Ilustrasi seorang perempuan sedang mengajukan visa. (pexels.com/Marek Levak)
Agar itinerary mudah dipahami, pastikan beberapa informasi berikut sudah dicantumkan.
Informasi pribadi
Bagian awal itinerary sebaiknya berisi identitas pemohon yang sesuai dengan paspor, meliputi:
Data ini membantu petugas mengenali pemilik dokumen sekaligus memahami gambaran umum perjalanan.
Jadwal perjalanan harian
Bagian ini menjadi inti dari itinerary. Susun aktivitas berdasarkan tanggal agar alur perjalanan mudah diikuti. Contohnya sebagai berikut:
Hari 1
Hari 2
Tidak perlu membuat jadwal yang terlalu rinci hingga hitungan jam. Cukup tuliskan aktivitas utama yang memang direncanakan selama berada di kota tersebut.
Ilustrasi memilih akomodasi. (pexels.com/Pixabay)
Informasi akomodasi
Cantumkan tempat menginap untuk setiap kota yang dikunjungi. Informasi yang sebaiknya disertakan meliputi:
Jika berpindah kota, tuliskan juga perubahan akomodasinya agar perjalanan terlihat runtut.
Rencana transportasi
Bagian transportasi menjelaskan bagaimana perjalanan dilakukan dari awal hingga akhir. Beberapa informasi yang dapat dicantumkan antara lain:
Reservasi tiket pesawat pergi dan pulang
Tiket kereta atau bus antar kota
Rencana menyewa mobil apabila diperlukan
Banyak pemohon menggunakan reservasi atau booking sementara untuk tiket pesawat sebelum visa disetujui. Cara ini cukup umum dilakukan agar tidak perlu membeli tiket penuh sebelum memperoleh kepastian visa.
Daftar aktivitas dan tempat wisata
Tuliskan destinasi yang akan dikunjungi selama perjalanan beserta perkiraan waktu kunjungannya. Apabila sudah membeli tiket masuk untuk objek wisata tertentu, bukti pembelian juga dapat dilampirkan sebagai dokumen pendukung.