Dinda Kirana dan Haico van der Veken Spill Red Flag dalam Hubungan

- Dinda Kirana dan Haico van der Veken berbagi pengalaman soal toxic relationship lewat bincang-bincang untuk series Bercinta dengan Maut, menyoroti pentingnya mengenali red flag dalam hubungan.
- Dinda mengaku pernah terjebak hubungan beracun karena mindset ‘i can fix him’, lalu belajar menempatkan diri sendiri sebagai prioritas agar bisa tumbuh sehat dalam hubungan.
- Keduanya menegaskan komunikasi terbuka, saling mendengar, serta menjauhi kekerasan dan gaslighting adalah kunci menjaga hubungan tetap sehat tanpa harus mengejar kesempurnaan semu.
Toxic relationship atau hubungan beracun mungkin sudah nggak asing di telinga. Kamu mungkin juga pernah mengalaminya. Hubungan yang nggak sehat ini berbentuk dalam banyak hal mulai dari gaslighting, manipulasi, hingga abusif. Kadang, beberapa orang masih denial kalau hubungannya itu sudah toxic, atau susah lepas dari lingkaran tersebut.
Nah, Dinda Kirana juga cerita kalau dirinya pernah mengalami toxic relationship. Dalam bincang-bincang bersama POPBELA untuk series terbarunya, Bercinta dengan Maut, di IDN HQ pada pertengahan Mei 2026 kemarin, Dinda Kirana dan Haico van der Veken berbagi red flag dalam toxic relationship yang harus dihindari sekaligus belajar dari karakter mereka di drama series tersebut.
Table of Content
1. Setiap orang punya toxic rate-nya sendiri

Ngomongin tentang series Bercinta dengan Maut, Haico dan Dinda mengatakan kalau series ini bercerita juga tentang toxic relationship yang mungkin sudah dekat dengan banyak orang. Beberapa orang mungkin pernah mengalami hal yang sama, atau melihat orang terdekatnya menjalani kondisi tersebut.
Hubungan yang nggak sehat di era sekarang bukan jadi sesuatu yang asing, karena banyak yang sudah lebih open minded dan sadar. Dua artis ini pun mengatakan bahwa setiap orang punya toxic rate-nya masing-masing untuk menilai, apakah hubungan mereka masih sehat dan layak untuk dilanjutkan, atau lebih baik disudahi karena tak lagi ada rasa keamanan. Series ini mungkin bisa jadi pelajaran untuk penonton bisa lebih waspada tentang hubungan yang tak sehat.
2. Mindset ‘i can fix him’, Dinda Kirana jadi terjebak toxic relationship

Saat bahas batasan dalam toxic relationship, Dinda Kirana bercerita kalau dirinya pernah berada dalam hubungan beracun selama 4 tahun sampai akhirnya sadar. Ia punya alasan tersendiri mengapa akhirnya bisa terjebak di situasi tersebut.
“Banyak banget sih dan setiap orang tuh beda-beda. Dulu tuh aku sempat stay di toxic relationship 4 tahun dan aku kayak baru nyadar ‘oh iya toxic sih’,” ceritanya.
Awalnya, ia berpikir bisa mengubah dan memperbaiki pasangannya, tapi ternyata nggak. Ia pun menyadari kalau hal tersebut justru jadi toxic untuk dirinya sendiri. Kini, ia belajar untuk juga memikirkan dirinya atau perasaannya dalam sebuah hubungan.
“Mungkin dulu tuh ada perasaan seperti aku bisa fix orang ini. Itu ternyata kita toxic sama diri kita sendiri, tapi kita nggak sadar gitu lho. Jadi, itu yang kamu nggak sadar merusak dirimu sendiri. Kamu mau coba menyelamatkan orang lain, tapi kamu nggak selamatkan diri sendiri. Itu toxic lho,” kata Dinda.
“Kalau aku ngomong gitu (memikirkan diri sendiri) nanti ada yang bilang ‘kamu egois banget’, ‘kamu cuma mikirin diri sendiri’. Terus, kalau misalkan kita merasa nggak nyaman dan kita butuh step back dulu, dibilang avoidance,” tambahnya tentang serba salah seseorang dalam menjalin hubungan di era saat ini.
Haico juga menyetujui kalau dalam sebuah hubungan itu, kamu harus menempatkan diri sebagai yang utama. Dengan begitu, kamu tahu apakah ini hubungan yang baik atau nggak. Dinda pun menambahkan untuk melihat apakah selama menjalin hubungan kalian semakin bertumbuh atau justru malah mundur. Kalau bikin kamu nggak bertumbuh, jangan ragu untuk melepaskannya.
“Tapi, aku pikir, kamu harus menempatkan diri kamu jadi yang utama dulu,” timpal Haico yang menekankan pentingnya diri sendiri juga dalam sebuah hubungan.
“Lihat kalau menjalin hubungan sama orang ini jadi lebih baik, ya berarti ada growth. Kamu sama dia jadi bertumbuh gitu. Tapi kalau malah jadi sebaliknya, lebih baik tinggalin aja,” ujar Dinda.
3. Komunikasi dan ego bisa runtuhkan hubungan

Selanjutnya, hal yang bisa meruntuhkan hubungan adalah komunikasi dan ego. Komunikasi yang nggak terbuka dan ego yang tinggi bagi Dinda dan Haico bisa menghancurkan hubungan. Terutama ketika pasangan sudah mulai menyimpan rahasia. Haico mengaku nggak tahu harus apa kalau pasangannya menyimpan rahasia.
Dinda sendiri tipe yang tidak bisa menyimpan apapun, termasuk ekspresi wajahnya. Baginya, ia akan ketahuan kalau menyimpan rahasia, termasuk langsung tahu kalau pasangannya menyimpan sesuatu darinya. Ia akan langsung bertanya pada pasangannya tentang hal tersebut dan mencari kejelasan.
“Aku kayaknya susah deh menyimpan rahasia, karena pasti bakal ketahuan. Terus kalau misalkan aku di posisi yang kayak pasangan aku punya rahasia besar dan aku nggak tau. Mungkin aku bakal nggak bohong, aku pasti bakal melihat seperti ‘sebenarnya aku punya hubungan sama siapa sih?’. ‘Aku pasangan kamu, tapi kayaknya aku nggak tahu apa-apa ya tentang kamu’. Tapi ya pasti nggak semua begitu sih, walaupun demi kebaikan,” ungkap Dinda.
4. Mengharapkan kesempurnaan hubungan bisa jad red flag

Salah satu red flag yang juga bisa terlihat di series Bercinta dengan Maut yang bisa membuat hubungan jadi nggak sehat adalah mengharapkan kesempurnaan. Nggak ada cinta atau hubungan yang sempurna. Semua pasti punya kekurangan, tapi bagaimana satu sama lain mau menerima kekurangan tersebut dan mengubah cara pandangnya menjadi suatu kelebihan.
Ketika kamu atau pasanganmu merasa harus selalu tampil sempurna, hubungan tidak lagi menjadi tempat yang aman untuk pulang, melainkan berubah menjadi panggung sandiwara. Perasaan selalu merasa kurang dan kelelahan emosional bisa jadi dampaknya karena kamu harus memenuhi standar yang nggak realistis. Akibatnya, kalian mungkin jadi lebih suka membandingkan yang akhirnya memunculkan keinginan untuk mencari ‘tempat nyaman’ di orang lain.
5. Nggak saling mendengar bisa bikin toxic

Menurut Haico, hal paling penting dalam hubungan adalah menjadi pendengar yang baik, karena dari situ bisa lahir komunikasi yang baik. Saat kamu dan pasangan nggak mau saling mendengarkan, maka jangan heran kalau hubungan tersebut bisa jadi toxic.
“Yang menurut aku toxic tuh nggak mau mendengarkan satu sama lain. Maksudnya di saat kita lagi berantem sama pasangan. Oke, awalnya kan kita pasti punya cara masing-masing, kita mau langsung selesaikan masalahnya atau kita mau masing-masing dulu sendiri segala macam. Dan apa yang pasangan kita mau di saat itu, kita harus respect.
Tapi, akhirnya apa pun yang terjadi harus selalu diomongin dan mendengarkan dari dua sisi. Oke, misalnya dia mau ngomong dulu, ya sudah dengerin dulu, baru sebaliknya, cari solusi bareng-bareng,” jelas Haico.
Menurut Haico, saling menghargai dan mendengarkan bisa membuat hubungan menjadi lebih kuat. Dengan ini, kalian bisa makin kenal satu sama lain dan meningkatkan kepercayaan.
“Karena itu yang menurut aku bisa membuat kamu berkomunikasi dengan lebih baik sama pasangan juga. Kalian juga saling membangun kepercayaan. Jadi, tahu juga apa yang dia suka, apa yang dia nggak bisa terima. Itu jadi pelajaran ke depan untuk membangun hubungan yang kuat,” tutupnya.
6. Kekerasan dan gaslight ciri hubungan nggak sehat

Saat ditanya red flag apa yang paling nggak bisa ditolerir dalam sebuah hubungan, Dinda dan Haico dengan kompak menjawab kekerasan, baik itu secara fisik atau verbal seperti menghina. Hal tersebut bukan hanya menyakiti, tapi juga bisa membuat seseorang mempertanyakan nilai dirinya.
Banyak kasus kekerasan dan gaslighting yang akhirnya nggak hanya menghancurkan hubungan, tapi juga kehidupan seseorang. Oleh karenanya, jangan ragu untuk mengambil tindakan saat pasanganmu sudah mulai berlaku kasar padamu.
7. Cut off jadi balas dendam terbesar

Terakhir ketika berbincang tentang apakah sifat jahat seseorang lahir karena orang itu punya luka, Haico dan Dinda tak menampik pernyataan tersebut. Meski begitu, banyak orang mungkin punya respon yang berbeda saat memiliki luka. Ada dampak yang nyata saat seseorang tersakiti, entah itu balas dendam atau memilih untuk memaafkan.
Berbeda dengan karakter mereka yang penuh emosi dan inginnya balas dendam, Dinda dan Haico justru memilih untuk nggak banyak menghabiskan energinya pada orang atau kondisi tersebut. Mereka berpikir kalau balas dendam nggak akan membuat luka seseorang sembuh atau merasa puas.
Cut off jadi salah satu respon keduanya ketika ada orang yang berlaku tak baik padanya. Menurut dua artis ini, balas dendam terbesar justru dengan memutuskan hubungan dengan orang tersebut dari kehidupanmu.
“Tapi, kamu tahu? Cut off itu salah satu dendam yang kita ngga ngelakuin (secara terang-terangan), tapi dia bakal sakit banget lho. Orang bisa kayak makin sakit banget gara-gara kita hilang. Itu salah satu dendam yang halus, nggak keliatan, tapi impactful,” kata Dinda.
Itulah beberapa red flag yang bisa jadi toxic relationship yang diungkap oleh Dinda Kirana dan Haico van der Veken.


















