Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Apa Itu Manchild? Berikut Pengertian dan 7 Cirinya
ilustrasi manchild (freepik.com/freepik)
  • Istilah “manchild” menggambarkan laki-laki dewasa yang menolak bersikap dewasa, cenderung kekanakan dalam berpikir, berperilaku, dan menghadapi tanggung jawab dalam hubungan.
  • Ciri-cirinya meliputi sulit diandalkan, defensif terhadap kritik, menghindari percakapan serius, tidak mampu mengelola stres, serta sering mencari alasan atas perilaku kekanakannya.
  • Menghadapi pasangan manchild disarankan dengan menyadari pola diri sendiri, menetapkan batasan tegas, dan bila perlu meminta bantuan profesional untuk membangun hubungan lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar kata “manchild” kamu mungkin langsung mengaitkannya dengan lagu hits yang dimiliki oleh penyanyi, Sabrina Carpenter. Semenjak perilisannya, istilah ini pun kian populer dan digunakan oleh banyak orang, utamanya di berbagai platform media sosial. Seringkali “manchild” pun muncul di dalam topik penting seputar hubungan asmara.

Hmm, jadi sebenarnya apa itu manchild?

Berikut penjelasan selengkapnya untukmu.

1. Pengertian manchild

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

Melansir laman Power of Change, manchild diterjemahkan sebagai laki-laki dewasa yang menolak untuk bersikap dewasa sepenuhnya. Dengan kata lain, meski sudah berusia dewasa, manchild punya cara berpikir, berperilaku, dan mengatasi situasi penting secara kekanakan

Oleh karenanya, tak mengherankan apabila kamu merupakan pasangan dari seorang manchild, kamu rentan merasa berperan seperti orang tua, ketimbang pasangannya. Kamu mungkin kerap kali berusaha membereskan kekacauan yang dibuatnya, melihat ia lari dari tanggung jawab, hingga selalu menghindari percakapan sulit. Akibatnya, kamu cenderung merasa kelelahan, tidak dihargai, hingga kesepian di dalam hubunganmu.

Ciri-ciri manchild

ilustrasi manchild (freepik.com/freepik)

Mengenali ciri dari seorang manchild tentu sangat penting, guna membantumu mengenali pola perilaku nggak sehat yang ditunjukkan seorang laki-laki. Oleh karena itu, berikut Popbela bagikan beberapa ciri manchild yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Nggak bisa diandalkan

ilustrasi pasangan merasa stres (pexels.com/Timur Weber)

Pertama, seorang manchild nggak bisa diandalkan. Yup, ini bisa terlihat dari bagaimana ia kesulitan dalam menepati janji, serta nggak memahami masalah yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan dampaknya di dalam hubungan. Sering kali, manchild juga bersikap manipulatif ketika dihadapkan pada konflik dalam hubungan, seperti membuatmu berpikir bahwa kalian tidak sedang menghadapi sebuah masalah besar.

2. Kesulitan menerima kritik

ilustrasi pasangan berantem (pexels.com/RDNE Stock project)

Laki-laki kekanakan juga bersikap terlalu sensitif dan kesulitan untuk menerima kritik. Ketimbang melihat umpan balik yang kamu berikan sebagai sarana introspeksi diri, dia malah menganggapnya sebagai sebuah serangan personal. Tak jarang, dia juga bersikap defensif saat kamu menjelaskan kekurangan yang dimilikinya.

3. Nggak bisa mengelola stres dengan baik

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

Laki-laki dewasa sudah sepatutnya mampu mengelola stres dengan baik. Namun, berbeda halnya dengan manchild yang justru merasa kesulitan untuk melakukannya. Itulah mengapa, dia rentan mengatasi rasa stres dengan melampiaskan kemarahan padamu, maupun mencari pelarian dengan melakukan berbagai aktivitas yang menyita waktu, seperti bermain video game seharian penuh.

4. Selalu menghindari percakapan serius

ilustrasi pasangan bertengkar (freepik.com/yanalya)

Saat kamu berusaha membahas arah hubunganmu, laki-laki kekanakan bakal berusaha untuk menghindari percakapan tersebut. Kamu pun bisa melihat kepanikan dan ketakutan di matanya ketika dihadapkan dengan obrolan serius.

5. Nggak tahu cara melakukan tugas orang dewasa

ilustrasi kesal dengan pasangan (freepik.com/cookie_studio)

Manchild juga sering menunjukkan rasa bingung dalam melakukan tugas orang dewasa. Sesederhana membuat janji temu dengan dokter, dia malah membebankannya padamu. Tanpa disadari, kamu pun kerap kali berada dalam posisi membiarkan perilaku buruknya berlanjut.

6. Selalu punya alasan atas sikapnya

ilustrasi pasangan memberi banyak alasan (freepik.com/freepik)

Ciri selanjutnya yakni dia selalu punya seribu alasan atas ketidakmampuannya. Contoh, ketika dia nggak bisa menepati janji padamu, daripada meminta maaf dan belajar untuk memenuhinya di masa depan, dia justru memberikan rentetan alasan agar kamu mau memahami sikap kekanakannya. Dia juga selalu menempatkan dirinya di dalam posisi korban dan nggak pernah menyadari bahwa dialah penyebab dari banyak kekacauan di dalam hubungan.

7. Berada dalam sirkel pertemanan yang tidak dewasa

ilustrasi pertemanan laki-laki (pexels.com/Alena Darmel)

Manchild biasanya berada di dalam hubungan pertemanan dengan orang-orang yang punya level kematangan emosional yang setara dengannya. Daripada mempertanyakan perilaku kekanakan yang ditunjukkan teman-temannya, laki-laki kekanakan seringkali menganggap hal itu sebagai sebuah sikap lumrah. Situasi ini tentunya hanya akan memperburuk sikapnya karena ia terus mendapatkan ‘bukti’ bahwa apa yang dilakukannya itu seolah benar.

Apa yang mesti dilakukan untuk menghadapi seorang manchild?

ilustrasi bertengkar dengan pasangan (pexels.com/Vera Arsic)

Jika kamu memiliki pasangan seorang manchild, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari dinamika hubungan yang nggak sehat. Mengutip laman VeryWell Mind, berikut penjelasannya:

  1. Sadari perilakumu sendiri: untuk menghadapi seorang manchild, kamu perlu bertanya pada diri sendiri mengapa kamu kerap menoleransi perilaku kekanakan pasanganmu. Hal ini bisa jadi berkaitan dengan pengalaman hidup yang kamu alami, terutama di masa kecil. Semisal, kamu merasa terlalu bertanggung jawab dan tumbuh besar dengan merawat saudara kandung, ataupun orang tua. Dengan memahami hal ini, kamu bisa lebih mudah untuk mengenal dan memutus pola nggak sehat dengan pasanganmu yang bersikap kekanakan.

  2. Tetapkan batasan tegas: penetapan berbagai batasan tegas merupakan hal yang penting dilakukan untuk menciptakan kesejahteraan emosional dan hubungan yang sehat. Misalnya, ketimbang berperan sebagai pengasuh, kini kamu mula melepaskan peran tersebut dan membiarkan pasanganmu melangkah maju dan bertumbuh sebagai seorang yang dewasa.

  3. Minta dukungan dari profesional: apabila kamu merasa kesulitan saat menghadapi pasanganmu yang kekanakan, meminta bantuan dari seorang konselor atau psikolog bisa sangat berguna. Mereka bisa membantumu mengidentifikasi alasan mendasar di balik perilaku manchild. Seperti ketidakmatangan emosional terkadang bisa menjadi tanda bahwa seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan kepribadian ambang (BPD).

So, dengan memahami apa itu manchild dan ciri-cirinya, semoga kamu bisa berhenti menoleransi sikap pasangan yang merugikanmu ya, Bela.

Editorial Team