ilustrasi perempuan sedih pegang hp (pexels.com/cottonbro studio)
Mengutip laman Women’s Health, pakar hubungan di Dating News, Natassia Miller, menjelaskan bahwa slow fading adalah penarikan komunikasi dan usaha secara bertahap di dalam hubungan romantis. Seseorang bisa sedikit demi sedikit bersikap kurang responsif, sampai akhirnya hubungan berakhir.
“Orang tersebut tidak menghilang sepenuhnya; sebaliknya, pesan teks mereka menjadi lebih pendek dan lebih jarang, kencan menjadi lebih jarang, dan antusiasme mereka terlihat berkurang,” ungkap Natassia.
Ia kemudian melanjutkan, “Mereka secara teknis masih 'ada,' tetapi kehadiran mereka terasa semakin hampa.”
Natassia lalu menyebut bahwa alasan seseorang menghilang secara perlahan bisa disebabkan oleh rasa takut untuk melakukan percakapan sulit, maupun penghindaran konflik. Dengan kata lain, pelaku slow fading menganggap sikap ini sebagai sebuah tanda penolakan yang ‘lebih baik,’ ketimbang penolakan secara eksplisit. Padahal, sikap ini justru jauh lebih menyakitkan, daripada komunikasi secara langsung.