Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Sejarah First Dance di Acara Pernikahan, Jadi Momen Spesial
instagram.com/elelrumi
  • Tradisi first dance bermula dari pesta bangsawan Eropa abad ke-17 sebagai simbol status sosial, lalu berkembang jadi momen intim bagi pengantin setelah Perang Dunia I.
  • Pada era Victoria, tarian waltz menjadikan first dance lebih romantis dan personal, melambangkan kedekatan serta chemistry pasangan pengantin di acara pernikahan.
  • Kini, first dance menjadi simbol kebersamaan dan kerja sama pasangan modern yang menyiapkan koreografi khusus untuk menciptakan momen hangat dan berkesan di hari pernikahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nggak sekedar makan dan salam-salaman, acara resepsi pernikahan biasanya diisi dengan banyak hal, seperti potong kue pengantin, penuangan wine, sampai first dance. Kini, banyak vendor yang menyediakan jasa latihan first dance untuk para calon pengantin. Beberapa artis juga turut ikut melakukan tradisi ini, salah satunya El Rumi dan Syifa Hadju yang diiringi langsung oleh Brian McKnight. 

Tradisi satu ini ternyata sudah berkembang sejak abad ke-17 atau zaman Renaissance di Eropa. Makin penasaran dengan asal-usul first dance di acara pernikahan? Simak lebih lengkapnya berikut ini, ya!

1. Mulai di era renaissance

Dok. Internet

Mengutip dari New Orleans Magazine, first dance ini berasal dari pesta dansa kaum bangsawan Eropa pada abad ke-17-18, di mana pasangan pengantin baru membuka acara dansa untuk memulai perayaan. Awalnya, ini sebagai bentuk penegasan status sosial baru mereka sebagai satu kesatuan.

Sementara mengutip dari First Dance London, tradisi ini bermula setelah Perang Dunia I. Sebelumnya, resepsi pernikahan di Eropa dan Amerika umumnya diadakan di rumah pengantin perempuan. Karena ruang yang terbatas, pengantin laki-laki dan perempuan akan makan malam bersama tamu-tamu mereka dan bersosialisasi tanpa harus menari, meskipun musik dimainkan oleh band.

Setelah perang, media mulai menyarankan agar pengantin baru menari berdua saja karena akan terasa lebih intim. Ide sangat diterima di kalangan pengantin baru dan perlahan-lahan menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Pada awalnya, hal ini tidak dianggap sebagai pertunjukan atau sesuatu yang wajib.

2. Mulai lebih intim dengan tarian waltz

pexels.com/westernsydneyweddings

Pada abad ke-19 atau Era Victoria, tradisi wedding first dance mulai berubah jadi lebih romantis dan personal untuk pasangan pengantin. Saat itu, tarian waltz sedang sangat populer dan sering dijadikan first dance di pesta pernikahan. Karena waltz melibatkan gerakan berpasangan yang dekat dan elegan, momen ini dianggap sebagai simbol kedekatan dan chemistry pasangan tersebut.

3. Makin populer setelah dilakukan oleh para selebriti

pexels.com/danikprihodko

Setelah Perang Dunia II, budaya menari semakin populer, terutama di Inggris. Banyak tempat dansa bermunculan dan menari mulai dianggap sebagai aktivitas sosial yang menyenangkan, bukan hanya untuk acara formal. Ini menjadi salah satu hiburan, sarana bersosialisasi, bahkan menunjukkan kemampuan menari.

Di masa ini, tarian ballroom seperti foxtrot dan tango juga semakin terkenal di Eropa dan Amerika Serikat. Popularitasnya makin meningkat berkat tayangan televisi yang sering menampilkan kompetisi atau pertunjukan dansa. Karena banyak selebriti dan kalangan atas mulai melakukan first dance di pesta pernikahan mereka, masyarakat umum pun ikut tertarik mengikuti tradisi tersebut.

4. Sempat dianggap tidak pantas

pexel.com

Meski banyak diterima, namun ada sebagian orang yang menganggap first dance terlalu dibuat-buat atau terlalu dipertontonkan, sehingga kurang pantas untuk acara pernikahan. Ini karena mereka menganggap fungsi utamanya adalah sebagai pembuka acara dansa untuk semua tamu. Tradisi first dance biasanya tidak dilakukan, jika pesta pernikahan memang tidak memiliki sesi menari bersama.

Di beberapa budaya, ada juga tradisi pengantin perempuan menari bersama ayahnya. Tarian ini biasanya melambangkan kedekatan hubungan ayah dan anak perempuan, sekaligus simbol sang ayah “melepas” putrinya ke kehidupan baru bersama pasangannya.

5. Jadi momen spesial dengan sentuhan persona

pexels.com/westernsydneyweddings

Awalnya, tradisi wedding first dance memang identik dengan kalangan elit. Namun memasuki awal abad ke-20, tradisi ini mulai menyebar luas dan menjadi bagian umum dari resepsi pernikahan. Hingga sekarang, first dance dikenal sebagai momen spesial yang melambangkan kebersamaan dan kedekatan pasangan pengantin.

Para pasangan modern biasanya memilih slow dance yang lebih simpel atau bahkan mengambil kelas menari sebelum menikah untuk mempersiapkan penampilan mereka. Ada juga yang membuat koreografi khusus agar momen tersebut terasa lebih spesial, seru, personal dan memorable di hari pernikahan mereka.

6. Bisa mempererat ikatan

brooklyndancelessons.com

Sekarang, wedding first dance bukan cuma sekadar tradisi di pesta pernikahan, tapi juga jadi momen spesial yang menggambarkan hubungan sang pengantin. Selain bikin suasana resepsi terasa lebih hangat dan romantis, first dance juga sering dianggap sebagai simbol kerja sama dan kedekatan antara kedua pengantin.

Saat belajar menari bersama, mereka jadi punya waktu berkualitas untuk saling mendukung dan bekerja sama. Mereka belajar mengikuti ritme satu sama lain, saling memimpin, dan menghadapi tantangan bersama. Karena itu, proses latihan tari sering terasa seru sekaligus bisa membuat hubungan semakin dekat.

Saat ini, hampir semua pasangan punya versi first dance-nya sendiri. Ada yang memilih tarian romantis dan sederhana, ada juga yang membuat koreografi khusus yang lebih heboh untuk menghibur tamu. Apa pun bentuknya, wedding first dance adalah menikmati momen bersama pasangan dan menciptakan kenangan manis di hari pernikahan.

Itulah sejarah first dance di acara pernikahan.

Editorial Team