Cinta tidak datang sekedar dari pandangan mata. Cinta datang seiring berjalannya waktu, melalui pengalaman, cerita, dan kebahagiaan yang saling kita bagi bersama pasangan. Setiap orang pasti menginginkan cinta. Bohong bila ada yang mengatakan ia tak butuh cinta.

Mencintai dan dicintai, keduanya merupakan harapan setiap orang. Namun, bagaimana bila dalam sebuah hubungan ada satu pihak yang merasa memberikan cintanya lebih banyak? Lalu menerima cinta yang lebih sedikit atau bahkan tidak menerima sama sekali?

Haruskah Bertahan Jika Menjadi Pihak yang Lebih Banyak Berkorban dalam Hubungan?tvguide.com

Perlu kamu tahu, Bela. Tiada ada hubungan yang benar-benar equal. Akan selalu ada pihak merasa bahwa memberikan lebih banyak. Itulah mengapa disebut saling melengkapi kekurangan masing-masing. Entah seberapa banyak kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Jika kamu merasa menjadi pihak yang memberikan cintamu lebih banyak untuk pasangan, pikirkanlah hal berikut dalam dirimu.

Bertahanlah, jika kamu sanggup bertahan

Haruskah Bertahan Jika Menjadi Pihak yang Lebih Banyak Berkorban dalam Hubungan?tvguide.com

Apa yang kamu cari dari hubunganmu dengannya? Coba tanyakan pertanyaan itu pada dirimu sendiri, Bela. Jika kamu merasa sanggup dan mampu untuk melanjutkan hubunganmu dengannya, maka bertahanlah. Bertahanlah untuk memberi lebih banyak daripadanya. Bertahanlah pada hubunganmu dengannya

Pertahankan, jika ia patut kamu pertahankan

Haruskah Bertahan Jika Menjadi Pihak yang Lebih Banyak Berkorban dalam Hubungan?usanetwork.com

Bela, cinta mungkin memang buta. Namun dalam menjalin sebuah hubungan tetap membutuhkan logika. Lihatlah kembali, pertimbangkan dengan masak benarkah ia sosok yang kamu cari? Patutkan ia dan hubungan kalian dipertahankan? Sudah siapkah kamu jika nantinya keadaan tidak berubah, kamu harus terus menjadi penopang dalam hubungan kalian.

Jika kamu telah memikirkan dua hal di atas dan semua jawabannya ‘ya’ maka lanjutkanlah. Namun jika ada satu jawaban yang tidak. Sebaiknya kamu harus mulai melepaskannya, Bela.

Haruskah Bertahan Jika Menjadi Pihak yang Lebih Banyak Berkorban dalam Hubungan?usanetwork.com

Kamu tidak perlu merutuki, “Kenapa harus aku yang berkorban lebih banyak?” Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengambil pelajaran dari semua yang sudah kamu lakukan. Sesungguhnya semua perjalananmu ini akan memberi pelajaran yang berarti dalam kehidupanmu kelak. Ada sosok yang lebih tepat yang sedang menantimu. Sosok yang sama-sama siap untuk mengarungi kehidupan bersamamu, tanpa membuatmu menjadi pihak yang berkorban lebih banyak.