Belajar dari Angga dan Shenina, Ini Pentingnya Premarital Counseling

- Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon mengikuti premarital counseling sebelum menikah untuk memahami diri dan pasangan, serta mempersiapkan diri menghadapi peran baru sebagai orang tua.
- Premarital counseling membantu pasangan meningkatkan komunikasi, menyelesaikan konflik dengan sehat, memperjelas harapan bersama, dan memperkuat keintiman emosional maupun fisik.
- Sesi konseling juga membahas latar belakang pribadi, perencanaan keuangan, serta keterampilan berhubungan agar pasangan lebih siap membangun hubungan harmonis dan saling mendukung.
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon sebentar lagi akan menyambut kelahiran buah hati pertama mereka. Keduanya terlihat sangat siap banget untuk menyambut bab dan status baru tersebut di kehidupan mereka. Tak heran, karena ternyata Angga dan Shenina diketahui mengikuti premarital counseling sebelum menikah.
Mereka berdua datang ke psikolog buat lebih tahu diri sendiri dan pasangan. Ini adalah bagian dari usaha untuk mempersiapkan diri, menyadari dan menerima kekurangan masing-masing, dan cara untuk bisa berkomunikasi dengan lebih baik.
Belajar dari Angga dan Shenina, berikut ada manfaat dan pentingnya premarital counseling sebelum menikah.
Table of Content
1. Meningkatkan keterampilan komunikasi

Komunikasi yang efektif sangat penting dalam sebuah hubungan, terlebih pernikahan. Premarital counseling menjadi sarana untuk memperkuat keterampilan para pasangan. Di sini kamu dan pasangan bisa belajar menyampaikan pikiran dan perasaan secara terbuka, yang meminimalkan kesalahpahaman dan konflik.
Sang konselor akan memberikan teknik-teknik dalam berkomunikasi sehingga kalian bisa paham satu sama lain dengan lebih baik dan mengurangi perselisihan. Misalnya, belajar teknik mendengarkan.
2. Menentukan strategi dalam menghadapi konflik

Semua hubungan pasti menghadapi konflik, kuncinya adalah bagaimana kalian mengatasinya. Di konseling ini, konselor akan mengajarkan strategi penyelesaian konflik yang efektif, seperti bagaimana melihat perbedaan pendapat dari berbagai sudut pandang dan bernegosiasi untuk mencapai kompromi. Pendekatan ini nggak hanya membantu menjaga kedamaian, tetapi juga menumbuhkan hubungan yang dibangun di atas rasa hormat dan kerja sama.
3. Memperjelas harapan dan visi ke depan

Saat menikah, kamu dan pasangan masing-masing mungkin punya ekspektasinya sendiri. Nah, untuk menghindari kesalahpahaman, kalian harus bisa mengungkapkan semua harapan-harapan itu. Premarital counseling menjadi wadah bagi kalian untuk dapat secara terbuka mendiskusikan topik-topik penting seperti keuangan, peran dalam rumah tangga, dan perencanaan keluarga jika menikah nanti. Dengan diskusi, kalian satu sama lain akan lebih merasa dihargai dan dipahami.
4. Memperkuat keintiman emosional dan fisik

Selain ekspektasi dan tujuan ke depan, premarital counseling juga mendorong para pasangan untuk terbuka dengan perasaan, ketakutan, dan impian mereka secara mendalam, sehingga memperkuat ikatan emosional. Keintiman emosional sendiri sangat penting bagi hubungan yang harmonis.
Melalui dialog yang terstruktur, kamu dan pasangan menjadi lebih nyaman untuk menunjukkan sisi rentan masing-masing, sehingga menumbuhkan cinta dan kepercayaan. Dilaporkan bahwa 60% pasangan yang mengikuti konseling semacam ini merasa ikatan emosional mereka semakin kuat.
Selain emosional, keintiman fisik, seperti berhubungan intim, juga jadi perekat hubungan. Seringkali tantangan hadir di dalamnya. Nah, premarital counseling juga bisa membahas apa saja tantangan yang mungkin datang, bagaimana cara mencegah dan mengatasinya.
5. Menggali dan mengenali latar belakang

Memahami latar belakang masing-masing sangat penting untuk memahami sosok dari pasanganmu. Pola asuh dan lingkungan bisa membentuk bagaimana mereka berperilaku dan nilai-nilainya. Nah, salah satu sesi di premarital counseling mungkin akan membahas ini.
Dengan mengenali latar belakang pasangan, kalian bisa mempererat ikatan, menghormati latar belakang masing-masing, serta mencegah kesalahpahaman yang mungkin timbul di kemudian hari.
6. Perencanaan Keuangan

Masalah keuangan sering kali menjadi sumber stres utama bagi pasangan. Para ahli bisa membantu kalian dalam mendiskusikan tujuan dan rencana keuangan mendatang, baik itu dalam mengelola aset, kehidupan sehari-hari, tabungan, kebutuhan anak, hingga masa tua. Biasanya konselor akan memastikan kalau kalian harus bersatu dalam mengelola uang.
Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang mengikuti konseling keuangan bersama, 50% lebih mungkin untuk mematuhi anggaran dan mendiskusikan kebiasaan belanja secara terbuka. Dengan membahas masalah keuangan sejak awal, kamu dan pasangan dapat membangun visi bersama untuk masa depan ekonomi keluarga kalian, sehingga mengurangi potensi gesekan.
7. Meningkatkan keterampilan berhubungan

Selain mempersiapkan diri menghadapi tantangan, premarital counseling juga berfokus untuk mengembangkan keterampilan berhubungan. Kamu akan belajar cara mengungkapkan rasa syukur, memberikan dukungan emosional pada pasangan, dan menunjukkan penghargaan untuk satu sama lain. Di sini, kamu dan pasangan mungkin diingatkan kembali bahwa kalian itu satu tim yang harus saling membantu. Dengan begitu, hubungan akan lebih sehat dan penuh kasih sayang.
Itulah manfaat premarital counseling seperti yang dilakukan oleh Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon.
FAQ seputar premarital counseling
| Apa itu premarital counseling? | Premarital counseling adalah layanan bimbingan psikologis yang dirancang untuk membantu calon pengantin mempersiapkan mental dan emosional sebelum menikah. ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi konflik sejak dini dan membangun fondasi hubungan yang kuat serta sehat melalui topik krusial seperti manajemen keuangan, komunikasi, dan pengelolaan stres. |
| Siapa saja artis yang melakukan premarital counseling? | Artis yang mengikuti premarital counseling, termasuk Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Rachel Amanda dan suami, Nadin Amizah dan Tanjung. |
| Kapan premarital counseling sebaiknya dilakukan? | Premarital counseling sebaiknya dilakukan 3 hingga 6 bulan sebelum tanggal pernikahan. |





















