Kala itu, Shandi dan para model Cycle 2 dari America's Next Top Model tiba di Milan, untuk menghadiri “go-sees”, yaitu pertemuan awal antara model dengan agen atau desainer untuk memperkenalkan diri dan berpeluang mendapat pekerjaan. Mereka diantar oleh beberapa warga lokal Italia. Setelah itu, para sopir tersebut ikut bergabung dengan para model di apartemen mereka untuk makan malam dan minum bersama. Shandi Sullivan mengenang bahwa saat itu mereka hanya mengobrol dan minum-minum. Ia mengaku hampir tidak makan apa pun dan kurang tidur, sehingga kondisinya sangat lelah dan mudah mabuk.
Pesta kemudian berlanjut ke jacuzzi (hot tub). Dalam kondisi mabuk berat, Shandi yang saat itu masih memiliki pacar di Kansas City, mencium salah satu laki-laki lokal tersebut. Ia mengatakan bahwa setelah itu semuanya terasa kabur. Ia mengingat laki-laki tersebut berada di atasnya saat ia dalam kondisi tidak sadar (blackout). Shandi sendiri tidak sepenuhnya memahami bagaimana malam tersebut berjalan. Dia bangun keesokan paginya dengan perasaan bingung dan sedih. Ia panik karena merasa itu tidak aman dan ingin memastikan laki-laki tersebut tidak memiliki penyakit menular seksual. Bahkan momen ketika ia menanyakan soal tes penyakit menular seksual juga direkam kamera. Ia merasa hal itu sangat aneh karena merupakan kehidupan pribadinya, bukan adegan film yang ditulis skenarionya.
“Keesokan harinya, aku bangun. Aku, seperti, ‘Astaga, apa yang terjadi semalam?’ Semuanya tiba-tiba menyadarkanku. Itu semua menghantamku. Aku hanya duduk di sana dan menangis,” ujarnya.
Dalam wawancara tahun 2023 dengan Entertainment Weekly, Shandi Sullivan mengaku dirinya benar-benar sangat mabuk sampai terjatuh. Ia mengatakan bahwa jika melihat seseorang dalam kondisi seperti dirinya saat itu, ia pasti akan menyuruh orang tersebut menghentikannya karena terlalu mabuk untuk memahami apa yang terjadi. Namun, dalam kasusnya, tidak ada seorang pun yang berusaha menghentikan kejadian tersebut, padahal semuanya direkam oleh kamera produksi.