Nggak ada orang yang menginginkan hubungan percintaan dengan pasangannya dibumbui konflik, apalagi terkait perselingkuhan. Berdoa saja semoga nggak ada orang ketiga di antara hubungan kalian. Namun, pernahkah kamu membayangkan gimana rasanya menjadi orang ketiga? Atau apakah kamu pernah berada di posisi tersebut?

Meski kehadirannya nggak diinginkan dan selalu dipandang sebelah mata, mereka yang pernah menjadi orang ketiga ternyata juga mengalami konflik dalam dirinya. Melansir dari Insider berdasarkan penuturan beberapa pengguna Reddit, begini isi curhatan mereka yang pernah menjadi orang ketiga.

1. Masalah kepercayaan

“Aku memulai hubunganku sebagai orang ketiga dan kepercayaan yang kumiliki untuknya sangat rendah dari awal. Kami selalu bersama dan selalu mencari-cari yang lain ketika kami nggak bersama. Aku nggak punya waktu untuk teman-temanku dan mengisolasi diri dari segala hal. Yang awalnya aku percaya diri dan bahagia menjadi mudah gelisah dengan diri sendiri dan hubunganku. Jadi jika kamu berpikir untuk menjadi orang ketiga, jangan lakukan. Ada banyak orang di luar sana dan sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk memulai hubungan di mana kamu bisa mempercayai pasanganmu sepenuhnya.” - kathyboh

2. Hubungan yang jarang berhasil

Miris, Begini Isi Curahan Hati Mereka yang Pernah Menjadi Orang KetigaPexels.com/Marcelo Chagas

“Laki-laki ini menggantungkanku saat ia tengah memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap perempuan yang ia pacari selama 7 tahun. Saat aku berkata sudah lelah menunggu, ia langsung memutuskan hubungannya dan pacaran denganku. Dia mulai sering marah dan kasar padaku (mungkin salah satunya karena ia merasa bersalah) selama 3 tahun kami bersama. Setelah ia membatalkan sesi konseling untuk pasangan beberapa kali, aku muak dengan sikapnya dan akhirnya meninggalkan dia untuk laki-laki lain. Dia membuat hidupku seperti ini. Jangan lakukan karena ini jarang berhasil.” - skydart

3. Kadang rasanya seperti menyelamatkan seseorang

“Aku adalah orang ketiga dan kadang aku merasa bersalah. Suatu waktu, aku merasa benar karena pasangannya memperlakukan dia seperti sampah. Pasangannya mencuri, berbohong, tipe ‘pacar gila’ sebelum laki-laki ini mulai menjauh darinya. Dia ingin tetap bersama karena mereka saling mengenal sejak TK, tapi seiring berjalannya waktu ia mulai sadar bahwa kekasihnya berbahaya, dan itu diperparah dengan kehadiranku. 12 tahun berlalu, kami akhirnya menikah dan kami belajar banyak hal dari kejadian itu.” - CycloneCowgirl

4. Nggak ingin mengulanginya lagi

Miris, Begini Isi Curahan Hati Mereka yang Pernah Menjadi Orang KetigaPexels.com/Juan Pablo Arenas

“Sangat sulit. Aku mempercayai pacarku. Tapi seperti ada suara di dalam kepalaku yang kadang menyatakan aku bodoh. Cerita awal bagaimana kami memulai hubungan ini sama sekali nggak ideal. Aku sangat menyesalinya tapi aku juga mencintainya. Kami saling mencintai. Apa yang telah dia lakukan itu buruk dan aku pun juga karena berpartisipasi di dalamnya. Tapi ini bukanlah kami. Kami membuat keputusan yang buruk dan berdasarkan rasa bersalah yang kami alami, sepertinya nggak satu pun dari kami yang ingin mengulanginya lagi.” - britneyspearce

5. Karma itu ada

“Aku adalah orang ketiga untuk hubungan mantanku dulu. Aku menghabiskan sebagian besar dari hubungan kami dengan rasa khawatir bahwa akan meninggalkanku untuk orang lain. Nyatanya itu benar terjadi. Kami masih bersahabat namun ketika kami mencapai ulang tahun hubungan yang pertama, ternyata dia dan selingkuhannya sudah 6 bulan bersama. Rasanya menyakitkan.” - Karuta

Baca Juga: Gara-Gara Syuting Bareng, 5 Artis Ini Dituding Jadi Orang Ketiga