Vihara adalah tempat ibadah bagi umat Buddha. Selain itu, rohaniwan mereka yang disebut biksu juga tinggal di sini untuk belajar.

Di balik itu, vihara awalnya adalah nama untuk aktivitas perjalanan santai. Namun, seiring berkembangnya agama Buddha, vihara mengalami pergeseran makna. Penasaran seperti apa ceritanya? Simak di bawah ini, yuk!

1. Sejarah vihara

Sejarah Vihara, Tempat Ibadah Sekaligus Kampus Para BiksuWat Traimit, Thailand (yuktravel.com)

Pada abad ke-3 SM, pemerintahan kaisar India Ashoka mengartikan Vihara Yatra sebagai aktivitas perjalanan santai berdasarkan kesenangan atau hobi, termasuk berburu. Namun, setelah Ashoka masuk agama Buddha, istilah tersebut diganti dengan nama Dharma Yatra yang berfokus pada tujuan keagamaan atau ziarah.

Lokasi vihara biasanya berada di gua dan melibatkan pemotongan batu. Ruangannya terdiri dari aula besar dan serangkaian sel kecil yang berisi tempat tidur dan bantal yang diukir dari batu. Di sana, umumnya terdapat monumen dan simbol pemujaan Buddha.

2. Punya makna berbeda

Sejarah Vihara, Tempat Ibadah Sekaligus Kampus Para BiksuAngkor Wat, Kamboja (wikipedia.org)

Menurut Worldatlas, vihara lebih mengacu pada biara yang dihuni oleh biksu Buddha. Lain halnya dengan teks agama lain seperti Hindu, Ajivika, dan Jain, vihara mengacu pada tempat tinggal sementara bagi para biksu yang mengembara. Oleh mereka, vihara dijadikan sebagai tempat perlindungan atau istirahat selama musim hujan.

Sementara itu, arti vihara dalam bahasa Pali dan Sansekerta adalah tempat untuk bersantai dan hiburan. Dalam arsitektur India, vihara mengacu pada aula tengah yang dilengkapi dengan sel-sel kecil yang berisi tempat tidur kecil, yang diukir dari batu.

3. Banyak dijumpai di Thailand

Sejarah Vihara, Tempat Ibadah Sekaligus Kampus Para BiksuWat Phra Dhammakaya, Thailand (newmandala.org)

Negeri Gajah Putih ini didominasi oleh pemeluk agama Buddha. Maka, tak heran banyak vihara yang berdiri di Thailand. 

Vihara paling terkenal dan terbesar di sana adalah Wat Phra Dhammakaya. Terpaut 50 km dari Bandara Internasional Bangkok  Suvarnabhumi Airport (BKK), vihara ini memiliki luas 320 ribu meter persegi. Lokasi tepatnya berada di Khlong Luang, Provinsi Pathum Thani. Tak hanya itu, vihara ini ditetapkan sebagai vihara dengan upacara Buddhis terbesar di dunia karena diikuti oleh lebih dari 100 ribu orang biksu. 

4. Jadi tempat belajar para biksu

Sejarah Vihara, Tempat Ibadah Sekaligus Kampus Para Biksupexels.com/pixabay

Pada era abad pertengahan, vihara juga berfungsi sebagai universitas Buddhis. Di beberapa vihara, terdapat aula untuk menahbiskan para biksu.

Namun, ruangan terpenting di dalam vihara adalah kuil untuk beribadah. Para biksu dapat melakukan ritual spiritual untuk menghormati Buddha dan dapat memberikan persembahan seperti bunga, air, dupa, dan lilin.

Menarik, ya, Bela?

Baca Juga: Ini Sejarah Perayaan Waisak, Hari Raya Suci Umat Buddha

Baca Juga: 10 Patung Buddha Paling Mengagumkan di Dunia, Ukurannya Bikin Melongo

Baca Juga: 7 Fakta Unik Masjid Istiqlal, Karya Terbaik Anak Pendeta