Kumpulan Puisi Perpisahan Sahabat yang Menyentuh Hati

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan

Kumpulan Puisi Perpisahan Sahabat yang Menyentuh Hati

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Apa yang terlintas di kepalamu ketika mendengar kata sahabat? Kebanyakan dari kamu pasti teringat masa-masa menyenangkan bersama seorang sahabat yang nggak akan bisa dilupakan, tapi beberapa yang lain mungkin merasakan kesedihan yang mendalam ketika mengenang sosok sahabat. Kumpulan puisi perpisahan sahabat yang menyedihkan ini bisa membuatmu susah lupa kamu bisa mengenang sosoknya.

Mutiara Kebersamaan

Sahabat, kehidupan ini tak lain adalah hamparan samudera luas

Kita renangi dan kita selami kedalamannya

Untuk mencari tiram di dasarnya, dan kita petik mutiaranya

Bahwa selalu ada yang bermakna pada setiap kehadiran dan pertemuan

 

Dengan bahtera tulus kebersamaan kita berlayar

Untuk saling menjaga dan saling percaya

Dan saat ini.. Saat dimana kita harus lalui waktu

Waktu dimana kita harus mulai maju

Maju untuk sesuatu harapan baru

 

Mungkin saat ini kita akan berpisah

Namun semua itu hanyalah sementara

Karena aku akan kembali dan harus kembali

Bukan untuk sekedar mengenang dan melihat

Puing-puing masa lalu bersama mu

Namun karena di sini lah tanah kelahiranku

Dimana ada engkau dan orang-orang terdekatku

---Ali Uthi Ullah

Celotehan Pena

Dalam puing-puing dedaunan.

Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.

Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan, dalam butiran do’a.

Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya-sebuah perjumpaan.

Denyut nadi tak bisa berhenti.

Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.

Dari sebuah titik menjelmalah menjadi garis yang berlalu-lalang.

Itulah seumpamanya.

 

Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,

Yap…lebih tepatnya sebuah keakraban.

Lajur kehidupan memang di takdirkan untuk berputar, begitu pula alur cerita ini-perjumpaan.

Sekian Lama tinggal di bukit suka.

 

Kini aku terjatuh, jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.

Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu-duka dan sakit.

Tertatih, tapi bukan seras pedih

Selayaknya mentari yang selalu menyinari, aku masih terus berfikir.

Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan?

Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.

 

Malam berlalu…

Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagiaku.

Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.

Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun, hujan bagaikan tangisanku.

Bagian dari suasana hatiku.

 

Hujan berhenti…Tahukah kau bintang…?

Tersadar akan ini, tak perlu terluka dalam nestapa, bahagiaku dengan manja.

Aku merasa cukup dengan semua itu-perjumpaan dan keakraban.

Walau manakala kata “perpisahan" mengglegar di telingaku, aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.

 

Namun…Kini ku menyadari…

Di dunia ini…

Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,

Begitu pula sebaliknya…

Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.

Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal.

Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal

---Anonim

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here