Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
5 Curhatan Tasya Farasya saat Jalani Proses Perceraian, Alami Insomnia
Instagram.com/tasyafarasya
  • Tasya Farasya mengungkap masa sidang cerainya dengan Ahmad Assegaf sebagai titik terendah hidupnya.

  • Ia mengalami insomnia parah akibat stres berat hingga gelombang otaknya menunjukkan aktivitas berpikir berlebihan.

  • Dampak emosional juga dirasakan anaknya yang ikut terbebani secara psikologis sehingga Tasya memutuskan berkonsultasi dengan psikolog anak demi menjaga kesehatan mental sang buah hati.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perceraian memang bukan hal yang mudah untuk dijalani siapa pun, termasuk bagi beauty influencer, Tasya Farasya. Di balik kehidupannya yang terlihat glamor, Tasya ternyata menyimpan cerita pilu saat menghadapi proses cerainya dengan sang mantan suami, Ahmad Assegaf.

Lewat podcast bersama Ivan Gunawan di @c8Podcast pada Rabu (1-4-2026), Tasya blak-blakan mengungkap bagaimana masa sidang cerai yang berlangsung dari 24 September hingga 12 November 2025 menjadi titik terendah dalam hidupnya. Bukan sekadar urusan hukum, tapi juga pertarungan mental, fisik, hingga rasa percaya diri.

Berikut detail curhatannya. Check it out!

1. Agenda besar dalam satu waktu

Instagram.com/tasyafarasya

Hari sidang perceraian menjadi salah satu hari paling berat yang pernah dilalui Tasya. Dalam satu hari yang sama, ia harus menjalani berbagai agenda penting yang seolah datang tanpa jeda. Kondisi ini membuat dirinya tidak memiliki ruang untuk benar-benar memproses emosi yang sedang dirasakan.

Di pagi hari, Tasya harus menghadiri sidang cerai yang secara mental sudah sangat menguras energi. Namun setelah itu, ia tetap harus hadir dalam perayaan anniversary brand miliknya di malam hari. Belum selesai sampai di situ, Tasya bahkan langsung terbang ke Dubai untuk bertemu dengan beuauty blogger ternama sekaligus pemilik brand Huda Beauty, yakni Huda Kattan.

“Itu paginya aku sidang, malamnya anniversary brand aku, habis itu aku langsung berangkat ke Dubai buat ketemu Huda Beauty dan itu dalam satu hari. Pokoknya otak udah ‘Huda, please lo hibur gue’, udah kayak gitu,” ungkapnya.

2. Susah untuk tidur

Instagram.com/tasyafarasya

Jauh sebelum kabar perceraiannya mencuat ke publik, tubuh Tasya sebenarnya sudah memberikan sinyal bahwa dirinya sedang berada dalam kondisi stres berat. Ia mengaku mengalami insomnia mendadak yang cukup parah, hingga membuatnya kesulitan untuk tidur sama sekali.

Menurut pengakuannya, kondisi ini bahkan sampai membuatnya harus menjalani tes gelombang otak. Hasilnya menunjukkan bahwa gelombang yang dibutuhkan untuk tidur hampir tidak ada, sementara gelombang berpikirnya justru sangat aktif. Hal ini membuat otaknya seolah tidak pernah benar-benar beristirahat, terus dipenuhi overthinking yang menguras energi, baik secara fisik maupun mental.

"Aku stres berat, aku insomnia mendadak, aku nggak bisa tidur sama sekali. Ternyata gelombang yang aku butuhin buat tidur itu nyaris nggak ada, sedangkan gelombang yang berpikir itu terlalu banyak. Jadi otak aku itu nggak bisa shutdown," ungkap Tasya.

3. Dampak emosional ke anak

Instagram.com/tasyafarasya

Di tengah proses perceraian yang berat, salah satu hal yang paling menyentuh hati Tasya adalah dampak emosional yang dirasakan oleh anak-anaknya. Putri sulungnya, Maryam, ternyata menunjukkan empati yang begitu besar terhadap kondisi sang ibu.

Maryam bahkan sempat merasa segan untuk menyebut nama ayahnya di depan Tasya karena takut membuat ibunya sedih. Hal ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Tasya, karena ia menyadari bahwa anaknya ikut memikul beban emosional di usia yang masih sangat muda.

"Salah satu momen paling berat itu ketika aku sadar anak aku jadi ikut ngerasain. Dia sampai kayak nahan diri gitu," ucap Tasya.

Tidak ingin kondisi ini berlarut-larut, Tasya pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak agar kesehatan mental buah hatinya tetap terjaga.

4. Misteri di angka 7

Instagram.com/tasyafarasya

Menjelang sidang perceraian, Tasya juga mengalami malam-malam yang penuh dengan pikiran yang tidak berhenti. Salah satu hal yang terus terlintas di benaknya adalah angka 7 yang ternyata memiliki banyak keterkaitan dengan perjalanan hubungannya.

Ia mengingat bagaimana pernikahannya berlangsung selama 7 hari 7 malam, masa pacaran selama 7 tahun, hingga pertengkaran yang bisa berlangsung selama 7 jam. Semua momen tersebut seolah terhubung oleh angka yang sama, hingga akhirnya berujung pada perceraian.

“Tiba-tiba malam-malam (sebelum sidang cerai) aku nggak bisa tidur terus kayak nikah 7 hari 7 malam, pacaran 7 tahun, berantem 7 jam terus tahu-tahu cerai. Tujuh-tujuh-tujuh gitu,” tuturnya.

5. Diakhiri dengan simbolis pernikahan

Instagram.com/tasyafarasya

Di tengah berbagai emosi dan pikiran yang berkecamuk, Tasya akhirnya menemukan satu hal simbolis yang memberinya sedikit ketenangan. Ia teringat bahwa saat menikah dulu, dirinya mengenakan busana pengantin berwarna kuning.

Dari situlah muncul keputusan untuk menutup perjalanan pernikahannya dengan warna yang sama. Tasya memilih mengenakan baju kuning saat menghadiri sidang perceraian sebagai simbol bahwa apa yang dimulai dengan warna tersebut, juga diakhiri dengan cara yang serupa.

“Terus aku kayak mikir, nikah pakai baju kuning, nah kita awali dengan kuning dan kita akhiri dengan kuning. Akhirnya aku memutuskan pakai baju kuning itu (saat sidang perceraian),” tutupnya.

Itulah beberapa curhatan Tasya Farasya mengenai sidang perceraiannya. Semoga ke depan, sang beauty influencer bisa menemukan kebahagiaan baru dan menjalani hidup yang lebih tenang bersama orang-orang tercinta, ya!

FAQ seputar curhatan Tasya Farasya soal sidang cerai

Kapan sidang cerai Tasya Farasya berlangsung?

Sidang cerai berlangsung dari 24 September hingga 12 November 2025.

Apa dampak terbesar yang dirasakan Tasya?

Selain mental dan fisik, dampak terbesar juga dirasakan oleh anaknya secara emosional.

Mengapa Tasya memakai baju kuning saat sidang?

Sebagai simbol karena pernikahannya juga dimulai dengan warna kuning.

Editorial Team