Hutan Terluas di Dunia (Dok. Peru Travel)
Melengkapi daftar 10 besar adalah Peru dengan sekitar 67,16 juta hektare hutan pada 2025. Sebagian besar kawasan hutan Peru merupakan bagian dari Amazon. Letaknya membuat Peru menjadi salah satu negara penting dalam menjaga ekosistem hutan hujan tropis di Amerika Selatan.
Hutan Amazon di Peru menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Selain tumbuhan, kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis mamalia, burung, reptil, dan serangga.
Keberadaan hutan juga memiliki nilai penting bagi masyarakat lokal dan komunitas adat yang telah hidup berdampingan dengan alam selama bertahun-tahun. Karena itu, menjaga hutan Peru bukan hanya tentang mempertahankan pepohonan, tetapi juga melindungi ekosistem dan kehidupan masyarakat di dalamnya.
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa sebagian besar kawasan hutan dunia memang terkonsentrasi di beberapa negara besar. FAO mencatat lima negara teratas yaitu Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat, dan China yang menguasai lebih dari separuh hutan dunia. Data terbaru FRA 2025 juga menunjukkan kelima negara tersebut tetap berada di posisi teratas.
Menariknya, memiliki hutan yang luas tidak selalu berarti sebuah negara memiliki persentase tutupan hutan tertinggi. Ukuran negara sangat memengaruhi total luas hutan. Jadi, negara kecil dengan sebagian besar wilayahnya tertutup hutan bisa memiliki persentase tutupan hutan yang lebih tinggi, meski total hektarenya jauh di bawah Rusia atau Brasil.
Pada akhirnya, angka-angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya kawasan hutan bagi kehidupan di bumi. FAO memperkirakan hutan dunia mencakup lebih dari 4 miliar hektare, atau sekitar 32 persen dari total daratan planet.
Mengetahui negara mana yang memiliki hutan terluas mungkin menarik dari sisi geografis. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kawasan tersebut dijaga agar tetap menjadi rumah bagi manusia, tumbuhan, dan satwa untuk generasi berikutnya.