- Downtown Dubai
First Time ke Dubai? Simak Panduan Visa, Transportasi, Kuliner hingga Pilihan Hotel Ini

Wisatawan Indonesia dapat mengajukan visa turis UEA secara daring via GDRFA; proses sekitar 48 jam dengan paspor berlaku enam bulan, pasfoto, dan tiket terkonfirmasi.
Dubai dapat dijelajahi tanpa sewa mobil melalui metro, trem, bus, feri, taksi, Careem, Uber, serta Nol Card; Palm Monorail melayani rute Palm Jumeirah.
Makanan halal dan restoran Indonesia mudah ditemukan; pilih hotel sesuai itinerary di Downtown Dubai, Jumeirah-Kite Beach, atau Old Dubai, sambil mengatur anggaran dan menghormati norma lokal.
Dubai masih menjadi salah satu destinasi impian bagi sebagian banyak orang. Kota di Uni Emirat Arab ini memang menawarkan perpaduan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan megah, pantai, kawasan bersejarah, hingga pilihan kuliner dari berbagai negara.
Buat kamu yang baru pertama kali berencana liburan ke Dubai, tentunya ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sejak awal. Mulai dari visa, pilihan transportasi untuk berkeliling kota, makanan halal yang mudah ditemukan, hingga kawasan yang cocok untuk menginap.
Good news! Dubai memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk menunjang kebutuhan wisatawan. So, kamu bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman tanpa harus selalu menyewa mobil.
Langsung saja simak panduan sebelum berangkat ke Dubai berikut ini!
Table of Content
Cara mengurus visa Dubai untuk wisatawan Indonesia

Dubai International Airport. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) Hal pertama yang perlu kamu persiapkan sebelum berangkat tentu saja visa. Pemegang paspor Indonesia dapat mengajukan visa turis Uni Emirat Arab secara daring melalui laman resmi General Directorate of Residency and Foreigners Affairs atau GDRFA.
Kalau seluruh persyaratan sudah lengkap, proses pengajuan visa dapat selesai dalam waktu sekitar 48 jam. Beberapa dokumen yang umumnya perlu disiapkan juga antara lain paspor yang masih berlaku setidaknya enam bulan sejak tanggal keberangkatan, pasfoto berwarna terbaru, serta tiket pesawat yang sudah dikonfirmasi.

Pesawat Emirates yang sedang parkir di Dubai International Airport. (unsplash.com/Alireza Akhlaghi) FYI, untuk visa turis sekali masuk dengan masa berlaku 30 hari, biayanya sekitar AED252 atau Rp1,2 jutaan. Sementara itu, visa dengan masa berlaku 60 hari dikenakan biaya sekitar AED352 atau Rp1,7 jutaan. Nah, biaya tersebut belum termasuk PPN sebesar 5%, ya.
Seluruh proses pengajuan dapat dilakukan secara digital sehingga kamu bisa mengurusnya sebelum perjalanan dari Indonesia. Setelah visa selesai, perjalanan menuju Dubai juga semakin mudah dengan tersedianya penerbangan langsung Emirates dari Jakarta dan Bali.
Dubai International Airport (DXB) juga terhubung dengan lebih dari 150 destinasi di berbagai negara. Oleh karena itu, Dubai bisa menjadi pilihan yang praktis jika kamu ingin melanjutkan perjalanan ke destinasi lain setelah berlibur.
Keliling Dubai tanpa sewa mobil? Bisa banget!

Dubai Metro. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) Menyewa mobil sebenarnya bukan satu-satunya pilihan untuk menjelajahi Dubai. Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, jaringan transportasi umum di kota ini bisa menjadi alternatif yang praktis.
Dubai Metro menghubungkan sejumlah kawasan populer, termasuk Downtown Dubai, Dubai Marina, dan Dubai International Airport. Selain metro, tersedia pula trem, bus umum, serta transportasi air yang dapat kamu gunakan untuk menuju kawasan tertentu.

Palm Monorail. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) Salah satu hal yang memudahkan perjalanan adalah Nol Card. Kartu ini dapat digunakan untuk membayar perjalanan dengan metro, trem, bus, hingga sejumlah layanan feri. Dengan begitu, kamu tidak perlu membeli tiket secara terpisah setiap kali berpindah moda transportasi.
Untuk lokasi yang belum terjangkau transportasi umum, taksi pun juga mudah ditemukan. Layanan transportasi daring seperti Careem dan Uber turut tersedia di berbagai area kota.
Kalau kamu ingin menikmati perjalanan sambil melihat pemandangan, Palm Monorail juga bisa masuk ke dalam itinerary. Jalur sepanjang 5,5 kilometer ini menghubungkan Palm Gateway dengan beberapa destinasi di Palm Jumeirah, termasuk Nakheel Mall dan Atlantis Aquaventure. Selama perjalanan, kamu bisa melihat panorama Palm Jumeirah dan Teluk Arab dari dalam kereta.
Kuliner halal bahkan masakan Indonesia mudah ditemukan

Dapoer Kita. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) Buat wisatawan Muslim, mencari makanan halal selama berada di Dubai relatif mudah. Kota ini memiliki banyak pilihan restoran halal dengan menu yang beragam, mulai dari hidangan khas Emirat hingga masakan internasional.
Bahkan, kamu juga bisa menemukan makanan Indonesia ketika mulai rindu dengan cita rasa rumahan, nih! Dubai memiliki lebih dari 30 restoran Indonesia yang tersebar di berbagai kawasan.
Salah satunya adalah Dapoer Kita yang menyajikan hidangan seperti rendang dan ayam penyet dengan konsep yang lebih kasual. Ada pula Andaliman Restaurant yang menyajikan masakan Indonesia dengan sentuhan yang lebih modern untuk kamu yang ingin mencoba pengalaman bersantap berbeda.

Luqaimat. (thenationalnews.com) Meski pilihan makanan Indonesia cukup banyak, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan khas Emirat. Machboos menjadi salah satu makanan yang dapat dicoba, sementara luqaimat cocok bagi para sweet tooth.
Kamu juga bisa mencoba gahwa, yaitu kopi Arab yang memiliki tempat khusus dalam tradisi masyarakat Emirat. Minuman ini secara turun-temurun disajikan kepada tamu sebagai bentuk sambutan dan keramahan.
Pilih kawasan hotel sesuai gaya liburan

Downtown Dubai. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) Lokasi hotel dapat memengaruhi kenyamanan kamu selama liburan di Dubai. Setiap kawasan memiliki karakter dan pilihan aktivitas yang berbeda, sehingga sebaiknya pilih area menginap berdasarkan itinerary yang ingin kamu jalani.
Untuk kunjungan pertama, Downtown Dubai bisa menjadi salah satu pilihan kawasan menginap yang praktis. Area ini berada dekat dengan sejumlah ikon populer seperti Burj Khalifa, Dubai Mall, dan Dubai Fountain.
Banyak destinasi dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum. Pilihan hotelnya juga cukup beragam dengan rentang harga yang berbeda, sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan budget perjalanan.

Kite Beach. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) - Jumeirah dan Kite Beach
Kalau kamu ingin menikmati suasana yang lebih santai, Jumeirah dan Kite Beach juga bisa dipertimbangkan. Kawasan ini memiliki pilihan hotel butik, resort di dekat pantai, serta berbagai kafe yang cocok untuk menghabiskan waktu dengan lebih santai.
Area ini juga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menyisipkan waktu untuk menikmati pantai di sela-sela agenda mengunjungi berbagai destinasi Dubai.

Abra Ride. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) - Old Dubai
Mau mengenal sisi Dubai yang lebih dekat dengan sejarah dan budaya lokal? Old Dubai juga bisa menjadi pilihan kamu selanjutnya. Kawasan Deira dan Bur Dubai memberikan pengalaman yang berbeda dari area modern Dubai.
Kamu bisa berjalan-jalan di Al Fahidi Historical Neighbourhood, berbelanja di Gold Souk dan Spice Souk, atau menyeberangi Dubai Creek menggunakan abra, perahu tradisional khas Dubai.
Tarif perjalanan menggunakan abra hanya sekitar AED1 atau sekitar Rp4.800. Dengan biaya yang terjangkau, kamu pun bisa menikmati perjalanan singkat sekaligus melihat suasana Dubai dari sisi yang berbeda.
Tips mengatur budget liburan ke Dubai

Al Seef Heritage Hotel. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) Liburan ke Dubai tetap bisa direncanakan sesuai budget, kok. Salah satu caranya adalah memanfaatkan transportasi umum dan memilih hotel yang lokasinya dekat dengan stasiun metro.
Kalau kamu ingin mengunjungi tempat atraksi hiburan, memesan tiketnya lebih awal juga dapat membantu mengatur pengeluaran selama perjalanan. Sebelum berangkat, buat daftar destinasi yang ingin kamu kunjungi agar budget untuk tiket masuk dan transportasi dapat diperkirakan sejak awal.
Untuk transaksi sehari-hari, pembayaran nontunai juga sudah diterima secara luas di berbagai tempat. Meski begitu, kamu tetap perlu menyiapkan sejumlah uang tunai dalam mata uang dirham untuk kebutuhan transaksi kecil atau memberikan tip.
Penting! Perhatikan adat dan kebiasaan setempat

Dubai Marina Mall. (Dok. Dubai Department of Economy and Tourism) Selain menyiapkan itinerary, penting juga untuk kamu memahami kebiasaan dan norma yang berlaku di Dubai. Kenakan pakaian yang sopan ketika mengunjungi masjid dan kawasan yang memiliki nilai budaya atau sejarah.
Kamu juga perlu memperhatikan etika lokal selama berada di ruang publik. Bagi wisatawan Muslim, fasilitas ibadah tersedia di banyak pusat perbelanjaan, bandara, dan sejumlah tempat wisata sehingga kamu tetap dapat menjalankan ibadah di sela-sela perjalanan.
Dengan sedikit persiapan, perjalanan pertama ke Dubai bisa terasa lebih nyaman. So, sudah siap memasukkan Dubai ke dalam bucket list liburanmu, Bela?






















