Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Sedunia pada 5 Juni kemarin, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) kembali tunjukkan komitmennya untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab. Salah satunya, berupaya menekan produksi limbah dalam proses produksinya, termasuk limbah popok bekas pakai.

Hal ini ditunjukkan oleh Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) dengan menandatangani perjanjian kemitraan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan platform ekonomi sirkular, Duitin, guna mendorong pengumpulan popok bekas yang akan didaur ulang.

Tahukah kamu, bahwa perkiraan pasar popok di Indonesia mencapai USD1,6 miliar dan merupakan pasar terbesar keenam di dunia. Popok telah menjadi bagian utama dari bisnis Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) karena sebagian besar penjualan Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) berasal dari produk popok. Hal ini juga bisa dilihat dari catatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2018, yang memperkirakan setiap tahunnya sekitar 4,2 hingga 4,8 juta bayi lahir di Indonesia, hal tersebut membuat popok menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat.

Sehingga, tak heran jika tidak memerhatikan proses dan dampak bisnis popok dari hulu ke hilir, hal ini bisa berdampak kepada timbunan sampah dan limbah popok yang masif. 

Keren! Kimberly-Clark Softex Dorong Program Daur ulang Popok BekasKimberly Clark Softex

Nah, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) akan berfokus pada pengumpulan limbah popok di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Lalu peran Duitin adalah bertanggung jawab untuk menjalankan, mengumpulkan, hingga mengirimkan popok bekas ke fasilitas pengolahan mitra Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) mulai akhir Juni 2021. Hasil pengumpulan popok bekas kemudian akan diproses oleh Sarana Olah Sampah - komunitas lokal yang membantu dalam pemilahan, pemilihan dan pengolahan sampah melalui metode konvensional.

“Ada berbagai cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi jejak limbah, salah satunya melalui proses daur ulang. Kami menyadari bahwa salah satu tantangan dalam aktivitas daur ulang adalah akses dan informasi publik yang terbatas. Melalui kemitraan dengan Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia), kami berharap dapat ikut serta dalam mengkomunikasikan pentingnya mendaur ulang. Kami juga berharap program ini dapat mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan yang bermakna dengan memilah dan mendaur ulang sampah, serta meningkatkan standar kehidupan dan citra para pekerja dalam bidang pengumpulan sampah daur ulang ke ranah profesional,” jelas Adijoyo Prakoso, selaku Co-Founder Duitin.

Bukan langkah antisipasi limbah dan sampah popok yang pertama

Keren! Kimberly-Clark Softex Dorong Program Daur ulang Popok BekasKimberly Clark Softex

Sebelum menjalin kemitraan ini, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) juga telah bekerja sama dengan platform ekonomi sirkular online lainnya, untuk mengumpulkan popok bekas dan mengirimkannya ke fasilitas daur ulang di wilayah Bandung. Melalui kolaborasi ini, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) yakin dapat mengumpulkan 9,5 ton popok bekas setiap bulannya pada tahun 2021.

Lewat kemitraan ini pula, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) dan Duitin berharap dapat membuka kesempatan lebih dari 350 lapangan kerja melalui program positif ini dan mengajak masyarakat di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan untuk berkontribusi pada ekosistem pengolahan limbah popok dengan mengakses aplikasi Duitin.

Dari limbah menjadi produk bermanfaat kembali

Keren! Kimberly-Clark Softex Dorong Program Daur ulang Popok BekasKimberly Clark Softex

Lalu akan jadi produk apakah hasil limbah dan sampah yang terkumpul? Nantinya akan menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai tambah, Bela. Misalnya saja, membuat benang untuk bahan dasar kain, namun terbuat dari plastik. Keren, ya! 

Baca Juga: Misi H&M dan M.I.A Selamatkan Bumi dengan Kampanye World Recycle Week

Baca Juga: Inspirasi Desain Dekorasi Rumah Menggunakan Bahan Daur Ulang

Baca Juga: 8 Ide Kreatif Daur Ulang Barang Lama Jadi 'New Stuff' yang 'Cool'