Di Indonesia, prosesi menikah memang panjang, apalagi jika mengacu pada adat dan kebudayaan suku tertentu. Mulai dari proses lamaran hingga hari H memiliki tata cara yang berbeda-beda. Dari banyaknya etnis yang ada di Indonesia, etnis Tionghoa adalah salah satu etnis yang memiliki prosesi seserahan yang unik.

Sangjit merupakan prosesi seserahan mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan. Prosesi ini biasanya akan dilakukan sebulan sebelum hari pernikahan. Nah, jika kamu dan pasangan berasal dari etnis Tionghoa, maka ini prosesi seserahan yang bisa kamu siapkan dari sekarang.

1. Jumlah dan warna baki

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya TionghoaFacebook.com/mostraphotography

Di acara sangjit, warna yang mendominasi adalah merah. Mulai dari pakaian yang dikenakan hingga baki hantaran. Pasalnya warna merah membawa arti kebahagiaan dan kegembiraan. Selain itu, baki hantaran harus berjumlah genap seperti 6, 8, 12, kecuali 4 karena angka 4 lambang kematian.

2. Pakaian atau kain, lambang bahwa mempelai laki-laki akan memenuhi segala kebutuhan mempelai perempuan

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya Tionghoadok.internet

Pakaian atau kain adalah salah satu isi baki seserahan. Selain baju atau kain, kamu juga bisa mengisinya dengan tas atau sepatu. Arti dari baki ini adalah bahwa sang calon mempelai laki-laki bakal memenuhi segala perlengkapan sandang pasangannya.

3. Kosmetik dan perlengkapan mandi

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya Tionghoadok.internet

Kosmetik, skin care beserta dan perlengkapan mandi bisa jadi isian baki berikutnya. Kamu bisa menyertakan semuanya, atau memilih salah satu saja.

4. Kalung dan perhiasan lengkap sebagai tanda pengikat

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya Tionghoathecitywalker.com

Kalung juga salah satu isian wajib baki hantaran. Selain kalung, kamu juga bisa memberikan perhiasan lengkap (kalung, cincin, anting, gelang) kepada calon mempelai perempuan. Tapi yang perlu diperhatikan beratnya nggak boleh mengandung angka 4. Misalnya cari perhiasan yang beratnya di bawah atau di atas 4 gram.

5. Uang susu (atau uang angpao) dan uang pesta yang dimasukkan ke dalam amplop merah

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya Tionghoadok.internet

Uang susu adalah uang yang diberikan oleh keluarga mempelai laki-laki kepada orangtua mempelai perempuan. Uang ini sebagai ucapan terima kasih karena telah membesarkan dan merawat sang mempelai. Biasanya jumlah uang susu bebas dan orangtua mempelai perempuan akan mengambil separuh atau semuanya.

Yang kedua adalah uang pesta. Uang pesta adalah uang yang akan digunakan untuk membiayai resepsi pernikahan. Uang pesta ini disesuaikan berdasarkan umur mempelai perempuan misalnya umurnya 30 tahun maka uang pestanya bisa Rp300 ribu, Rp3 juta atau Rp30 juta.

Uniknya, orangtua mempelai perempuan hanya boleh mengambil angka yang paling belakang. Misalnya saja uang pesta Rp 3.030.000. Maka orangtua mempelai perempuan hanya boleh mengambil Rp30 ribu saja sedangkan sisanya dikembalikan. Namun, jika pihak perempuan mengambil semua uang pesta maka merekalah yang harus menanggung biaya pesta. Selain uang susu dan uang pesta, ada juga uang lainnya tergantung dari adat istiadat keluarga masing-masing. Misalnya saja uang popok dan uang saudara.

6. Buah berjumlah 12 atau 18 buah. Lambang rezeki, kesejahteraan, kedamaian

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya Tionghoapinterest.com

Baki seserahan berikutnya berisi 12 atau 18 buah. Misalnya saja buah apel, pir, jeruk. Buah-buah ini adalah lambang kedamaian, rezeki, dan juga kesejahteraan. Buah ini nggak diambil semuanya karena separuhnya akan dikembalikan kepada mempelai laki-laki.

7. 2 pasang lilin yang diikat pita merah sebagai simbol perlindungan

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya Tionghoadok.internet

Selanjutnya, baki berisi 2 pasang lilin yang diikat dengan pita berwarna merah. Seserahan ini menyimbolkan perlindungan dan menangkal pengaruh negatif. Biasanya lilin yang digunakan memiliki gambar naga (liong) dan juga burung phoenix (hong). Satu pasang untuk pihak perempuan dan sepasang lagi dikembalikan kepada pihak laki-laki.

8. 1 pasang kaki babi atau bisa diganti dengan makanan kaleng

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya Tionghoabridestory.com

Jika sulit untuk mendapatkan kaki babi, kamu nggak usah khawatir karena bisa menggantinya dengan 8-12 makanan kaleng ditambah dengan 6-12 kaleng kacang polong. Makanan kaleng yang bisa kamu berikan untuk mengganti kaki babi biasanya adalah buah longan atau buah leci kaleng.

9. Kue manis atau kembang gula berjumlah 12 atau 18, lambang kehidupan perkawinan yang harmonis

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya TionghoaBubble-photography.com

Baki selanjutnya berisi makanan-makanan manis yang bertekstur lengket. Misalnya saja kue mangkuk warna merah, kue keranjang, pia dan juga kue wijen. Kamu juga bisa menyertakan permen-permen manis ke dalamnya. Kamu harus mengisinya sebanyak 12 atau 18 potong. Kue-kue manis nan lengket ini adalah lambang kehidupan perkawinan yang harmonis, keberuntungan, dan kelimpahan.

10. 2 botol arak, sampanye, wine merah

Isi Seserahan dalam Sangjit, Prosesi Lamaran dari Budaya TionghoaInstagram.com/angelfebriana1989

Baki terakhir berisi 2 botol arak, sampanye atau wine merah. Nantinya seserahan ini akan ditukar oleh pihak keluarga laki-laki dengan 2 botol sirup merah dari pihak keluarga perempuan.

Memang mengikuti tradisi terbilang ribet dan banyak yang harus dipatuhi. Namun, menjalankannya tentu bakal membawa kepuasan tersendiri, kan?

Disclaimer: Artikel ini sudah diterbitkan pada laman IDN Times dengan judul "Mau Menikahi Gadis Tionghoa? Ini 10 Syarat Isi Seserahan!"

Baca Juga: 10 Seserahan Penuh Makna yang Ada Saat Lamaran dan Pernikahan