Bagi sebagian orang, jatuh cinta biasanya hanya terjadi begitu saja. Cinta tentu membutuhkan komitmen dan usaha, namun usahamu akan sepadan selama kamu mensyukuri. Hubungan romantis yang sehat bisa meningkatkan dukungan dan kebahagiaan jangka panjang untukmu.

Rasanya nggak mungkin bila dalam suatu hubungan nggak pernah mendapatkan masalah. Agar bisa melewatkan itu semua, perlu banget menjalin hubungan yang sehat dan positif biar kamu dan pasangan juga langgeng.

Berikut tips yang dilansir dari helpguide yang perlu kamu perhatikan untuk membangun hubungan sehat dengan pasangan.

1. Menghabiskan waktu bersama

5 Langkah Bangun Hubungan Sehat dengan PasanganUnsplash.com/Roberto Nickson

Sekarang kita berada di zaman digital, sehingga komunikasi lewat smartphone memang lebih efektif. Tetapi, menghabiskan waktu bersama pasangan, untuk sekadar mengobrol tatap muka akan terasa lebih bermakna. Secara emosional pun kamu akan lebih merasa dicintai.

  • Cobalah mengatur quality time dengan pasangan, mengambil waktu beberapa saat tanpa smartphone dan fokus untuk quality time bersama.
  • Cari kegiatan yang bisa dilakukan bersama, entah itu berbagi hobi, joging bareng, atau sekadar duduk menikmati kopi bersama.
  • Mencoba hal baru dengan pasangan, melakukan hal baru bisa jadi cara menyenangkan untuk menjaga hubungan tetap asyik. Bisa sesederhana nyobain restoran baru, atau menjelajahi tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya.

Selain itu, menghabiskan waktu bersama tidak melulu untuk kebaikan berdua, tapi juga bermanfaat untuk orang lain! Melakukan kegiatan sukarelawan, misalnya, bisa menjadi kesempatan mengatasi tantangan baru, juga cara baru berinteraksi satu sama lain.

2. Berkomunikasi yang baik

5 Langkah Bangun Hubungan Sehat dengan PasanganUnsplash.com/Priscilla Du Preez

Komunikasi yang baik adalah hal mendasar dari hubungan yang sehat. Ketika kamu memiliki hubungan emosional positif dengan pasangan, kamu akan merasa aman dan bahagia. Walaupun terdengar simpel, selama kamu berkomunikasi dengan baik, segala masalah akan teratasi.

  • Bicarakan kebutuhanmu, jangan buat pasangan menebak. Memang nggak mudah membicarakan kebutuhanmu, apalagi soal perasaan. Mungkin kamu merasa sudah mengenal pasanganmu sejak lama dan berharap dia mengerti apa yang ada di pikiranmu. Ini cara yang salah, ya, Bela! Bagaimanapun juga, cara paling sehat memberitahu keinginanmu adalah dengan komunikasi.
  • Perhatikan gerak-gerak tak tersirat pasanganmu. Untuk menjaga hubungan dengan baik, kamu juga harus memahami bahasa tubuh pasangan, seperti kontak mata, nada bicara, atau gestur tubuh. Ketika kamu bisa menyadari bahasa tersiratnya, kamu akan mengerti perasaanya dan merespons sesuai dengan itu,
  • Jadi pendengar yang baik. Kalau kamu belajar mendengarkan dengan cara yang membuat orang lain merasa dihargai dan dipahami, kamu dapat membangun hubungan yang lebih dalam dan kuat dengan orang lain.

Mengatur stres juga penting dalam sebuah hubungan. Supaya terhindar dari konflik dan kesalahpahaman, manajemen stres perlu dilakukan untuk menenangkan pasangan ketika emosi sedang meluap.

3. Menjaga kemesraan

5 Langkah Bangun Hubungan Sehat dengan PasanganUnplash.com/Toa Heftiba

Sentuhan adalah bagian mendasar dari keberadaan manusia. Meskipun seks sering menjadi landasan dari hubungan intim, itu bukan satu-satunya cara menjaga kemesraan. Sentuhan yang penuh kasih sayang seperti berpegangan tangan, berpelukan, dan mencium juga sama pentingnya.

Tentu, penting untuk peka terhadap apa yang disukai pasangan. Untuk sebagian orang mungkin sentuhan yang tidak diinginkan membuat dirinya tidak nyaman. Seperti halnya aspek lain dalam hubungan yang sehat. Ini kembali lagi, seberapa baik kamu mengomunikasikan kebutuhan dan niat kamu kepada pasangan.

4. Memberi dan menerima dalam hubungan

5 Langkah Bangun Hubungan Sehat dengan PasanganUnsplash.com/Kira auf der Heide

Kalau kamu berharap mendapatkan 100% yang kamu inginkan dalam sebuah hubungan, kamu hanya membuat dirimu kecewa. Hubungan yang sehat dibangun berdasarkan kompromi. Selain itu, butuh usaha dari kedua belah pihak untuk menerima dan memberi secara adil dan masuk akal.

  • Kenali apa yang penting bagi pasanganmu. Mengetahui apa yang benar-benar penting bagi pasangan dapat membantu membangun niat baik dan suasana kompromi. Di sisi lain, penting juga bagi pasanganmu untuk mengenali keinginanmu.
  • Menyelesaikan konflik dengan bijak. Konflik tidak bisa dihindari dalam hubungan apa pun, tetapi untuk menjaga hubungan yang kuat, kedua belah pihak perlu merasa didengar. Tujuannya bukan untuk menang tetapi untuk mempertahankan dan memperkuat hubungan. Ada beberapa tips menyelesaikan konflik dengan bijak, diantaranya: Jangan menyerang secara langsung, gunakan kalimat “aku” saat menyatakan perasaan. Contoh, “Aku sedih saat kamu begitu”, dan hindari kalimat seperti, “Gara gara kamu aku jadi sedih”. Jangan mengungkit masalah lama. Daripada menimbun dendam dan mengungkit masalah-masalah lama, lebih baik pikirkan apa yang bisa dilakukan sekarang dan kedepannya untuk menyelesaikan masalah. Mau memaafkan. Menyelesaikan masalah akan sulit dilakukan kalau kamu enggan memaafkan. Tahu kapan harus melepaskan. Jika kedua pihak sulit menggapai kesepakatan dan masalahnya nggak berujung selesai, maka kamu bisa sepakat untuk sama-sama tidak setuju alias agree to disagree. Kamu bisa memilih untuk melepaskan dan move on.

5. Bersiap akan hal baik dan buruk

5 Langkah Bangun Hubungan Sehat dengan PasanganUnsplash.com/Tom the Photographer

Penting untuk menyadari bahwa ada pasang surut dalam setiap hubungan. Kamu tidak akan selalu berada di halaman yang sama. Setiap orang mengatasi stres secara berbeda, dan kesalahpahaman dapat dengan cepat berubah menjadi frustrasi dan amarah.

  • Jangan membawa masalahmu pada pasanganmu. Bertengkar seperti ini bisa meracuni hubunganmu, temukan cara lain yang lebih sehat untuk mengelola kemarahan, frustasi, dan manajemen stres.
  • Memaksakan solusi malah menimbulkan masalah. Setiap orang melalui masalah dengan caranya sendiri, dalam hubungan kamu dan pasangan adalah sebuah tim. Selesaikan masalah bersama dengan kepala dingin tanpa memaksakan solusi.
  • Lihat kembali saat awal pacaran. Berbagi momen yang menyatukan kalian berdua, lihat titik di mana kamu mulai merasa jauh, dan selesaikan sebagaimana kamu bisa bekerja sama untuk mengembalikan pengalaman jatuh cinta itu.
  • Terbuka untuk berubah. Perubahan akan selalu terjadi dalam hidup, fleksibilitas menjadi hal penting untuk beradaptasi menghadapi perubahan bersama, memungkinkan kamu untuk tumbuh bersama melalui yang baik dan buruk.
  • Jika membutuhkan bantuan dari luar, carilah bersama. Terkadang masalah dalam suatu hubungan bisa tampak terlalu rumit atau berlebihan bagi kamu untuk ditangani sebagai pasangan. Terapi pasangan atau berbicara bersama dengan teman atau tokoh agama yang tepercaya mungkin dapat membantu.