- Apa momen paling berkesan hari ini?
- Apa makanan paling enak yang dicoba?
- Apa hal yang paling mengejutkan?
- Apa hal baru yang dipelajari?
- Apakah ada kejadian lucu hari ini?
- Apa small win hari ini?
- Berapa rating perjalanan hari ini dari 1 sampai 5?
Cara Bikin Travel Journal Simple untuk Abadikan Momen Liburan, Lengkap dengan Template!

Travel journal dapat dibuat dalam format fisik, digital, atau hybrid; pilih yang nyaman dan gunakan perlengkapan secukupnya agar tetap praktis selama bepergian.
Gunakan struktur harian sederhana: tanggal, lokasi, cuaca, mood, momen penting, hal mengejutkan, pengeluaran, rating, serta foto atau memorabilia untuk memudahkan pengisian.
Catat detail kecil selama 5–10 menit sebelum tidur, simpan tiket dan struk, pakai template pertanyaan bila perlu, serta tambahkan surat untuk diri sendiri di halaman terakhir.
Liburan terkadang berlalu begitu cepat. Usai kembali ke rumah, yang tersisa biasanya hanya foto kenangan di galeri, beberapa tiket perjalanan, atau unggahan di media sosial. Padahal, ada banyak detail kecil selama traveling yang juga menarik untuk diingat, mulai dari makanan yang pertama kali dicoba, percakapan dengan orang lokal, hingga momen ketika berhasil menemukan hidden gem setelah sempat tersesat.
Nah, salah satu cara sederhana untuk menyimpan cerita perjalanan tersebut adalah dengan membuat travel journal. Kamu bisa menuliskan pengalaman secara singkat setiap hari, menempelkan tiket atau struk pembelian, maupun menambahkan foto dan sketsa kecil. Travel journal bisa dibuat dengan praktis tanpa harus punya kemampuan menggambar atau menulis secara rutin, lho!
Kalau kamu tertarik membuatnya untuk perjalanan liburan berikutnya, simak cara bikin travel journal simple berikut ini!
Table of Content
1. Pilih format travel journal sesuai kenyamanan

ilustrasi travel journal (pexels.com/Pavel Danilyuk) Langkah pertama tentunya menentukan format travel journal. Kamu bisa menggunakan notebook fisik, aplikasi digital, atau menggabungkan keduanya sesuai kebiasaan saat traveling.
Notebook fisik cocok buat kamu yang suka menulis tangan dan ingin menyimpan berbagai memori selama perjalanan. Tiket, boarding pass, struk restoran, sampai potongan brosur bisa ditempel langsung di halaman jurnal. Pilih juga notebook berukuran kecil atau sedang, seperti A5, supaya mudah dibawa tanpa memenuhi isi tas.
Kalau lebih mengutamakan kepraktisan, travel journal digital bisa menjadi pilihan. Kamu dapat menggunakan aplikasi notes, Notion, Google Docs, atau aplikasi khusus journaling. Foto pun bisa langsung disisipkan bersama catatan sehingga dokumentasi tersimpan dalam satu tempat.
Ada juga format hybrid yang menggabungkan keduanya. Kamu bisa mencatat poin penting lewat HP saat sedang berkelana, kemudian merapikannya ke notebook setelah sampai di penginapan atau ketika sudah kembali ke rumah.
2. Siapkan peralatan sederhana untuk travel journal fisik

Ilustrasi membuat travel journal. (freepik.com/freepik) Travel journal tidak harus membutuhkan banyak perlengkapan, ya. Notebook, pulpen, dan beberapa alat untuk menempelkan memorabilia sudah cukup untuk kamu memulainya.
Kalau ingin membuat halaman jurnal lebih menarik, siapkan pulpen atau spidol tipis, lem stick, dan washi tape. Gunting kecil juga bisa dibawa jika memang diperlukan untuk merapikan potongan kertas. Sementara itu, amplop kecil atau plastik zip berguna untuk menyimpan tiket, struk, dan benda kecil lain yang belum sempat ditempel.
Usahakan membawa perlengkapan secukupnya agar travel journal tetap praktis. Tujuannya supaya aktivitas mencatat pengalaman tidak membuat barang bawaan kamu semakin banyak.
3. Gunakan struktur halaman yang sederhana

Ilustrasi membuat travel journal. (magnific.com/rawpixel.com) Travel journal akan lebih mudah diisi kalau setiap halaman memiliki pola yang sama. Kamu bisa membuat satu halaman atau beberapa halaman untuk setiap hari perjalanan.
Mulailah dengan mencatat tanggal dan lokasi. Setelahnya, tambahkan kondisi cuaca dan mood kamu dengan tulisan singkat atau simbol yang mudah dibuat. Bagian ini nantinya membantu kamu mengingat suasana perjalanan secara lebih spesifik.
Selanjutnya, tuliskan tiga sampai lima momen penting yang terjadi hari itu. Tidak perlu membuat cerita panjang. Beberapa kalimat atau bullet point sudah cukup selama bisa mengingatkanmu pada kejadian tersebut.
Sisakan ruang untuk mencatat satu hal yang paling membuatmu takjub atau terkejut. Bisa berupa pemandangan, kebiasaan masyarakat lokal, tempat yang tidak sengaja ditemukan, atau pengalaman yang sebelumnya tidak ada dalam itinerary kamu.
Kalau ingin sekaligus mengevaluasi pengeluaran selama traveling, tambahkan catatan budget harian. Kamu bisa membaginya berdasarkan kategori, seperti transportasi, makanan, tiket masuk, belanja, dan kebutuhan lainnya.
Terakhir, tambahkan foto, sketsa kecil, atau memorabilia yang berkaitan dengan hari tersebut. Tutup halaman dengan rating perjalanan menggunakan skala satu sampai lima untuk memberikan sentuhan personal.
4. Catat momen kecil yang biasanya terlupakan

ilustrasi cara membuat travel journal simpel (pexels.com/charan sai) Travel journal akan terasa lebih hidup jika isinya tidak berhenti pada daftar tempat yang dikunjungi saja. Detail kecil justru sering menjadi bagian yang paling menyenangkan ketika dibaca kembali.
Coba catat makanan yang kamu coba beserta review rasanya. Kamu juga bisa menuliskan percakapan lucu atau menarik dengan orang lokal, kata baru dalam bahasa setempat, atau kebiasaan yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Hal yang tidak sesuai ekspektasi juga menarik untuk dicatat, lho! Misalnya, sebuah tempat ternyata jauh lebih ramai dari perkiraan kamu atau makanan yang awalnya tampak biasa saja justru menjadi favorit selama perjalanan.
Kamu juga bisa menambahkan satu small win setiap hari. Contohnya, berhasil menggunakan transportasi umum tanpa tersesat, menemukan restoran yang sudah lama ingin dicoba, atau berani mencoba aktivitas baru.
5. Sisihkan waktu 5-10 menit sebelum tidur

Ilustrasi menulis travel journal sebelum tidur. (pexels.com/cottonbro studio) Waktu terbaik untuk mengisi travel journal adalah ketika pengalaman hari itu masih segar dalam ingatan. Sebelum tidur, luangkan sekitar lima sampai sepuluh menit untuk mencatat beberapa hal yang paling penting.
Tidak perlu menunggu sampai punya waktu luang untuk menulis panjang. Saat tubuh kamu sudah lelah setelah seharian berjalan-jalan, cukup tulis poin-poin singkat, seperti tempat yang dikunjungi, makanan yang dicoba, dan kejadian yang paling berkesan.
Catatan pendek tersebut bisa dikembangkan setelah perjalanan selesai jika kamu ingin membuat jurnal yang lebih detail. Kebiasaan mencatat sedikit setiap hari juga membuat isi travel journal kamu lebih lengkap karena detail perjalanan belum banyak terlupakan.
6. Jangan terlalu fokus pada tampilan

Ilustrasi membuat travel journal. (unsplash.com/Prophsee Journals) Travel journal tidak harus terlihat seperti scrapbook yang sempurna, ya. Tulisan tangan yang kurang rapi, foto yang ditempel miring, atau halaman yang hanya berisi beberapa kalimat tetap memiliki nilai karena berasal dari pengalaman perjalananmu sendiri.
Kalau suka dekorasi, kamu bisa menggunakan washi tape, stiker, doodle, atau potongan kertas dari tempat yang dikunjungi. Namun, dekorasi sebaiknya disesuaikan dengan waktu dan perlengkapan yang kamu punya agar aktivitas journaling tetap menyenangkan.
7. Simpan tiket, struk, dan memorabilia perjalanan

Ilustrasi travel journal. (freepik.com/freepik) Benda-benda kecil yang biasanya dianggap sepele bisa menjadi bagian menarik dari travel journal. Boarding pass, tiket masuk tempat wisata, struk restoran, kartu transportasi, atau potongan brosur dapat ditempel di halaman sesuai tanggalnya.
Jika belum sempat menempelkannya, simpan terlebih dahulu dalam amplop kecil atau plastik zip. Setelah memiliki waktu luang, kamu bisa mengaturnya berdasarkan hari atau lokasi.
Kamu juga dapat menambahkan peta kecil dan menandai rute perjalanan. Cara ini membuat jurnal terasa lebih personal sekaligus membantu mengingat kembali urutan perjalanan.
8. Buat template pertanyaan agar lebih konsisten

Ilustrasi menulis travel journal. (pexels.com/Kevin Malik) Kalau kamu sering bingung harus menulis apa, gunakan beberapa pertanyaan yang sama setiap hari. Template sederhana membuat proses mengisi jurnal bisa lebih mudah karena kamu tidak perlu memulai dari halaman kosong.
Beberapa pertanyaan yang bisa kamu gunakan, antara lain:
Kamu bisa memilih beberapa pertanyaan yang paling relevan dengan gaya traveling-mu. Tidak perlu menjawab semuanya kalau sedang terburu-buru, kok.
9. Tambahkan surat untuk diri sendiri di halaman terakhir

Ilustrasi travel journal berisi kutipan bermakna. (unsplash.com/Beatriz Miller) Untuk membuat travel journal lebih personal, sisakan satu halaman terakhir untuk menulis surat kepada diri sendiri. Kamu bisa menceritakan bagaimana perasaanmu selama perjalanan, hal yang diingat, atau sesuatu yang ingin dilakukan pada perjalanan berikutnya.
Beberapa bulan atau tahun kemudian, halaman tersebut bisa menjadi bagian yang paling menarik untuk dibaca kembali. Kamu dapat melihat kembali perjalanan dari sudut pandang dirimu pada saat itu dan membandingkannya dengan kehidupan sekarang.
Contoh template travel journal simple yang bisa langsung dipakai

Ilustrasi notebook travel journal. (Pexels.com/Jess Bailey Designs) HARI KE-...
Tanggal:
Lokasi:Cuaca: ☀️ ☁️ 🌧️ ❄️
Mood: 😄 🙂 😐 😴 😩Momen Penting Hari Ini:
1.
2.
3.Hal yang Paling Bikin Takjub
....................................................Favorit Hari Ini
- Makanan favorit
- Kata, percakapan, atau cerita unik
- Tempat favorit
Small Win Hari Ini
....................................................Pengeluaran Hari Ini
- Transportasi
- Makanan
- Tiket
- Belanja
- Lainnya
Foto atau Kenang-kenangan
Tempel foto, tiket, struk, boarding pass, atau memorabilia lainnya di bagian ini.Rating Hari Ini
☆ ☆ ☆ ☆ ☆So, cara bikin travel journal simple memang tidak harus mengikuti aturan tertentu. Sesuaikan dengan kenyamanan dan kemampuanmu, dengan begitu pengalaman liburan bisa tetap terasa dekat, meski perjalanan sudah lama berakhir.




















