Pada hari Kamis kemarin (09/07) Indonesia dikejutkan dengan pengumuman kasus positif COVID-19 yang mencapai 2,657. Maka telak menjadi angka tertinggi di Indonesia dengan hasil terbanyak berasal dari Jawa Barat. Hal ini berasal dari rapid test yang dilakukan secara lebih masif lagi, Bela. Sehingga, terang saja hasilnya menjadi lebih tinggi. 

Namun, hari ini (10/7) angka di Indonesia tersebut turun dengan jumlah positif 1,611, sembuh bertambah menjadi 878 dan meninggal 52. Jadi total positif secara keseluruhan berjumlah 72,347, sembuh 33,529 dan meninggal 3,469.

Kasus Positif COVID-19 Capai 2,657, Ini Tanggapan Presiden Jokowiloker.bnpb.go.id

Berdasarkan laporan dari covid.19.go.id, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa penambahan angka dari Jawa Barat tersebut berasal dari klaster baru Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat, yang didapatkan dari hasil penyelidikan epidemiologi sejak tanggal 29 Juni 2020 berturut-turut hingga kemarin.

"Kita mendapatkan tambahan yang cukup banyak dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 962 kasus dan dilaporkan 27 orang sembuh di Jawa Barat, kemudian Jawa Timur 517 kasus baru dengan 263 sembuh. DKI Jakarta 284 orang (terkonfirmasi positif) dengan 221 orang sembuh," terang Yuri.

"Kemudian Sulawesi Selatan 130 kasus baru dengan 189 sembuh. Sulawesi Utara 126 kasus baru dengan 27 sembuh. Kalimantan Tengah 120 kasus dengan 30 sembuh. Kalimantan, ulangi tadi, Jawa Tengah 120 kasus baru dengan 30 sembuh. Kalimantan Selatan 108 kasus baru dengan 23 sembuh. Sumatera Utara 108 kasus dengan 11 sembuh," tambahnya lagi.

Kasus Positif COVID-19 Capai 2,657, Ini Tanggapan Presiden JokowiPolresmagelang.info

Mengingat status PSBB Transisi sudah memasuki minggu ketiga, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan setiap kepala daerah untuk tidak menyepelekan kondisi ini. "Sebaran Covid di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikannya. Perlu saya ingatkan, ini saya kira juga lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif 2.657," kata Presiden Jokowi saat memberikan sejumlah arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di Aula Jaya Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, kemarin.

Namun, di satu sisi Presiden Jokowi juga memberikan tugas yangcukup rumit kepada setiap kepala daerah. Ia mengingatkan kalau pandemi telah menyebabkan perekonomian global dan nasional terganggu. Karena itu, mengendalikan kedua sisi—baik kesehatan maupun ekonomi—sangat penting. Presiden berpandangan bahwa kesehatan tetap harus menjadi prioritas, tetapi perekonomian juga harus tetap bisa berjalan.

Kasus Positif COVID-19 Capai 2,657, Ini Tanggapan Presiden Jokowicovid19.go.id

Wah, apakah kira-kira akan ada tim yang bisa kembali dibentuk seperti layaknya Staf Khusus Millennial, yang mampu memberikan masukkan atau ide segar dalam memenuhi skala prioritas kesehatan dan kelancaran ekonomi di masa pandemi?

Baca Juga: Bukti Baru, WHO Akhirnya Akui Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara

Baca Juga: Face Shield VS Masker, Mana yang Lebih Efektif Cegah COVID-19?

Baca Juga: Cara Mengatur Uang THR di Tengah Pandemi dan Siap Hadapi Resesi