tidak langsung mengenai kutikula dan protein keratin.

Meski tidak dapat menghilangkan risiko kerusakan sepenuhnya, heat protectant dapat membantu mengurangi hilangnya kelembapan alami rambut serta meminimalkan dampak buruk dari penggunaan catokan, curling iron, maupun hair dryer secara rutin.

5. Menggunakan alat styling panas setelah bleaching atau pewarnaan rambut

pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Rambut yang pernah menjalani proses bleaching, pewarnaan, rebonding, atau smoothing umumnya memiliki kondisi yang lebih rapuh dibandingkan rambut alami.

Jika masih sering ditata menggunakan catokan, curling iron, atau alat styling panas lainnya, risiko kerusakan akan semakin besar karena batang rambut sudah kehilangan sebagian kekuatan dan lapisan pelindungnya.

Kombinasi proses kimia dan paparan panas berulang dapat membuat rambut lebih kering, mudah kusut, kehilangan elastisitas, bercabang, hingga mudah patah.

Oleh sebab itu, penggunaan alat styling pada rambut yang telah diproses secara kimia sebaiknya dilakukan dengan lebih hati-hati.

Itu dia kesalahan saat styling rambut yang bisa menyebabkan kerusakan. Dengan menghindari kebiasaan tersebut dan menggunakan alat styling secara bijak, kesehatan rambut dapat lebih terjaga sehingga tetap kuat, lembut, dan tidak mudah patah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article