Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

7 Dampak Screen Time Terhadap Kesehatan Mental Orang Dewasa

4 min read
7 Dampak Screen Time Terhadap Kesehatan Mental Orang Dewasa
pexels.com/Mikhail Nilov
  • Screen time berlebih, terutama doomscrolling dan paparan konten negatif, dapat memperburuk suasana hati, memicu kecemasan, serta mendorong perbandingan diri yang berisiko menimbulkan stres atau depresi.

  • Penggunaan media sosial yang sulit dikontrol berkaitan dengan tidur lebih sedikit dan lebih larut, sementara notifikasi serta perpindahan perhatian digital dapat mengganggu konsentrasi saat beraktivitas.

  • Waktu layar dapat menggantikan olahraga, istirahat, hobi, dan interaksi tatap muka; berkurangnya aktivitas tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan hidup, kualitas tidur, suasana hati, dan rasa kesepian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di era serba digital seperti sekarang, screen time memang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bekerja, belajar, berbagi kabar, mencari informasi, sampai menikmati hiburan hampir semuanya menggunakan layar.

Tanpa disadari, waktu yang dihabiskan di depan smartphone, laptop, tablet, maupun televisi pun bisa makin panjang. Kebiasaan screen time ini ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mata, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Sebenarnya, apa saja dampak screen time terhadap kesehatan mental yang perlu diperhatikan? Yuk simak informasi lengkap berikut ini, Bela!

  1. 1. Mood swing

    dampak screen time terhadap kesehatan mental
    pexels.com/Ivan S

    Pernah merasa baik-baik saja sebelum membuka media sosial, lalu tiba-tiba merasa bad mood setelah scrolling? Hal ini bisa terjadi ketika konten yang dikonsumsi terlalu banyak memuat informasi negatif, konflik, atau hal-hal yang membuat kita cemas.

    Salah satu kebiasaan yang sering dikaitkan dengan kondisi tersebut adalah doomscrolling, yakni terus menggulir dan membaca konten negatif meskipun sebenarnya hal itu membuat suasana hati semakin buruk.

    Kalau dilakukan berulang kali, aktivitas scrolling bukan lagi sekadar hiburan. Pikiran bisa terus dipenuhi informasi baru sehingga terasa lebih sulit untuk benar-benar beristirahat.

  2. 2. Mengganggu waktu tidur

    Pernah berniat scroll sebentar sebelum tidur, tetapi akhirnya masih memegang HP sampai tengah malam? Kebiasaan seperti ini ternyata perlu diperhatikan. Berdasarkan penelitian World Health Organization (WHO) pada 2024, problematic social media use berkaitan dengan waktu tidur yang lebih sedikit dan waktu tidur yang lebih larut.

    Artinya, saat penggunaan media sosial sudah mulai sulit dikontrol, dampaknya tidak hanya membuat waktu scrolling bertambah, tetapi juga dapat menggeser waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.

    Oleh karena itu, jika kamu sering membawa HP ke tempat tidur, coba mulai membuat batasan sederhana. Misalnya, berhenti menggunakan gadget beberapa waktu sebelum tidur dan berikan kesempatan bagi tubuh serta pikiran untuk benar-benar beristirahat.

  3. 3. Lebih mudah membandingkan diri

    dampak screen time terhadap kesehatan mental
    pexels.com/Max Fischer

    Media sosial memungkinkan kamu melihat kehidupan orang lain hanya dengan sekali swipe. Ada yang sedang liburan, mendapatkan pekerjaan impian, merayakan pencapaian, atau menjalani hubungan yang terlihat bahagia. Padahal, apa yang terlihat di media sosial biasanya hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang.

    Tanpa disadari, terlalu sering menghabiskan waktu di media sosial juga bisa membentuk ekspektasi yang kurang realistis. Saat sesuatu yang dijalani tidak terlihat seperti orang lain di media sosial, seseorang bisa mulai membandingkan, merasa kurang puas, bahkan memicu stres maupun depresi.

  4. 4. Konsentrasi bisa terganggu

    Coba perhatikan kebiasaanmu ketika sedang mengerjakan sesuatu. Baru beberapa menit bekerja, tiba-tiba muncul notifikasi. Setelah mengecek satu pesan, kamu membuka media sosial. Kemudian melihat satu video, membaca komentar, dan akhirnya lupa dengan pekerjaan yang sedang dilakukan.

    Kebiasaan berpindah-pindah perhatian seperti ini dapat membuat aktivitasmu jadi lebih sulit diselesaikan, lho. Bukan berarti setiap orang yang sering menggunakan gadget pasti mengalami masalah konsentrasi. Namun, terlalu banyak distraksi digital bisa membuat kamu terbiasa mencari rangsangan baru secara terus-menerus.

  5. 5. Waktu untuk aktivitas lain jadi berkurang

    dampak screen time terhadap kesehatan mental
    pexels.com/Ron Lach

    Masalah screen time bukan hanya soal berapa lama kita menatap layar, tetapi juga aktivitas apa yang akhirnya tergantikan. Misalnya, waktu olahraga bisa berubah menjadi scrolling, berkumpul dengan keluarga dihabiskan dengan ponsel, atau waktu istirahat justru digunakan untuk terus mengikuti informasi terbaru.

    Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini akan memengaruhi keseimbangan hidup dan menjadi bagian dari dampak screen time terhadap kesehatan mental. Kurangnya aktivitas fisik, interaksi sosial secara langsung, hobi, dan waktu istirahat bisa berpengaruh pada suasana hati, tingkat stres, serta kualitas tidur.

  6. 6. Memicu rasa cemas berlebihan

    Terlalu banyak terpapar informasi melalui layar juga dapat membuat pikiran terasa lebih penuh. Apalagi jika sebagian besar waktu dihabiskan untuk mengikuti berita, komentar, atau konten di media sosial yang memicu kekhawatiran.

    Kebiasaan terus-menerus mengecek notifikasi dan mencari informasi terbaru juga bisa membuat seseorang merasa harus selalu terhubung. Saat ia tidak memegang ponsel atau melewatkan sesuatu di media sosial, muncul rasa takut tertinggal atau khawatir tidak mengetahui informasi terbaru.

  7. 7. Membuat interaksi sosial secara langsung makin berkurang

    dampak screen time terhadap kesehatan mental
    pexels.com/ArtHouse Studio

    Kemudahan berkomunikasi lewat media sosial kerap membuat kamu lebih memilih hubungan melalui layar dibandingkan menghabiskan waktu bersama orang lain secara langsung. Misalnya, daripada mengajak teman bertemu setelah lama tidak berjumpa, kamu merasa cukup dengan saling membalas pesan atau melihat unggahan satu sama lain di media sosial.

    Padahal, interaksi tatap muka memberikan pengalaman yang berbeda karena kita bisa berbicara, membaca ekspresi, dan merasakan kehadiran orang lain secara langsung. Jika terlalu sering digantikan oleh interaksi digital, hal ini akan membuat seseorang merasa kurang terhubung secara sosial dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental, termasuk suasana hati dan rasa kesepian.

    Itulah beberapa dampak screen time terhadap kesehatan mental. Meskipun penggunaan gadget tidak dilarang, kamu bisa mulai mengurangi supaya kegiatan screen time kamu tidak berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More