Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

7 Alasan yang Membuatku Ingin Kembali Lagi Kepelukanmu

7 Alasan yang Membuatku Ingin Kembali Lagi Kepelukanmu

Menjalin sebuah hubungan dengan seseorang yang kita cinta dan hidup bahagia bersamanya adalah sebuah impian bagi semua orang. Jika semua orang ingin bahagia, lalu mengapa perpisahan itu ada? Apakah ini bukti jika kita bisa saja pernah bahagia dengan orang yang salah? Benarkah penyebabnya adalah kesalahan kita pernah sangat mencintai orang yang salah? Atau keadaan yang salah? Waktu yang salah? Mungkin juga karena kita berdua yang seharusnya lebih keras mencoba untuk tetap bersama. Dengan 7 alasan ini, Popbela.com akan membuat kamu berpikir ulang untuk benar-benar melapas sang mantan selamanya.

1. Waktu, selalu berjalan maju

gr.ign.com
gr.ign.com

Terluka karena sesuatu dan memutuskan untuk berpisah. Untuk apa? Tentu saja menyembuhkan luka. Lalu? Apakah ada alasan lain untuk tidak memaafkan dan kembali? Benarkah kita akan meninggalkan dia selamanya? Bukankah yang kita benar-benar butuhkan adalah waktu untuk menyembuhkan luka? Setelah itu kita akan lebih dewasa dan ketika luka itu sudah terobati dengan tidak lagi mengingat bagaimana sakitnya, apakah salah jika memulai lagi? Dengan komitmen yang baru untuk tidak lagi saling menyakiti.

2. Masalah yang tak lagi jadi penghalang

sensacine.com
sensacine.com

Masalah selalu jadi penghalang, tapi jika setelah beberapa lama kita berpisah dan teryata masalah kita terdahulu tak lagi menjadi sebuah penghalang sekarang, benarkah kita tidak pernah berpikir untuk kembali? Jika dulu LDR menjadi masalah, tapi sekarang kita tinggal di kota yang sama. Jika dulu dia seorang workaholic, sekarang dia menemukan arti hidup lebih dari sekadar pekerjaan, lalu bagaimana? Bukakah dulu kita lelah mencari jalan keluar? Dan sekarang sudah berubah. Siapkah kita merajutnya lagi?

3. Kita menginginkan hal yang sama

scifidramaqueen.com
scifidramaqueen.com

Semakin waktu maju berjalan, pemikiran kita dalam memandang sesuatu juga mungkin akan ikut berubah. Jika dulu kamu ingin menikah muda dan aku tidak atau jika dulu aku berpikir ingin punya banyak anak dan kamu tidak. Manusia bisa saja berubah, begitupula dengan apa yang kita butuh dan apa yang kita mau. Jika sekarang kita tak lagi berbeda dan memiliki pandangan yang sama. Masihkah kita bersikeras tak ingin lagi bersama?

4. Bersama orang lain ternyata tak menjanjikan lebih bahagia

finalreel.co.uk
finalreel.co.uk

Setelah memulai lagi hubungan dengan seseorang yang baru, dan ternyata kita tak juga merasakan bahagia seperti yang kita harap, mungkin hanya penyesalan yang akan kita dapat. Atau mungkin bukan sebuah rasa penyesalan karena telah meninggalkan. Tapi, sebuah rasa yang menyadarkan bahwa kita pernah sangat bahagia. Tak maukah kembali kerasa bahagia yang sekarang kita rindukan?

5. Bertambah usia kita juga semakin bijaksana

pop.inquirer.net
pop.inquirer.net

Usia memang hanya sebuah angka yang tak menunjukkan atau bahkan menjamin kedewasaan. Tapi, bukankah tidak mungkin selamanya kita menjadi anak-anak saat usia semakin bertambah? Selalu ada sisi, dimana kewajiban dan tanggungjawab menjadi sebuah tuntutan. Pengalaman hidup yang terus membentuk kita menjadi tak lagi berpikir sesederhana anak—anak. Kita bertambah dewasa dan lebih bijaksana. Saat kita lebih matang, mengapa tidak kita mencobauntuk menjalin hubungan yanglebih dewasa dan serius juga?

6. Selalu berpikir tentang kesempatan kedua

sky.com
sky.com

Manusia bukan malaikat. kita melakukan kesalahan, dan memaafkan. Tak hanya kamu yang selalu salah, tapi aku juga pernah. Orang bilang cinta itu buta. Walaupun terluka berulang kali, kita tetap mencintai orang yang sama. Kenapa? Karena kita percaya pada kesempatan kedua. Memaafkan dan berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Selagi masih ada kesempatan, mengapa kita tidak mencobanya sekarang?

7. I’m half a heart without you

flixminute.com
flixminute.com

Mungkin ini terdengar sedikit konyol dan berlebihan. Tapi, setiap putus cinta memang tidak pernah membuat kita merasa baik-baik saja. Mungkin kita sering meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan lebih baik setelah perpisahan, tanpa pernah menyiapkan diri bagaimana jika tidak lebih baik. Dan ketika kenyataannya tidak lebih baik, masihkah kita beranggapan perpisahan adalah jalan terbaik? Terbaik untuk siapa? Jika kita berdua sama-sama menyadari kita tidak mendapat apa yang kita bayangkan.

Bukankah terlalu egois untuk mengatakan kita tak akan pernah kembali padanya? Bukankah jodoh adalah salah satu rahasia Tuhan? Pikirkanlah mungkin jodoh kita berhenti di perpisahan dulu, dan siapa tahu kita juga berjodoh lagi di masa depan.

Baca Juga: Whoops! Tenyata Apa yang Kamu Lakukan Telah Melecehkan Si Dia

Share
Topics
Editorial Team
Roro Brilian Jane
EditorRoro Brilian Jane
Follow Us

Latest in Relationship

See More

13 Contoh Mahar Simpel Elegan untuk Pernikahan, Pilih Mana?

03 Apr 2026, 16:20 WIBRelationship