Sejarah Vihara, Tempat Ibadah Sekaligus Kampus Para Biksu

Bangunan ini banyak dijumpai di Thailand

Sejarah Vihara, Tempat Ibadah Sekaligus Kampus Para Biksu

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Vihara adalah tempat ibadah bagi umat Buddha. Selain itu, rohaniwan mereka yang disebut biksu juga tinggal di sini untuk belajar.

Di balik itu, vihara awalnya adalah nama untuk aktivitas perjalanan santai. Namun, seiring berkembangnya agama Buddha, vihara mengalami pergeseran makna. Penasaran seperti apa ceritanya? Simak di bawah ini, yuk!

1. Sejarah vihara

Pada abad ke-3 SM, pemerintahan kaisar India Ashoka mengartikan Vihara Yatra sebagai aktivitas perjalanan santai berdasarkan kesenangan atau hobi, termasuk berburu. Namun, setelah Ashoka masuk agama Buddha, istilah tersebut diganti dengan nama Dharma Yatra yang berfokus pada tujuan keagamaan atau ziarah.

Lokasi vihara biasanya berada di gua dan melibatkan pemotongan batu. Ruangannya terdiri dari aula besar dan serangkaian sel kecil yang berisi tempat tidur dan bantal yang diukir dari batu. Di sana, umumnya terdapat monumen dan simbol pemujaan Buddha.

2. Punya makna berbeda

Menurut Worldatlas, vihara lebih mengacu pada biara yang dihuni oleh biksu Buddha. Lain halnya dengan teks agama lain seperti Hindu, Ajivika, dan Jain, vihara mengacu pada tempat tinggal sementara bagi para biksu yang mengembara. Oleh mereka, vihara dijadikan sebagai tempat perlindungan atau istirahat selama musim hujan.

Sementara itu, arti vihara dalam bahasa Pali dan Sansekerta adalah tempat untuk bersantai dan hiburan. Dalam arsitektur India, vihara mengacu pada aula tengah yang dilengkapi dengan sel-sel kecil yang berisi tempat tidur kecil, yang diukir dari batu.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here