pexels.com/Kaboompics.com
Bagi WHO, Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi kesempatan untuk mendengarkan dan melibatkan orang-orang yang memiliki pengalaman langsung dengan kondisi kesehatan mental (PWLE). Tahun ini, kampanye tersebut menyerukan agar suara mereka bisa membentuk kebijakan, layanan, dan keputusan yang akan memengaruhi kehidupan mereka.
Pengalaman hidup bisa memberikan pemahaman berharga yang tidak selalu diperoleh melalui teori atau pembelajaran saja. Oleh karena itu, orang dengan pengalaman gangguan kesehatan mental perlu diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam menentukan keputusan yang akan memengaruhi kehidupan mereka.
Pasalnya, PWLE sering diminta untuk berbagi cerita, tetapi dikecualikan dari pengambilan keputusan. Padahal, ketika PWLE terlibat sepenuhnya, hal itu memberikan ruang bagi mereka untuk ikut merancang layanan, mengembangkan dukungan sebaya, melawan stigma, dan memastikan layanan kesehatan mental lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.