Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Review Film 'Kupilih Jalur Langit', Pernikahan Dihantui Masa Lalu!
Instagram.com/kupilihjalurlangitmovie
  • Film Kupilih Jalur Langit garapan Archie Hekagery mengangkat kisah pernikahan muda Amira dan Furqon yang dihantui masa lalu, diadaptasi dari kisah viral TikTok @Elizasifaa.
  • Cerita menyoroti konflik emosional akibat cinta lama yang belum selesai, menghadirkan drama rumah tangga dengan pendekatan ringan namun penuh makna tentang luka batin dan keikhlasan.
  • Meskipun punya premis unik dan relevan, eksekusi beberapa adegan terasa kurang mendalam serta pacing akhir terlalu cepat, tapi tetap menawarkan tontonan bermakna bagi penonton muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Indonesia kembali menghadirkan cerita yang dekat dengan realita, salah satunya lewat Kupilih Jalur Langit. Diproduksi oleh MD Pictures dan Manara Studios, serta disutradarai oleh Archie Hekagery, film ini siap menguras emosi penonton lewat kisah rumah tangga yang nggak biasa.

Diadaptasi dari kisah viral TikTok @Elizasifaa, film ini mengangkat dinamika pernikahan muda penuh rahasia masa lalu yang terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Popbela pun berkesempatan untuk menonton langsung Kupilih Jalur Langit dalam acara press screening dan press conference yang digelar pada Rabu (15-4-2026) di Epicentrum XXI.

Nah, sebelum kamu memutuskan untuk nonton di akhir pekan, yuk simak dulu review film Kupilih Jalur Langit dari Popbela berikut ini!

Sinopsis Kupilih Jalur Langit (2026)

Tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026, Kupilih Jalur Langit bercerita tentang Amira (Zee Asadel), seorang santriwati cerdas dan ceria yang menikah muda dengan Furqon (Emir Mahira), sosok ustaz yang sudah lama dikaguminya.

Harapan Amira sederhana, yaitu menjalani pernikahan yang hangat dan penuh cinta. Namun, realita berkata lain. Sejak ijab kabul, Furqon justru bersikap dingin dan tidak pernah menyentuhnya sebagai seorang suami.

Di balik sikap tersebut, tersimpan bayang-bayang masa lalu yang belum selesai. Furqon ternyata masih terikat dengan cinta pertamanya, Dara (Nyimas Ratu Rafa), yang terus menghantui pikirannya.

Film ini pun menggambarkan perjuangan Amira dalam mempertahankan rumah tangga, di tengah luka yang tak terlihat dan harapan yang perlahan diuji. Pertanyaannya, bisakah sebuah pernikahan bertahan jika hati salah satu pihak masih tertinggal di masa lalu?

Kupilih Jalur Langit
2026
3/5
Directed by Archie Hekagery
ProducerManoj Punjabi
WriterHanan Novianti
Age Rating13+
GenreDrama, Percintaan
Duration98 Minutes
Release Date23 April 2026
Thememuslim, marriage, household, love, couple, religious, islamic boarding school, based on viral tiktok, feel good romance, true story
Production HouseMD Pictures, Manara Films
Where to WatchCinema 21, XXI, Cinepolis, CGV, Platinum Cineplex, NSC, Kota Cinema
CastZee Asadel, Emir Mahira, Nyimas Ratu Rafa, Neneng Wulandari, Ardit Erwandha

Trailer Kupilih Jalur Langit (2026)

Film ini punya pendekatan yang cukup ringan, tapi berhasil membawa penonton merasakan berbagai emosi sekaligus. Dari yang awalnya terasa manis, perlahan berubah jadi penuh tanda tanya, hingga akhirnya menyentuh sisi haru. Campuran komedi, drama, dan romansa dihadirkan dengan cukup seimbang, sehingga bikin penonton tetap engaged sepanjang cerita.

Salah satu kekuatan utamanya ada di konsep orang ketiga yang diangkat dengan cara berbeda. Bukan sosok yang hadir secara fisik dalam hubungan, melainkan kenangan dan perasaan yang belum selesai. Hal ini membuat konflik terasa lebih subtil, tapi justru lebih dalam secara emosional. Penonton pun diajak memahami bahwa luka dari masa lalu bisa jadi lebih berbahaya dibanding kehadiran orang baru.

Dari sisi cerita, premis yang diangkat sebenarnya cukup unik dan jarang dibahas secara eksplisit di film Indonesia. Relatabilitas jadi nilai plus, terutama bagi mereka yang pernah merasa dibandingkan dengan masa lalu pasangan. Kupilih Jalu Langit ini seperti membuka diskusi tentang pentingnya benar-benar selesai sebelum memulai hubungan baru.

Namun sayangnya, eksekusi konflik terasa kurang maksimal di beberapa bagian. Salah satunya ada di scene ketika Amira tanpa sengaja menemukan barang-barang milik masa lalu Furqon yang masih ia simpan diam-diam. Momen ini sebenarnya punya potensi besar untuk jadi titik ledakan emosi, apalagi setelah penonton dibawa pelan-pelan memahami luka Amira.

Sayangnya, reaksi yang ditampilkan terasa terlalu singkat dan kurang dalam. Amira memang terlihat terpukul, tapi adegan tersebut seperti cepat lewat tanpa eskalasi emosi yang benar-benar memuncak. Padahal, ini bisa jadi momen konfrontasi yang kuat.

Dari segi pacing, Kupilih Jalu Langit juga terasa sedikit terlalu cepat, terutama menjelang akhir cerita. Salah satu contohnya ada di scene saat Amira memutuskan untuk pergi ke pengadilan agama guna mengajukan gugatan cerai.

Perpindahan dari fase bertahan ke akhirnya menyerah seharusnya jadi perjalanan batin yang kompleks. Namun di sini, transisinya terasa seperti loncat. Penonton tidak benar-benar diajak masuk ke pergulatan batin Amira secara mendalam sebelum ia mengambil keputusan besar tersebut.

Meski begitu, secara keseluruhan Kupilih Jalur Langit tetap menjadi tontonan yang layak untuk disaksikan. Film ini menawarkan perspektif yang berbeda tentang pernikahan dan luka masa lalu, sekaligus mengingatkan bahwa cinta saja tidak selalu cukup jika belum benar-benar sembuh. Cocok buat kamu yang lagi mencari tontonan ringan, tapi tetap punya makna mendalam.

Editorial Team