Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Frenemies Adalah Teman atau Musuh? Ini Tipe dan Cara Mengatasinya
magnific.com/magnific
  • Frenemies adalah teman yang tampak dekat, tetapi tidak benar-benar mendukung dan dapat bersikap pasif-agresif, iri, atau mengganggu posisi sosial maupun peluang perkembangan seseorang.

  • Tipe frenemies meliputi rival yang kompetitif, penyebar gosip, pihak yang mencari keuntungan, teman tidak stabil secara emosional, serta pengkhianat yang tidak jujur atau loyal.

  • Menghadapi frenemies dapat dilakukan dengan membangun interaksi positif, membatasi informasi pribadi, tidak terpancing, mengurangi intensitas hubungan perlahan, dan menjaga batasan jika relasi menguras energi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah menaruh kepercayaan pada seorang teman, tapi justru merasa dikhianati, dijatuhkan, atau diperlakukan dengan buruk? Pengalaman seperti ini mungkin membuatmu bertanya-tanya, apakah orang tersebut benar-benar teman atau justru frenemies.

Frenemies merupakan istilah untuk seseorang yang terlihat seperti teman, tapi diam-diam bisa menyimpan rasa iri, kesal, atau bahkan berniat menjatuhkan. Sosok teman seperti ini tidak selalu mudah dikenali karena mereka tetap bisa bersikap baik dan dekat seperti teman pada umumnya.

Supaya kamu tidak salah mengenali hubungan pertemanan, simak pembahasan tentang frenemies, mulai dari tanda-tanda yang perlu diperhatikan hingga cara menghadapinya.

Apa itu frenemies?

ilustrasi teman (unsplash.com/Sergio Kian)

Frenemies adalah seseorang yang secara status masih dianggap sebagai teman, tapi sebenarnya tidak benar-benar menjadi sosok yang mendukung atau membantu kamu.

Dengan sikap terselubung dan pasif-agresif, mereka bisa membuat hubungan pertemanan terasa tidak nyaman. Sikap agresif yang dilakukan secara diam-diam juga dapat membuat posisi sosial atau peluang kamu untuk berkembang perlahan terganggu.

Tipe-tipe frenemies

ilustrasi teman (unsplash.com/Teslariu Mihai)

Tidak semua frenemies memiliki karakter yang sama. Ada yang mudah dikenali, tapi ada juga yang cukup pandai menyembunyikan sikap sebenarnya. Dengan mengetahui berbagai tipe frenemies dan cara mereka bertindak, kamu bisa lebih cepat mengenali hubungan pertemanan yang kurang sehat sebelum orang tersebut terlalu jauh masuk ke dalam kehidupanmu.

1. The rival enemy

ilustrasi iri ke teman kerja (freepik.com/freepik)

Rival frenemy adalah teman yang merasa iri, tidak percaya diri, dan selalu melihat hubungan kalian sebagai sebuah persaingan. Mereka bisa muncul di lingkungan kerja, misalnya ketika sama-sama mengincar promosi dan berusaha menyingkirkanmu karena menganggapmu sebagai ancaman. Dalam kehidupan pribadi, mereka mungkin terus berusaha mengunggulimu atau ingin terlihat paling tahu.

Biasanya, tipe ini merasa terancam oleh keberadaanmu atau menginginkan sesuatu yang kamu miliki. Mereka bisa mendekat untuk mencari tahu kelemahan atau rahasiamu, lalu menggunakannya untuk menjatuhkanmu. Cara yang digunakan pun sering kali terselubung, seperti meremehkan keberhasilanmu, atau membuat pencapaianmu terlihat tidak terlalu istimewa.

2. The gosipping frenemy

Ilustrasi tidak menanggapi gosip yang beredar (pexels.com/Kampus Production)

Gossiping frenemy biasanya senang membicarakan orang lain, termasuk dirimu, di belakang mereka. Mereka juga suka mencari informasi atau rahasia dan membuat orang merasa nyaman untuk bercerita, tapi kepercayaan tersebut justru bisa berakhir dengan pengkhianatan.

Tipe ini tidak selalu memiliki niat buruk. Ada yang memang suka ikut campur, mudah menghakimi, terlalu penasaran, atau menganggap gosip sebagai sesuatu yang menyenangkan. Namun, ada pula yang sengaja menyebarkan cerita untuk merusak reputasi atau menyabotase orang lain.

3. The strategic frenemy

ilustrasi melawan orang licik (pexels.com/Yan Krukau)

Strategic frenemy mendekatimu karena memiliki tujuan tertentu, biasanya karena ada keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Mereka jarang menunjukkan niat tersebut secara terang-terangan dan justru bersikap seolah-olah benar-benar ingin berteman. Seiring waktu, sikap pasif-agresif atau kebiasaan mengkritik bisa mulai menunjukkan maksud sebenarnya.

Tipe ini bisa ditemukan di tempat kerja, misalnya seseorang yang mendekati atasan atau orang berpengaruh demi mendapatkan keuntungan. Dalam kehidupan pribadi, mereka mungkin mengincar uang, popularitas, kekuasaan, koneksi, atau hal lain yang menurut mereka bisa kamu berikan. Karena itu, tipe ini lebih mungkin muncul ketika kamu memiliki kesuksesan atau pengaruh yang mereka inginkan.

4. The unstable frenemy

ilustrasi menyebarkan gosip kepada orang sekitar (pexels.com/RDNE Stock project)

Unstable frenemy adalah teman yang sedang menghadapi berbagai masalah dan melihatmu sebagai orang yang bisa membantu. Mereka tidak selalu sengaja ingin menyakitimu, tapi hubungan dengannya tetap bisa terasa melelahkan karena sering diwarnai masalah atau drama.

Tipe ini juga bisa berubah menjadi kasar ketika sedang marah atau kecewa. Mereka mungkin kesulitan mengendalikan emosi dan impuls sehingga mudah melakukan tindakan atau mengatakan sesuatu secara berlebihan. Dalam kondisi tersebut, orang terdekat justru bisa menjadi sasaran luapan emosinya.

5. The backstabbing frenemy

Ilustrasi seorang yang licik (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Backstabbing frenemy adalah teman yang sebenarnya tidak benar-benar jujur atau loyal. Cepat atau lambat, mereka akan menunjukkan sikap sebenarnya dengan pengkhianatan,

Dalam hubungan asmara, mereka bahkan bisa menggoda pacarmu, atau terlalu jauh mencampuri kehidupan pribadi. Yang lebih menyakitkan, tipe ini terkadang terlihat sangat loyal dalam waktu lama sebelum akhirnya berbalik arah, terutama ketika ada orang lain yang juga bermasalah denganmu dan mereka memilih untuk bergabung dengannya.

Cara menghadapi frenemies

ilustrasi sorot mata licik (pexels.com/Anna Shvets)

Setelah mengenali tanda dan tipenya, kamu mungkin mulai bertanya-tanya, harus bagaimana kalau ternyata orang tersebut memang ada di lingkaran pertemananmu? Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

  • Coba ubah hubungan menjadi lebih positif.
    Tidak semua frenemy berniat buruk. Sebagian mungkin bersikap demikian karena merasa iri, tidak aman, atau tersisih. Kamu bisa mencoba lebih terbuka, ramah, dan melibatkan mereka dalam hal-hal positif.

  • Tidak perlu menyatakan berakhirnya pertemanan.
    Kalau hubungan tersebut memang sudah tidak sehat, kamu tidak harus membuat pernyataan bahwa kalian bukan teman lagi. Mengurangi kedekatan secara perlahan bisa menjadi pilihan yang lebih tenang.

  • Jangan selalu memberikan reaksi.
    Ketika mereka melontarkan sindiran atau melakukan sesuatu untuk memancing emosimu, kamu tidak harus selalu menanggapinya. Selama perilakunya belum merugikan secara serius, menjaga respons tetap tenang bisa membantu.

  • Batasi informasi pribadi yang dibagikan.
    Kalau kamu sudah mengetahui bahwa seseorang mudah iri atau suka membicarakan orang lain, tidak ada salahnya lebih selektif dalam menceritakan rahasia, rencana, atau pencapaianmu.

  • Perlahan kurangi intensitas hubungan.
    Jika hubungan terasa semakin menguras energi, kamu bisa mulai menjaga jarak secara bertahap. Kurangi frekuensi bertemu, tidak selalu langsung membalas pesan, dan pilih waktu serta tempat bertemu yang nyaman untukmu.

Frenemies mungkin terlihat seperti teman, tapi sebenarnya tidak benar-benar mendukungmu. Mereka bisa menyimpan rasa iri, kesal, atau bahkan marah di balik sikap yang terlihat baik.

Kalau kamu punya temen seperti ini, tidak ada salahnya mulai menjaga jarak dan membuat batasan. Jika hubungan tersebut lebih banyak merugikan daripada membawa hal baik, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mengakhirinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article