Hubungan dengan pasangan yang emotionally unavailable bisa terasa melelahkan. Di satu sisi, kamu ingin mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan emosional. Namun, di sisi lain, pasangan justru terlihat sulit terbuka, cenderung menjaga jarak, atau tidak menunjukkan kepedulian saat kamu membutuhkannya.
Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa membuat hubungan terasa hambar. Kamu pun mungkin mulai mempertanyakan perasaannya atau ragu apakah hubungan tersebut masih bisa dipertahankan.
Namun, menghadapi pasangan yang emotionally unavailable tidak selalu harus dilakukan dengan marah atau memaksanya untuk berubah. Ada beberapa cara yang bisa dicoba agar komunikasi dalam hubungan kembali berjalan dengan baik.
