Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Duck Syndrome? Kondisi Psikologis yang Sering Dialami Anak Muda

Apa Itu Duck Syndrome? Kondisi Psikologis yang Sering Dialami Anak Muda
pexels.com/Jersy
Intinya Sih
  • Apa itu duck syndrome? Kondisi ini menggambarkan seseorang yang terlihat tenang, padahal sebenarnya sedang kewalahan.

  • Istilah duck syndrome pertama kali populer di Stanford University untuk menggambarkan tekanan mahasiswa.

  • Jika tidak ditangani, duck syndrome dapat memicu stres, burnout, hingga gangguan kesehatan mental.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Belakangan ini, istilah duck syndrome semakin sering dibahas, terutama di kalangan anak muda. Sekilas, seseorang terlihat produktif dan baik-baik saja, padahal di balik itu ada tekanan yang disembunyikan.

Kalau kamu penasaran apa itu duck syndrome, istilah ini sebenarnya punya makna yang lebih mendalam. Yuk, kenali lebih jauh tentang fenomena ini!

Table of Content

1. Apa itu duck syndrome?

1. Apa itu duck syndrome?

ilustrasi rebahan bed rotting atau tanda depresi
pexels.com/cottonbro studio

Apa itu duck syndrome? Istilah ini pertama kali populer di kalangan mahasiswa Stanford University. Duck syndrome digunakan untuk menggambarkan orang yang tampak baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang kewalahan.

Nah, sebutan ini terinspirasi dari analogi seekor bebek yang tampak tenang di permukaan air, tetapi terus mengayuh keras di bawahnya. Kondisi seperti ini cukup sering ditemukan pada mahasiswa, pekerja muda, hingga orang yang merasa harus selalu terlihat sempurna.

2. Ciri-ciri duck syndrome

ilustrasi tanda rasa duka cita sudah berubah menjadi depresi berat
pexels.com/MART PRODUCTION

Selain mengetahui apa itu duck syndrome, kamu juga perlu mengenali ciri-ciri kondisi ini. Menariknya, tanda duck syndrome sering tidak terlihat jelas karena seseorang tetap tampak produktif dan baik-baik saja di depan orang lain. Padahal, ada beberapa perilaku dan perasaan tertentu yang cukup sering muncul di antaranya:

  • Sering membandingkan diri dengan orang lain
  • Takut terhadap kritik atau penilaian orang lain
  • Merasa tertinggal dari pencapaian orang sekitar
  • Selalu ingin terlihat baik-baik saja
  • Merasa cemas, kewalahan, atau sulit fokus
  • Sulit tidur dan mudah merasa lelah

3. Penyebab duck syndrome

Seseorang menundukkan kepala di meja kelas sementara beberapa orang berdiri di sekitarnya.
pexels.com/cottonbro studio

Penyebab duck syndrome umumnya tidak berasal dari satu faktor saja. Kondisi ini biasanya dipengaruhi kombinasi tekanan dari lingkungan, pola pikir, serta ekspektasi diri yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, setiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda-beda.

Tuntutan akademik dan pekerjaan menjadi salah satu penyebab yang paling sering dikaitkan dengan fenomena ini. Banyak orang merasa harus meraih nilai tinggi atau mencapai target tertentu agar dianggap berhasil. Media sosial juga ikut memperkuat tekanan tersebut. Seseorang bisa merasa tertinggal setelah melihat pencapaian orang lain karena sering membandingkan diri.

4. Cara mengatasi duck syndrome

ilustrasi kerja bidang konseling
pexels.com/Tima Miroshnichenko

Meski belum dikategorikan sebagai gangguan mental resmi, duck syndrome tetap tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan terus berlangsung, kondisi ini dapat berkembang menjadi stres berat, burnout, gangguan kecemasan, hingga depresi.

Penanganan duck syndrome dapat dimulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi perasaan dan kesulitan dengan orang terdekat seperti teman bisa jadi pilihan yang aman. Sementara itu, jika tekanan mulai terasa mengganggu, carilah bantuan profesional seperti konselor hingga psikolog.

Setelah memahami apa itu duck syndrome, semoga kamu bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang di sekitar kamu, ya, Bela!

FAQ seputar duck syndrome

Apa itu duck syndrome?

Duck syndrome adalah kondisi saat seseorang terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang kewalahan menghadapi tekanan.

Siapa yang rentan mengalami duck syndrome?

Kondisi ini sering dikaitkan dengan mahasiswa, pekerja muda, atau orang yang memiliki tekanan dan ekspektasi tinggi.

Apakah duck syndrome termasuk gangguan mental?

Duck syndrome belum termasuk gangguan mental resmi, tetapi tetap perlu diperhatikan karena bisa memicu stres berlebih.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah

Related Articles

See More