Pagi itu, sebuah coffee shop di bilangan Jakarta Selatan menjadi tempat Popbela berbincang dengan Jolene Marie. Suasananya santai, tetapi energi Jolene terasa begitu hidup. Ia murah senyum, mudah tertawa, dan sesekali melontarkan candaan kecil di tengah percakapan. Ada kesan ringan yang langsung terasa, meski obrolan pagi itu perlahan membawa kami pada cerita-cerita yang lebih dalam tentang perjalanan hidup, karier, hingga cara Jolene memandang dirinya sendiri hari ini.
Sebelum percakapan dimulai, Jolene datang membawa bukan satu, melainkan dua benda yang dianggapnya merepresentasikan perjalanan hidupnya. "Aku anaknya ekstra," ujarnya sambil tertawa.
Salah satunya adalah sebuah notebook yang dulu selalu dibawanya ke mana-mana. Kini, benda tersebut telah berganti menjadi tablet, tetapi kebiasaannya tidak berubah: menulis segala sesuatu yang ada di kepalanya. Mulai dari ide, pemikiran, hingga rencana untuk yayasan yang sedang ia kerjakan. Bagi Jolene, menulis adalah cara untuk menangkap berbagai hal yang mungkin tidak akan ia ingat jika dibiarkan begitu saja.
Menariknya, kebiasaan tersebut juga menjadi pintu masuk untuk memahami sosok Jolene Marie hari ini. Ia adalah seseorang yang hidup dengan banyak peran, mulai dari aktris, penyanyi, entrepreneur, hingga aktivis. Namun, ketika diminta memilih satu identitas yang paling menggambarkan dirinya, Jolene justru tidak bisa menjawabnya dengan satu kata.
"Aku nggak bisa pilih salah satu, karena semua yang tadi disebutin itu yang menciptakan Jolene Marie today," ucapnya.
Baginya, berbagai peran tersebut bukanlah identitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian-bagian yang membentuk dirinya sekarang.
Dan mungkin, di situlah menariknya perjalanan Jolene. Ia tidak sedang berusaha menemukan satu label untuk menetap di dalamnya. Sebaliknya, ia terus membuka ruang untuk mencoba, belajar, dan tumbuh ke arah yang baru.
