Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Pasangan Melakukan Financial Manipulation, Waspada!
Magnific.com/Drazen Zigic
  • Financial manipulation terjadi ketika pasangan memanfaatkan atau mengendalikan keuangan demi kepentingan pribadi, termasuk membuatmu bergantung dengan membatasi peluang bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

  • Waspadai kontrol sepihak atas rekening serta pengeluaran, tuntutan keterbukaan finansial tanpa transparansi timbal balik, dan permintaan memakai namamu untuk mengajukan pinjaman.

  • Pasangan juga dapat membebankan hampir seluruh kebutuhan kepadamu melalui tuntutan ditraktir atau dibiayai terus-menerus, sehingga kamu menanggung beban finansial tanpa kesepakatan jelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjalani hubungan bukan cuma soal cinta dan komitmen, tapi juga kesiapan membangun masa depan bersama, termasuk dalam hal finansial. Mulai dari membeli rumah, menyiapkan dana pendidikan anak, hingga menabung untuk hari tua, semuanya membutuhkan perencanaan dan kondisi keuangan yang stabil.

Namun, rencana tersebut bisa sulit terwujud jika pasangan justru memanfaatkanmu demi kepentingan pribadinya. Perilaku ini disebut financial manipulation, yaitu tindakan memanipulasi seseorang untuk mendapatkan keuntungan atau kendali atas keuangannya. Lantas, apa saja tanda pasangan melakukan financial manipulation yang perlu kamu waspadai? Yuk, simak ulasannya!

1. Membuat kamu bergantung secara finansial

ilustrasi membicarakan kondisi finansial bareng pasangan (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Salah satu tanda pasangan melakukan financial manipulation adalah berusaha membuatmu bergantung secara finansial padanya. Perilaku ini terkadang dibungkus dengan alasan perhatian, seperti melarangmu bekerja karena takut kamu kelelahan atau ingin kamu lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya. Namun, jika dia terus membatasi kesempatanmu untuk bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, kamu perlu mulai waspada.

Ketergantungan finansial bisa membuatmu kesulitan mengambil keputusan, terutama ketika ingin menolak keinginannya atau mengakhiri hubungan. Pasangan yang peduli seharusnya mendukungmu untuk berkembang dan mandiri secara finansial, bukan justru membatasi pilihanmu.

2. Mengambil kendali penuh atas keuanganmu

ilustrasi pasangan membahas finansial (pexels.com/Alex Green)

Meskipun sudah menikah atau menjalin hubungan serius, bukan berarti pasangan berhak mengatur seluruh keuanganmu sesuka hati. Pelaku financial manipulation bisa memanfaatkan hubungan untuk mendapatkan akses lebih besar terhadap uangmu, misalnya dengan menawarkan diri mengelola rekening atau mengatur pengeluaran atas nama kepentingan bersama.

Lama-kelamaan, dia mungkin mulai menentukan apa yang boleh kamu beli, mempertanyakan setiap pengeluaran, bahkan melarangmu menggunakan uang untuk kebutuhan pribadi. Jika kontrol tersebut dilakukan secara sepihak tanpa kesepakatan, kamu bisa kehilangan kebebasan dalam mengelola keuangan sendiri. Padahal, keuangan bersama seharusnya diatur melalui komunikasi terbuka dan kesepakatan kedua belah pihak.

3. Meminjam namamu untuk melakukan pinjaman

Ilustrasi perempuan bergantung secara finansial pada pasangan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Rasa sayang kepada pasangan terkadang membuatmu rela membantu ketika dia mengalami kesulitan keuangan. Namun, kamu perlu waspada jika dia meminta menggunakan namamu untuk mengajukan pinjaman, terutama karena dirinya tidak memenuhi persyaratan atau memiliki masalah kredit.

Jika pinjaman diajukan atas namamu, nantinya kamu yang akan menanggung kewajiban pembayaran ketika pasangan gagal melunasinya. Karena itu, jangan terburu-buru memberikan data pribadi atau menyetujui pinjaman hanya karena merasa tidak enak menolak pasangan.

4. Tidak transparan soal keuangan, tapi menuntut

ilustrasi bertengkar (pexels.com/Yan Krukau)

Keterbukaan soal keuangan penting ketika kamu dan pasangan mulai merencanakan masa depan bersama. Namun, salah satu tanda pasangan melakukan financial manipulation adalah ketika dia terus menuntutmu terbuka tentang gaji, tabungan, dan pengeluaran, sementara dirinya justru menghindar saat ditanya mengenai kondisi keuangannya sendiri.

Dia mungkin menyembunyikan utang, tidak jujur tentang penggunaan uang, atau membuatmu merasa bersalah karena dianggap tidak percaya. Hubungan yang sehat membutuhkan kejujuran dari kedua belah pihak, bukan tuntutan sepihak.

5. Membebankan semua tanggung jawab finansial padamu

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Pasangan yang melakukan financial manipulation bisa memanfaatkan penghasilanmu yang lebih besar untuk membebankan hampir seluruh kebutuhan kepadamu. Misalnya, dia terus meminta ditraktir, mengandalkan uangmu untuk kebutuhan pribadi, atau membuatmu merasa bersalah ketika menolak permintaannya.

Padahal, membantu pasangan sesekali berbeda dengan terus-menerus menanggung beban finansial tanpa kesepakatan yang jelas. Jika dibiarkan, kamu bisa kelelahan karena harus memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus membiayai pasangan.

Itulah 5 tanda pasangan melakukan financial manipulation yang perlu kamu waspadai. Jangan sampai rasa sayang membuatmu mengabaikan batasan finansial demi pasangan. Ingat, hubungan yang sehat seharusnya membuat kalian saling mendukung, bukan justru merugikan salah satu pihak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article